National Basketball Association (NBA) resmi memulai musim reguler 2026/2027 sejak Selasa (20/10/2026) waktu Amerika Serikat. Bagi LeBron James, musim ini menjadi awal baru sebab untuk pertama kalinya membela Philadelphia 76ers. Lantas, apakah penampilan James pada awal NBA 2026/2027 terbilang impresif?
Performa LeBron James di Philadelphia 76ers pada Awal NBA 2026/2027
Take a Deeper Read
1. LeBron James membantu Philadelphia 76ers meraih hasil positif pada pramusim dan awal musim reguler NBA 2026/2027
LeBron James mengawali kiprahnya sebagai pemain Philadelphia 76ers pada pramusim NBA 2026/2027, tepatnya ketika bertandang ke markas Brooklyn Nets di Barclays Center, Brooklyn, New York, AS. Sixers memang kalah 108-114 dari Nets, tetapi James mampu menunjukkan performa menjanjikan dengan menorehkan 10 poin, 5 assist, 4 rebound, dan 1 steal hanya dalam 18 menit bermain pada paruh pertama (first-half) pertandingan. Sang megabintang kembali menginjak lapangan ketika Sixers menelan kekalahan atas Boston Celtics di kandang sendiri dengan catatan 8 poin, 7 assist, 8 rebound, dan 1 steal selama 25 menit bermain.
Memasuki musim reguler NBA 2026/2027 pada Selasa (20/10/2026), serangkaian pertandingan langsung tersaji, salah satunya pertemuan Sixers dengan New York Knicks yang sebelumnya mereka kalahkan pada pramusim. Tim asuhan Nick Nurse ini kembali menutup pertandingan dengan kemenangan 106-100 atas Jalen Brunson dan kolega di Madison Square Garden, New York, AS, yang menjadi markas Knicks. Di tengah penampilan impresif Tyrese Maxey dan Jaylen Brown, James turut memberikan kontribusi penting dengan mencatatkan 14 poin, 7 assist, 9 rebound, dan 1 steal dalam debutnya sebagai pemain Sixers pada musim reguler NBA 2026/2027.
Hingga 2 November 2026 pukul 11.00 WIB, James telah membantu Sixers mengoleksi 4 dari 6 kemenangan dalam total 7 pertandingan sepanjang musim reguler NBA 2026/2027, yaitu saat menghadapi Cleveland Cavaliers (114-106), Indiana Pacers (114-109), dan New York Knicks (98-93). Satu-satunya kekalahan saat James tampil terjadi ketika Sixers takluk 93-106 dari Detroit Pistons. Dari empat pertandingan yang dilakoni, James membukukan rata-rata 16,4 poin, 7 assist, 7 rebound, dan 1,6 steal dengan waktu bermain 33,5 menit per pertandingan.
2. LeBron James masih menunjukkan kemampuan ofensif dan defensif mumpuni pada usia 41
LeBron James membuktikan usianya yang telah menginjak 41 tahun tidak menghalanginya untuk tetap produktif di liga sekeras NBA. Sang megabintang masih mampu mempertahankan performa dan produktivitasnya. Sepanjang membela Los Angeles Lakers pada 2018/2019 hingga 2025/2026, James tercatat telah bermain dalam 479 pertandingan musim reguler dengan rata-rata 25,9 poin, 7,7 rebound, 7,9 assist, dan 1,15 steal per pertandingan.
Berkat roster Sixers yang memiliki banyak pemain andalan di sektor ofensif, mulai dari pemain veteran Jaylen Brown hingga rookie VJ Edgecombe, James kini tidak harus menjadi tumpuan utama dalam mencetak angka. Forward yang telah mengoleksi empat cincin juara bersama tiga klub di NBA ini mampu bertugas sebagai pengatur serangan (playmaker) yang sebelumnya diemban Tyrese Maxey. Alhasil, Maxey memiliki ruang yang lebih leluasa untuk mencetak angka berkat kemampuan James dalam mendistribusikan bola kepada rekan-rekan setimnya dengan visi bermain.
Kontribusi James tak hanya terasa pada sektor ofensif, tetapi juga defensif. Bersama Joel Embiid, James dapat membantu menjaga area perimeter, mengamankan rebound, serta membatasi ruang gerak lawan saat membangun serangan. Rata-rata 1,6 steal dan 1 blok per pertandingan pada musim reguler NBA 2026/2027 membuktikan kalau naluri defensif James masih terjaga, bahkan tampaknya solid dibandingkan musim sebelumnya.
3. LeBron James mulai membangun chemistry dengan rekan-rekan setimnya di Philadelphia 76ers
Tiap pemain yang baru bergabung ke tim NBA umumnya memerlukan waktu untuk membangun chemistry supaya bisa menciptakan permainan yang solid. Sebagai seornag megabintang, LeBron James tampaknya tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan tim barunya. Dia tidak hanya datang membawa pengalaman sebagai juara NBA empat kali, melainkan juga modal penting untuk menjalin kedekatan dengan rekan-rekannya di Philadelphia 76ers.
Joel Embiid, center yang sudah membela Sixers selama 11 musim, sebenarnya sudah memiliki chemistry kuat dengan James sejak mereka memperkuat Timnas Amerika Serikat di Olimpiade Paris 2024. Dalam wawancara yang dikutip Bleacher Report seusai laga internal (scrimmage) pada Sabtu (3/10/2026), James menyebutnya sebagai awal yang baik bagi skuad baru Sixers. Menurutnya, para pemain dapat menunjukkan kerja sama dan kekompakan yang solid selama sesi scrimmage berlangsung.
Hasil pun berbicara dengan mulai terlihatnya kemampuan James beradaptasi dengan gaya serta strategi permainan Sixers. Ketika menghadapi Brooklyn Nets pada pramusim NBA 2026/2027, misalnya, pemain dengan tinggi 2,06 meter serta berat 113 kilogram tersebut berkontribusi melalui umpan-umpannya yang dikonversi menjadi poin lewat layup dan dunk oleh VJ Edgecombe serta berujung pada tembakan tripoin oleh Tyrese Maxey. Kemudian, pada laga pembuka musim reguler NBA 2026/2027 yang mempertemukan Sixers dengan New York Knicks, James membangun chemistry dengan Maxey dan Jaylen Brown yang menjadikan mereka tiga besar pencetak angka terbanyak dari kubu Sixers dalam pertandingan ini.
Perjalanan LeBron James bersama Philadelphia 76ers untuk merebut gelar juara NBA tentu tidak akan mudah. Namun, melihat performanya pada awal NBA 2026/2027, mulai dari konsistensi permainan hingga chemistry yang makin terbangun dengan rekan setimnya, peluang sang megabintang untuk mengamankan cincin juara kelima sekaligus mengakhiri puasa gelar Sixers masih terbuka lebar.
Curated For You
- 6 Pebasket Serbia yang Berkarier NBA 2026/2027, NIkola Jokic Terbaik30 Oct 2026, 11:38 WIB
- Daftar Pemain yang Cedera pada Minggu Pertama NBA 2026/202729 Oct 2026, 16:48 WIB
- 3 Game Pertama Luka Doncic Cetak 50 Poin Lebih Bersama LA Lakers27 Oct 2026, 06:52 WIB