Skandal Wasit Serie A, Inter Milan Ikut Terseret?

- Gianluca Rocchi, kepala penugasan wasit Serie A dan B, menghukum dirinya sendiri demi kelancaran penyelidikan dugaan penipuan olahraga oleh Kejaksaan Milan.
- Penyelidikan menyoroti dugaan campur tangan Rocchi dalam protokol VAR dan penunjukkan wasit untuk menguntungkan satu klub, sementara Inter Milan membantah keterlibatan dalam skandal tersebut.
- Kasus ini memunculkan kembali bayang-bayang skandal Calciopoli 2006, membuat publik mempertanyakan kembali integritas perwasitan di sepak bola Italia.
Jakarta, IDN Times - Belum usai isu soal prostitusi, Serie A kembali diguncang skandal lainnya yang lebih sensitif. Direktur Penugasan wasit Italia yang bertugas mengatur wasit di Serie A dan B, Gianluca Rocchi, menghukum dirinya sendiri.
Hal itu diambil Rocchi secara sukarela, menyusul adanya penyelidikan dugaan penipuan olahraga oleh Kantor Kejaksaan Milan. Hal itu semata agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.
1. Pilihan yang harus diambil
Rocchi mengaku hal ini adalah keputusan sulit baginya. Namun, keputusan itu harus diambil agar proses penyelidikan bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan.
"Pilihan ini menyakitkan dan sulit, tetapi diambil bersama keluarga saya agar proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Saya yakin akan melewatinya tanpa terluka dan kembali lebih kuat," ujar Rocchi, dilansir Football Italia.
Selain Rocchi, pengawas VAR, Andrea Gervasoni, juga mengambil langkah serupa. Keduanya tengah diselidiki terkait dugaan pelanggaran yang terjadi pada Serie A 2024/25 lalu.
2. Ada protokol VAR yang dicampuri Rocchi
Berdasarkan laporan Football Italia, Rocchi telah mencampuri protokol VAR, plus mengatur penunjukkan wasit. Semua demi menguntungkan satu klub, dan itu diduga Inter Milan.
Inter langsung merespons tuduhan ini. Bos Inter, Beppe Marotta, menegaskan pihaknya tak pernah memiliki preferensi terhadap wasit, serta tidak terlibat dalam skandal yang dituduhkan.
"Kami mengetahui hal ini dari media dan tentu terkejut. Kami tidak memiliki wasit yang disukai atau tidak. Kami yakin bertindak secara adil, dan itu seharusnya cukup meyakinkan semua pihak," kata Marotta.
3. Aroma Calciopoli yang masih ada di Italia
Seiring mencuatnya skandal ini, publik pun kembali diingatkan akan skandal Calciopoli yang mengguncang Italia pada 2006. Kala itu, klub-klub besar macam Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina terlibat.
Kini, skandal yang tidak jauh berbeda kembali melanda sepak bola Italia, dalam hal ini Serie A. Integritas wasit di kompetisi sepak bola negara tersebut masih jadi pertanyaan publik.

















