Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Pembalap Akademi Ferrari yang Berhasil Menembus Formula 1
ilustrasi pembalap Ferrari di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Haas merekrut Rafael Camara sebagai pembalap utama Formula 1 2027 menggantikan Esteban Ocon, setelah juara F3 2025 dan memimpin klasemen F2 2026 hingga seri ke-12.
  • Ferrari Driver Academy, berdiri pada 2009, telah mengantar delapan alumninya ke Formula 1 per 21 Oktober 2026, termasuk Sergio Perez, Charles Leclerc, dan Oliver Bearman.
  • Leclerc menjadi lulusan akademi pertama yang membela Ferrari sebagai pembalap utama, sementara Camara dipilih Haas usai tampil kuat dalam tes mobil sebelumnya di Portimao.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Haas telah menunjuk Rafael Camara untuk mengisi satu kursi di Formula 1 2027. Pembalap asal Brasil tersebut akan menggantikan posisi Esteban Ocon yang kontraknya tak diperpanjang. Penunjukan Camara tak lepas dari performa apik di ajang lower series. Ia merupakan juara dunia Formula 3 2025 dan pemimpin klasemen Formula 2 hingga seri ke-12.

Camara merupakan didikan akademi balap Ferrari. Akademi tersebut sudah banyak menghasilkan pembalap Formula 1 sebelum Camara. Berikut delapan pembalap akademi Ferrari yang berhasil menembus Formula 1 per 21 Oktober 2026.

1. Jules Bianchi merupakan rekrutan pertama akademi balap Ferrari

Ferrari mendirikan akademi balap yang bernama Ferrari Driver Academy pada 2009. Pembalap pertama yang mereka rekrut adalah Jules Bianchi. Pembalap asal Prancis tersebut kemudian naik ke Formula 1 pada 2013 bersama Marussia.

Sebelum naik ke Formula 1, Bianchi dua kali meraih peringkat ketiga GP2 Series atau yang kini setara dengan Formula 2 pada 2010 dan 2011. Bianchi kemudian menjadi test driver bagi Ferrari pada 2011. Semusim berselang, ia menempati posisi serupa untuk Force India.

Pada 2013, Bianchi akhirnya bisa naik ke Formula 1 bersama Marussia. Sayang, kariernya berakhir tragis setelah menabrak crane di GP Jepang 2014. Meski telah mendapat perawatan intensif, Bianchi dinyatakan meninggal dunia pada Juli 2015.

2. Sergio Perez debut di Formula 1 pada 2010 bersama Sauber

Sergio Perez merupakan pembalap akademi Ferrari pertama yang naik ke Formula 1. Ia menandatangani kontrak bersama Sauber pada 2011. Perez meraih podium pertamanya di GP Malaysia 2012 setelah bertarung sengit dengan pembalap Ferrari, Fernando Alonso. Setelah meninggalkan Sauber, Perez kemudian membela McLaren (2013), Force India (2014--2018), Racing Point (2019--2020), Red Bull (2021--2024), dan Cadillac (2026).

Performa terbaik Perez terjadi ketika membela Red Bull. Mobil yang kompetitif membuat Perez bisa meraih peringkat kedua di bawah Max Verstappen pada 2023. Perez meraih 5 dari 6 kemenangan di Formula 1 bersama tim berlogo banteng tersebut. Satu kemenangan lain diraih bersama Racing Point di GP Sakhir 2020.

3. Charles Leclerc masih menjadi andalan Ferrari pada 2026

Charles Leclerc merupakan pembalap didikan akademi Ferrari pertama yang bergabung dengan Ferrari di Formula 1. Pembalap asal Monako tersebut membela tim berlogo kuda jingkrak tersebut sejak 2018 dan masih bertahan hingga 2026. Leclerc telah mempersembahkan sembilan kemenangan bagi Ferrari per 21 Oktober 2026.

Leclerc pertama kali masuk Formula 1 sebagai test driver Haas pada 2016 dan 2017. Ia kemudian menjadi pembalap utama Sauber pada 2018. Performa yang cukup konsisten membuatnya dikontrak Ferrari pada 2019 sebagai pengganti Kimi Raikkonen yang hengkang ke Alfa Romeo.

