Fabio Di Giannantonio menanggapi kecelakaan yang terjadi pada balapan utama GP Jerman 2026. Pembalap berusia 27 tahun itu belum bisa memastikan penyebab dirinya terjatuh. Namun, Diggia melihat adanya sedikit keanehan karena data pada lap sebelum terjatuh sama persis dengan lap saat dirinya mengalami insiden.
"Kami melihat data dan itu sama persis seperti lap sebelumnya. Semua aspeknya sama persis, seperti suspensi, kecepatan, dan sudut kemiringan. Jadi, ini agak aneh. Namun, ini juga bagian dari permainan. Terkadang, kamu terjatuh tanpa benar-benar tahu penyebab pastinya. Itu kombinasi dari berbagai faktor," kata Fabio Di Giannantonio dilansir Motorsport.
Beberapa jam sebelumnya, Diggia mengalami insiden saat menjalani sesi warm-up. Ia terjatuh dalam kecepatan tinggi di tikungan 8. Diggia mengaku ban belakangnya mencapai batas traksi sehingga kehilangan kendali. Hal tersebut diduga karena pemakaian paket aerodinamika bagian belakang versi 2026.
Paket aerodinamika tersebut rupanya tetap tersemat pada motor Diggia saat balapan utama. Keputusan mempertahankan paket aerodinamika yang sama untuk balapan utama menjadi sorotan sejumlah pihak. Akan tetapi, Diggia membela keputusannya karena menilai perubahan paket aerodinamika bukanlah sebuah masalah besar untuk dirinya dan tim.
"Kami memiliki motor berperforma bagus sejak awal pekan balap. Kami menilai hal ini mungkin bukan masalah besar untuk mencobanya saat warm-up. Jika kami berpikir itu bukanlah langkah yang tepat, maka kami bisa kembali ke setelan sebelumnya dan punya kans untuk finis di zona podium. Jadi, kami tidak terlalu khawatir," jelas Fabio di Giannantonio dikutip Motorsport.