- GP Australia : Finis kedua (2024);
- GP Malaysia: Finis kedua (2024);
- GP Qatar: Finis ketiga (2024);
- GP Portugal: Finis pertama (2024);
- GP Valencia: Finis kedua (2021) dan finis ketiga (2022).
Penyebab Jorge Martin Gagal Raih Kemenangan di MotoGP Indonesia 2026

- Jorge Martin gagal menang di Mandalika setelah performanya fluktuatif: tekanan ban membuatnya kehilangan pimpinan sprint dan finis keempat, lalu finis ketiga balapan utama, 6,890 detik di belakang Marco Bezzecchi.
- Martin menilai minim pengalaman mengendarai Aprilia RS-GP di Mandalika, setelah absen musim lalu karena cedera, menghambat lajunya meski performanya membaik sepanjang akhir pekan.
- Dengan lima seri tersisa, Martin memimpin klasemen hanya dua poin dari Marc Marquez; ia punya riwayat podium di semua trek tersebut, tetapi belum mengulanginya bersama Aprilia.
Pekan balap MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9--11 Oktober 2026 bukanlah momen yang mudah bagi Jorge Martin. Ia gagal memperlebar jarak poin atas Marc Marquez dalam perebutan titel juara MotoGP 2026. Keduanya tetap terpisah dua poin di klasemen sementara.
Martin tidak sepenuhnya kecewa terhadap capaian di Sirkuit Mandalika. Justru, pembalap Aprilia Racing itu menatap balapan tersisa dengan optimisme. Ia percaya diri telah melewati masa sulit di MotoGP 2026. Namun, apa yang membuat Martin melewatkan kesempatan menorehkan kemenangan di Sirkuit Mandalika?
1. Performa fluktuatif Jorge Martin memupus kans kemenangan pada balapan sprint dan utama di Sirkuit Mandalika
Performa Jorge Martin sepanjang pekan balap GP Indonesia 2026 terbilang fluktuatif. Ia menempati posisi ketiga pada sesi latihan Jumat (9/10/2026) siang WIB lewat catatan waktu 1 menit 29,206 detik. Namun, ia berada di belakang Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi yang menempati posisi pertama serta kedua.
Kondisi serupa terjadi saat sesi kualifikasi kedua (Q2). Ia mengamankan posisi start kelima berbekal torehan waktu 1 menit 29,152 detik. Pembalap asal Spanyol itu kembali berada di belakang Fernandez yang meraih pole position dan Bezzecchi yang berada di posisi kedua.
Jorge Martin sebetulnya berpeluang meraih kemenangan saat balapan sprint. Ia memimpin sejak lap pertama menyusul kecelakaan yang Fernandez dan Bezzecchi di tikungan satu. Sayangnya, keunggulannya menguap akibat tekanan ban. Ini membuat Marc Marquez menyalip Martin pada lap kesembilan. Martin anjlok ke posisi keempat setelah melebar dan tersalip oleh Ai Ogura serta Fabio Di Giannantonio. Posisi tersebut bertahan hingga akhir.
Pada balapan utama, Martin sempat tercecer ke posisi keenam pada lap pembuka sebelum naik ke posisi ketiga pada lap ketiga selepas menyalip Marquez. The Martinator mampu menjaga posisinya sampai bendera finis berkibar. Ia finis dengan jarak 6,890 dari Bezzecchi yang memenangi balapan.
2. Jorge Martin menilai hasil kurang oke akibat minimnya pengalaman memacu RS-GP di Sirkuit Mandalika
Jorge Martin senang atas pencapaiannya pada pekan balap GP Indonesia 2026. Namun, ia tetap menyayangkan kegagalan meraih kemenangan saat balapan sprint. Minimnya pengalaman memacu motor RS-GP di Sirkuit Mandalika menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Martin. Ia absen di GP Indonesia musim lalu karena mengalami cedera.
"Tentu saja, aku banyak berkembang sepanjang akhir pekan dibandingkan pada hari pertama GP Indonesia, tetapi aku kekurangan beberapa lap. Mungkin mereka sudah membuat kemajuan musim lalu dan aku berusaha menyamai mereka saat ini. Kadang kala, aku merasa sulit menyamai kecepatan mereka ketika tidak ikut balapan di sebuah sirkuit pada musim sebelumnya," jelas Jorge Martin dilansir Motorsport.
Meski demikian, Martin optimistis menyongsong balapan tersisa musim ini. Pembalap bernomor motor 89 itu menilai performanya kian membaik seiring berjalannya waktu. Martin berharap kekurangan yang masih dirinya miliki tidak mengganjalnya dalam perebutan titel juara MotoGP 2026.
3. Jorge Martin punya rekam jejak cukup menjanjikan pada 5 balapan tersisa di MotoGP 2026
MotoGP 2026 menyisakan lima balapan tersisa, yaitu GP Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia. Jorge Martin punya rekam jejak cukup menjanjikan dalam lima seri tersebut dalam kariernya di kelas utama. Sebab, ia pernah naik podium pada tiap seri tersebut.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah finis terdepan di GP Portugal 2024. Martin memenangi balapan setelah memulai balapan dari posisi ketiga. Kemenangan itu terjadi saat dirinya memperkuat Pramac Racing. Adapun capaian Martin dalam lima balapan tersisa musim ini pada musim terdahulu mengacu data Forix per 16 Oktober 2026 adalah sebagai berikut:
Jika menilik dari capaian tersebut, Martin punya kans mengulangi, atau bahkan finis lebih baik pada balapan tersisa musim ini. Namun, hal yang perlu menjadi perhatian adalah semua pencapaian tersebut terjadi saat dirinya memacu motor Ducati Desmosedici. Martin belum mencetak hasil serupa pada seri yang sama saat memperkuat Aprilia.
Selain itu, Martin tetap perlu mewaspadai kekuatan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi yang masih bertarung dalam perebutan gelar juara dunia pembalap. Itu belum termasuk potensi kejutan dari pembalap lain, seperti Ai Ogura dan Pedro Acosta. Mereka bisa meramaikan persaingan dalam balapan yang berdampak pada tergerusnya kesempatan Martin memperlebar jarak poin di klasemen sementara. Aspek semacam ini perlu Martin cermati jika ingin mempertahankan kedudukannya di puncak klasemen.






















