Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Performa 4 Pebulu Tangkis Unggulan Indonesia di All England 2026

Performa 4 Pebulu Tangkis Unggulan Indonesia di All England 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/SHVETS production)
Intinya Sih
  • All England 2026 berakhir tanpa satu pun wakil Indonesia di final, setelah seluruh pemain unggulan tersingkir sejak babak awal hingga semifinal.
  • Sabar/Reza gugur di babak pertama, Jonatan Christie serta Fajar/Fikri kalah di babak kedua, sementara Putri Kusuma Wardani terhenti di perempat final.
  • Hasil ini menandai performa kurang memuaskan bagi skuad Merah Putih, yang gagal mempertahankan dominasi dan pulang tanpa gelar dari turnamen bergengsi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

All England 2026 menggelar laga final pada Minggu (8/3/2026), di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Sayangnya, pada laga puncak turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini tidak ada satu pun wakil Indonesia.

Skuad Merah Putih sudah kehabisan wakilnya sejak semifinal. Kebanyakan dari wakil Indonesia tumbang pada babak awal hingga perempat final, tak terkecuali pemain unggulan. Para pemain unggulan Indonesia banyak yang tumbang lebih awal. Berikut performa empat pebulu tangkis unggulan Indonesia di All England 2026.

1. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani langsung keok pada babak pertama

Indonesia langsung kehilangan salah satu pebulu tangkis unggulan pada babak pertama All England 2026. Unggulan tersebut adalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari sektor ganda putra yang menempati posisi sebagai unggulan ketujuh. Mereka tumbang di tangan ganda putra bersaudara asal Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov dalam duel singkat 2 game langsung dengan skor 12-21 dan 12-21 dalam waktu 32 menit.

Bagi Sabar/Reza, ini merupakan kekalahan pertama mereka dari ganda putra peringkat 25 dunia tersebut. Sebelumnya, saat bersua untuk pertama kalinya mereka menang dua game langsung. Kini, rekor pertemuan mereka menjadi sama kuat 1-1.

2. Jonatan Christie takluk pada babak kedua

Satu-satunya unggulan Indonesia di sektor tunggal putra, Jonatan Christie, juga tumbang lebih awal di All England 2026. Unggulan keempat itu takluk pada babak kedua dari Lin Chun Yi asal Taiwan yang akhirnya keluar sebagai juara. Ia kalah 2 game langsung dalam pertarungan yang berlangsung selama 48 menit.

Jonatan sejatinya mengawali laga cukup baik. Ia bahkan sempat unggul saat interval game pertama dengan skor 11-9. Sayangnya, ia gagal mempertahankan permainan terbaiknya hingga akhirnya kalah dengan skor tipis 19-21. Memasuki game kedua, permainannya jauh menurun. Ia nyaris tidak pernah unggul hingga akhirnya kalah dengan skor telak 12-21. Kekaahan itu membuat rekor pertemuan mereka menjadi sama kuat 3-3.

3. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga tersingkir pada babak kedua

Senasib dengan Jonatan Christie, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga tersingkir lebih awal meskipun diunggulkan. Mereka tumbang pada babak kedua di tangan ganda putra Indonesia lainnya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Unggulan kelima itu kalah dalam pertempuran 3 game yang berjalan selama 55 menit.

Fajar/Fikri memulai laga dengan impresif. Mereka mengendalikan jalannya pertandingan hingga akhirnya menang telak 21-8. Namun, kondisi berbalik pada game kedua dan ketiga. Mereka dibuat tak berdaya oleh juniornya itu dengan kekalahan 14-21 dan 16-21. Kekalahan itu memperburuk rekor pertemuan Fajar/Fikri dengan pasangan muda tersebut. Kini, mereka semakin tertinggal dengan 0-3.

4. Putri Kusuma Wardani terhenti pada perempat final

Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya pebulu tangkis unggulan Indonesia yang tidak gugur pada babak awal di All England 2026. Tunggal putri unggulan keenam itu sukses menembus perempat final. Capaian itu membuatnya menjadi pebulu tangkis unggulan Indonesia yang melaju terjauh di All England 2026.

Langkah Putri dihentikan unggulan pertama sekaligus juara bertahan asal Korea Selatan, An Se Young. Ia kalah dalam duel singkat 2 game langsung yang berdurasi 39 menit dengan skor 11-21 dan 14-21. Kekalahan ini memastikan Indonesia tidak lagi memiliki wakil unggulan di sisa laga All England 2026. Selain itu, kekalahan ini turut memperburuk rekor pertemuan Putri dengan An Se Young menjadi 0-9.

Penampilan pebulu tangkis unggulan Indonesia di All England 2026 terbilang mengecewakan. Alih-alih pulang dengan gelar juara, kebanyakan mereka justru sudah tumbang sebelum perempat final.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More