Timnas Futsal Indonesia Sudah Kalah 2 Kali Dalam Uji Coba di Spanyol

- Timnas Futsal Indonesia kalah dua kali dalam uji coba di Spanyol, masing-masing 3-5 dari O Parullo Ferrol FS dan 1-6 saat menghadapi Palma.
- Melawan O Parullo, Indonesia sempat unggul lewat Reza Gunawan dan memperkecil skor melalui Israar Megantara serta Muhammad Sanjaya, tetapi tetap takluk.
- Pelatih Hector Souto menyebut laga ini menunjukkan jarak dengan futsal Eropa dan Amerika Selatan, sekaligus target meningkatkan level tim secara bertahap.
Jakarta, IDN Times - Timnas Futsal Indonesia sudah dua kali melakoni uji coba di Spanyol, yakni melawan O Parullo Ferrol FS dan Palma. Dari dua kali uji coba itu, tampak kekuatan nyata futsal Negeri Matador.
Melawan O Parullo, Timnas Futsal menderita kekalahan dengan skor 3-5. Hasil buruk kembali didapat tim Garuda saat bersua Palma. Mereka kalah dengan skor 1-6.
1. Timnas Futsal sempat tampil ciamik lawan Parullo

Timnas Futsal Indonesia lakoni uji coba di Spanyol. (Dok. FFI) Bersua Parullo, Timnas Futsal sempat memberi perlawanan. Mereka unggul lebih dulu via Reza Gunawan, tetapi harus mengakui keunggulan Parullo dengan skor 1-3 di babak pertama.
Di babak kedua, Timnas Futsal sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-4. Israar Megantara dan Muhammad Sanjaya. Namun, pada akhirnya, mereka kalah 3-5 dari Parullo.
2. Kalah dari Palma dengan skor telak

Timnas Futsal Indonesia lakoni uji coba di Spanyol. (Dok. FFI) Bersua Palma, Timnas Futsal harus mengakui dominasi dari Palma. Bersua tim futsal papan atas Spanyol itu, skuad asuhan Hector Souto sudah dapat tekanan ketat dari Palma.
Total enam gol sukses dilesakkan Palma ke gawang Timnas Futsal Indonesia. Skuad Garuda hanya mampu mencetak satu gol saja via Reza Gunawan. Skor 1-6 mewarnai kekalahan Timnas Futsal.
3. Memang bertujuan untuk merasakan level Eropa

Timnas Futsal Indonesia lakoni uji coba di Spanyol. (Dok. FFI) Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyebut butuh 20 tahun agar tim Garuda bisa bersaing dengan tim-tim futsal top dunia. Saat ini, dominasi Eropa dan Amerika Selatan masih terasa.
"Tanggung jawab kami adalah mengejar ketertinggalan, mencoba untuk mendekati selangkah demi selangkah. Semoga, dalam 20 tahun, kami bisa bersaing secara langsung dengan tim-tim top Eropa dan Amerika Selatan," ujar Souto.
Souto mengungkapkan, adanya jarak ini adalah pengingat agar Timnas Futsal Indonesia tak cepat berpuas diri. Mereka memang kompetitif di level Asia Tenggara dan Asia, tetapi dunia jauh lebih luas.
"Di Asia Tenggara dan Asia kami telah bersaing dengan sangat baik. Saat ini targetnya adalah meningkatkan level Timnas Futsal Indonesia dan bersaing melawan tim-tim Eropa serta Amerika Selatan," ujar Souto.


