4. Lance Stroll naik ke Formula 1 bersama Williams pada 2017

Lance Stroll bergabung dengan akademi balap Ferrari pada 2010. Pembalap asal Kanada tersebut sempat menjuarai beberapa kompetisi lower series. Ia kemudian meninggalkan akademi tersebut pada 2015 setelah menerima tawaran Williams sebagai test driver.

Stroll akhirnya ditunjuk sebagai pembalap utama Williams pada 2017. Musim debutnya berlangsung cukup bagus dengan raihan satu podium di GP Azerbaijan. Ia menjadi rookie termuda yang meraih podium pada usia 18 tahun 239 hari.

Setelah dua musim bersama Williams, Stroll bergabung dengan Racing Point pada 2019 yang merupakan tim milik sang ayah, Lawrence Stroll. Ia masih berada di grid pada 2026 bersama Aston Martin. Namun, ia belum meraih satu poin pun hingga seri ke-17.

5. Mick Schumacher debut bersama Haas pada 2021

Mick Schumacher merupakan anak dari tujuh kali juara dunia, Michael Schumacher. Sang ayah merupakan legenda bagi Ferrari karena meraih 5 gelar juara dunia dan 72 kemenangan. Tak heran jika Mick bergabung dengan akademi balap Ferrari.

Prestasi Mick di ajang lower series cukup gemilang dengan menjadi juara dunia Formula 3 dan Formula 2. Sayang, prestasi apik tersebut tak berlanjut ketika Mick naik ke Formula 1 bersama Haas pada 2021. Ia hanya bertahan selama 2 musim dengan koleksi 12 poin. Ia sempat menjadi pembalap cadangan Mercedes pada 2024 tetapi tak pernah benar-benar kembali ke Formula 1.

6. Zhou Guanyu menjadi pembalap China pertama di Formula 1

Zhou Guanyu bergabung dengan akademi balap Ferrari pada 2014. Ia kemudian hengkang ke akademi balap Alpine pada 2019. Bersama Alpine, Zhou mengemban tugas sebagai test driver Renault pada 2020 dan Alpine pada 2021.

Zhou menjadi pembalap China pertama yang tampil di Formula 1 setelah menandatangi kontrak bersama Alfa Romeo pada 2022. Ia bertahan selama 3 musim hingga 2024 dengan koleksi 16 poin. Setelah itu, Zhou menjadi pembalap cadangan bagi Ferrari pada 2025 dan Cadillac pada 2026.

7. Oliver Bearman pernah membela Ferrari sebagai pembalap cadangan

Oliver Bearman menjadi pembalap akademi Ferrari lain yang pernah membela Ferrari di Formula 1. Berbeda dengan Leclerc, Bearman hanya berstatus sebagai pembalap cadangan di GP Arab Saudi 2024 menggantikan Carlos Sainz yang menjalani operasi usus buntu. Performa Bearman tergolong bagus dengan finis ketujuh.

Pada 2025, Bearman akhirnya debut di Formula 1 sebagai pembalap utama bersama Haas. Pada musim debutnya, Bearman finis di posisi ke-13 dengan 41 poin. Bearman masih menjadi pembalap Haas pada 2026 tetapi posisinya untuk musim 2027 masih belum pasti.

8. Rafael Camara menjadi pembalap baru Haas pada 2027

Rafael Camara menunjukkan prestasi gemilang sejak bergabung dengan akademi balap Ferrari pada 2022. Ia merupakan juara Formula Regional European Championship 2024 dan Formula 3 semusim berselang. Camara masih menjadi pemuncak klasemen Formula 2 2026 hingga seri ke-12.

Camara akan menjadi pembalap utama Haas pada 2027. Pembalap berusia 21 tahun tersebut menandatangi kontrak multi-tahun bersama tim asal Amerika Serikat tersebut. Menariknya, Camara sebelumnya tak pernah menjadi test driver maupun reserve driver di Formula 1.

Dilansir situs resmi Formula 1, Camara dipilih setelah tampil apik ketika mengikuti Testing of Previous Cars di Portimao pada Agustus 2026. Ia tampil baik di balik kemudi mobil Haas 2025. Camara mengalahkan kandidat lain seperti, Leonardo Fornaroli, Ryo Harakawa, dan Jack Doohan.

Akademi balap Ferrari telah menghasilkan banyak talenta berbakat yang berhasil menembus Formula 1. Namun, tak semuanya memiliki karier yang cemerlang. Lantas, mampukah Rafael Camara tampil apik bersama Haas pada 2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article