Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemain Pilihan Washington Wizards di Urutan Pertama NBA Draft per 2026
ilustrasi ring dan bola basket (pexels.com/Markus Spiske)
  • Washington Wizards memilih AJ Dybantsa dari Brigham Young University sebagai pilihan pertama NBA Draft 2026, menambah daftar pemain top yang pernah direkrut tim tersebut.
  • Dybantsa tampil impresif di NCAA dengan rata-rata 25,5 poin per pertandingan dan diharapkan menjadi small forward utama untuk memperkuat skuad Wizards yang tengah dibangun ulang.
  • Sebelumnya, Wizards juga pernah memilih John Wall pada 2010 dan Kwame Brown pada 2001 sebagai draft pick pertama, keduanya kini telah pensiun dari basket profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

NBA Draft 2026 telah berlangsung selama 2 hari, tepatnya pada 23 dan 24 Juni. Terdapat total 60 pemain debutan menjanjikan berhasil dipilih untuk mengembangkan potensi dengan tersebar membela berbagai klub. Washington Wizards yang memperoleh draft nomor satu lantas menjatuhkan pilihan ke AJ Dybantsa dari Brigham Young University.

Dybantsa sendiri menambah deretan pemain yang pernah dipilih oleh Washington Wizards pada urutan pertama NBA Draft. Sebelum small forward yang kini berusia 19 tahun ini, Wizards ternyata merekrut John Wall dari University of Kentucky (NBA Draft 2010) serta Kwame Brown dari Glynn Academy (NBA Draft 2001). Mari simak pembahasan dari ketiga pebasket tersebut!

1. AJ Dybantsa hanya semusim tampil bersama Brigham Young University

Berkat kinerja menjanjikan bersama Utah Prep Academy, AJ Dybantsa mengumumkan menerima tawaran beasiswa penuh dari Brigham Young University (BYU) pada 10 Desember 2024. Pemain asal Boston ini dipersiapkan untuk mengikuti persaingan NCAA Divisi 1 2025/2026. Hal ini penting demi mewujudkan impiannya mengembangkan karier di NBA.

Di bawah kepemimpinan Kevin Young, Dybantsa ternyata langsung dipercaya sebagai small forward utama sehingga selalu menghiasi starter BYU pada NCAA 2025/2026. Pemain yang kini berusia 19 tahun ini menyuguhkan performa eksplosif karena mempunyai kecepatan dan kekuatan fisik. Tembakan mid-range juga menjadi senjatanya untuk mencetak angka. Selain itu, kehadirannya dibutuhkan demi memperkokoh pertahanan. Dirinya mencetak rata-rata 25,5 poin, 3,7 assist, 6,8 rebound, 1,1 steal, dan 0,3 block dari total 35 pertandingan. Ini mengantaraknnya meraih berbagai pencapaian individu.

Dybantsa sendiri lantas memutuskan untuk melanjutkan karier secara profesional dengan mengikuti NBA Draft 2026. Benar saja, Washington Wizards memilihnya pada urutan pertama. Pemain bertinggi 206 cm tersebut menjadi angin segar bagi Wizards yang sedang membangun kekuatan. Berkat rekam jejak yang ditunjukkan, dia berpeluang besar menempati posisi small forward utama.

2. John Wall berseragam Washington Wizards kurang lebih selama 10 tahun

Bersama University of Kentucky, John Wall bisa menunjukkan performa impresif sehingga meraih berbagai pencapaian individu bergengsi. Ia lantas memilih mengikuti NBA Draft 2010 dan dipilih oleh Washington Wizards pada urutan pertama. Pemain yang kini berusia 35 tahun ini sering menempati posisi point guard utama. Dirinya berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan rata-rata 16,4 poin, 8,3 assist, 1,8 steal, 4,6 rebound, dan 0,5 block dari 69 pertandingan reguler 2010/2011. Ini membuatnya mewarnai daftar NBA All-Rookie First Team.

Wall sendiri kemudian semakin menunjukkan peran penting di posisi point guard Washington Wizards. Dia menjelma menjadi mesin poin bagi Wizards. Selain itu, dirinya dibekali visi bermain untuk mengatur serangan dan kecepatan yang membuatnya sulit dijaga lawan. Saat fase bertahan, kehadirannya dibutuhkan demi menekan pergerakan dan mengantisipasi jalur umpan lawan.

Sayangnya, Wall tidak mampu membawa Washington Wizards melangkah jauh di NBA. Prestasi terbaiknya adalah dengan mengawal Wizards masuk ke Eastern Conference Semifinal pada 2013/2014 dan 2014/2015. Selain itu, cedera sempat menghambat performanya. Dirinya menciptakan rata-rata 19 poin, 4,3 rebound, 9,2 assist, 1,7 steal, dan 0,7 block dari total 573 pertandingan. Setelah kurang lebih 10 tahun, dia kemudian ditukar ke Houston Rockets pada Desember 2020.

3. Kwame Brown lebih sering berperan sebagai pelapis bersama Washington Wizards

Kwame Brown merupakan lulusan Glynn Academy yang bisa mengisi posisi power forward atau center. Pemain kelahiran Charleston, South Carolina ini mengukir berbagai pencapaian individu. Dirinya kemudian percaya diri untuk berpatisipasi di NBA Draft 2001. Keputusannya tepat, dia ketika dipilih oleh Washington Wizards pada urutan pertama.

Brown sendiri ketika itu ternyata lebih sering berperan sebagai pelapis dalam sistem permainan Washington Wizards. Ia gagal menunjukkan konsistensi permainan. Selain itu, dia sempat absen panjang lantaran patah tulang kaki dan cedera ankle. Ini membuatnya semakin tersisih dari Wizards. Dirinya tercatat membuat rata-rata 7,7 poin, 5,5 rebound, 1 assist, 0,6 steal, serta 0,7 block dari total 253 pertandingan. Dirinya kemudian ditukar ke Los Angeles Lakers pada Juli 2005.

Ketiga pemain di atas dipilih oleh Washington Wizards pada urutan pertama NBA Draft. Dybantsa sendiri menghadirkan harapan untuk mendongkrak kualitas Wizards agar bisa tampil kompetitif di NBA. Sementara, Wall dan Brown telah pensiun dari basket profesional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article