MPL ID S17 Playoff Digelar di Velodrome Jelang 5 Abad Jakarta

Jakarta, IDN Times - Jakarta International Velodrome kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan babak Playoffs MPL Indonesia Season 17 yang akan digelar pada 10 sampai 14 Juni 2026. Pemilihan Velodrome pada 2026, menandai kali ketiga venue tersebut digunakan untuk MPL Indonesia, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada Season 13 dan 15. Dalam dua edisi tersebut, total lebih dari 30 ribu pengunjung hadir selama lima hari pelaksanaan.
Direktur Bisnis dan Operasional Jakpro, Adi Adnyana, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung penyelenggaraan playoff MPL Indonesia Season 17 di Velodrome. Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan tak lepas dari pengalaman dan kesiapan fasilitas yang dimiliki.
"Sudah kami buktikan siap, makanya sekarang terpilih lagi. Banyak venue bagus, tapi mereka memilih Velodrome karena ada hal esensial yang membuat kami dipercaya," kata Adi dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
1. Dukung kebutuhan event

Adi menambahkan, kesiapan tersebut tidak hanya pada infrastruktur utama, tetapi juga mencakup keseluruhan lingkungan pendukung acara, mulai dari kapasitas penonton hingga fasilitas operasional.
"Kami benar-benar sudah siap. Environment-nya kami siapkan, termasuk untuk mendukung seluruh kebutuhan event," katanya.
2. Momentum untuk mendorong kolaborasi lintas sektor

Dia juga menilai turnamen e-sport seperti MPL dapat menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk transportasi publik dan pelaku UMKM, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Industri e-sport bergerak maju dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan, bahkan mencapai puluhan triliun rupiah. Ini bukan hanya tentang e-sport, tetapi juga bagaimana kita menggerakkan ekosistem yang lebih luas, termasuk transportasi, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya," kata Adi.
3. Rangkaian lima abad Jakarta

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha, menilai penunjukan Velodrome sebagai venue menjadi bukti kesiapan fasilitas olahraga di Jakarta sekaligus momentum memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat event internasional.
"Kami merasa terhormat karena Jakarta kembali dipercaya menjadi tuan rumah. Ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju 500 tahun Jakarta," ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan venue strategis di Jakarta terus ditingkatkan agar mampu mengakomodasi berbagai event besar, termasuk e-sport.
"Kami juga terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi fasilitas maupun pengalaman pengunjung," katanya.
Zuhud menuturkan, pengalaman Jakarta menjadi tuan rumah berbagai event internasional menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kota di tingkat global.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan kualitas event dan ekosistemnya, agar Jakarta semakin dikenal di dunia," ucapnya


















