Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak 32 besar Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)
PBSI memiliki alasan berbeda dalam keputusannya memarkir dua ganda putranya. Untuk Fajar/Fikri, PBSI ingin mereka evaluasi lebih dulu agar bisa tampil lebih sempurna, setelah gagal total di Indonesia Open 2026 pekan lalu.
Mereka yang berstatus unggulan ketiga turnamen justru tumbang di babak awal, setelah dibekuk dua game langsung oleh pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Dengan evaluasi menyeluruh, harapnya bisa tampil lebih gahar di Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2026.
"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan kedepannya. Sementara itu, turnamen Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini," kata Antonius Budi Ariantho.