Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah

2 min read
Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah
Pembalap asal Italia, Kimi Antonelli, usai juara Formula 1 musim 2026 (AFP / Carl de Souza)
  • Kimi Antonelli mengunci gelar juara dunia F1 2026 setelah finis ketiga di Grand Prix Meksiko.

  • Pada usia 20 tahun 68 hari, Antonelli memecahkan rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia F1 termuda.

  • Antonelli mengamankan gelar saat musim masih menyisakan empat seri dan memimpin klasemen dengan 380 poin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, menorehkan sejarah baru di Formula 1. Catatan tersebut dibukukan setelah Kimi memastikan gelar juara dunia pertamanya pada Grand Prix Meksiko 2026.

Dengan torehan tersebut, Antonelli menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang meraih gelar juara dunia. Pembalap Italia itu meraih titel setelah finis di posisi ketiga. Sejatinya, Antonelli hanya membutuhkan finis minimal di posisi sembilan untuk mengunci gelar di Autodromo Hermanos Rodriguez.

  1. 1. Antonelli pecahkan rekor Sebastian Vettel

    Gelar juara dunia ini menjadikan Antonelli pembalap termuda yang pernah menjadi juara dunia Formula 1, memecahkan rekor Sebastian Vettel. Vettel sempat lama menjadi pembalap termuda yang meraih gelar juara dunia F1.

    Kala menjadi juara pertama kalinya di musim 2010, Vettel berusia 23 tahun 134 hari. Sementara, Antonelli mengamankan gelar juara dunia 2026 pada usia 20 tahun 68 hari. Artinya, tiga tahun lebih muda ketimbang Vettel.

  2. 2. Dominan sejak awal musim

    Perjalanan Antonelli menuju gelar juara dunia mulai terlihat sejak putaran ketiga musim ini. Antonelli mengambil alih posisi teratas klasemen setelah meraih kemenangan beruntun di Grand Prix China dan Jepang.

    Momentum tersebut terus berlanjut. Antonelli menambah empat kemenangan pada paruh pertama musim melalui Grand Prix Miami, Kanada, Monako, dan Belgia.

    Setelah jeda musim panas, dia kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih tiga kemenangan tambahan di Italia, Spanyol, dan Austin. Rangkaian hasil tersebut membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen dan memperlebar jarak dari para pesaingnya.

  3. 3. Kunci gelar saat masih tersisa empat seri

    Antonelli berada di puncak klasemen Formula 1 2026 dengan catatan 380 poin. Antonelli unggul atas rekan setimnya, George Russell, yang berada di posisi keempat dengan 250 poin.

    Posisi kedua diisi pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, dengan capaian 261 poin dan selisih tipis dengan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, yang mengantongi 259 poin.

    Antonelli mengantongi gelar juara dunia 2026 meskipun balapan masih menyisakan empat seri lagi, yakni seri Brasil (6-8 November 2026), Las Vegas (19-21 November 2026), Qatar (27-29 November 2026), dan Abu Dhabi (4-6 Desember 2026).

    Meski sudah juara, Antonelli mengaku masih sulit memahaminya. Bagi Antonelli, musim ini merupakan perjalanan yang luar biasa bagi karier balapnya.

    "Saya kehabisan kata-kata. Saya masih mencoba memproses apa yang baru saja terjadi. Ini merupakan musim yang luar biasa, dan bisa berbagi podium dengan Max dan Lewis benar-benar istimewa. Saya menantikan pertarungan-pertarungan lainnya di masa depan," kata Antonelli, mengutip Motorsport.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More