Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Performa Tim Putri Indonesia di BATC 2026, Raih Medali Perunggu!

Ilustrasi bulu tangkis.
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/Karola G)

Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 telah menuntaskan rangkaian laga semifinal yang berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026. Turnamen beregu dua tahunan ini digelar di Qingdao, China, dan mempertemukan tim-tim terbaik Asia dalam persaingan menuju gelar juara. Dari sektor putri, tim beregu Indonesia harus menghentikan langkahnya setelah kalah dari Korea Selatan di babak empat besar.

Meski gagal melaju ke final, capaian tim putri Indonesia tetap layak mendapat apresiasi. Indonesia turun dengan komposisi skuad pelapis, sementara Korea Selatan tampil dengan kekuatan penuh yang diisi para pemain andalannya. Dengan kondisi tersebut, bagaimana performa tim putri Indonesia sepanjang BATC 2026 hingga akhirnya berhasil meraih medali perunggu? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Menang meyakinkan dengan skor 4-1 atas Hong Kong pada laga perdana fase grup X

Pada laga perdana fase Grup X, tim putri Indonesia langsung menghadapi Hong Kong dan sukses mengamankan kemenangan dengan skor 4-1. Satu-satunya poin yang lepas terjadi pada partai pembuka saat Thalita Ramadhani Wiryawan turun sebagai tunggal putri pertama. Ia harus mengakui keunggulan Lo Sin Yan Happyy dari Hong Kong setelah kalah dalam dua gim langsung.

Kekalahan tersebut tak mengganggu fokus tim secara keseluruhan. Indonesia bangkit dan tampil solid di empat partai berikutnya dengan meraih kemenangan beruntun. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim putri Indonesia untuk melangkah lebih percaya diri di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

2. Kalah tipis atas Jepang 2-3 pada perebutan juara grup X

Pada laga kedua fase grup, tim putri Indonesia berhadapan dengan Jepang dalam pertandingan yang menentukan posisi juara dan runner-up Grup X. Indonesia membuka laga dengan hasil kurang maksimal setelah kalah di partai pertama, namun mampu menyamakan kedudukan lewat kemenangan pada partai kedua. Persaingan berlangsung ketat sejak awal dan memperlihatkan kekuatan berimbang dari kedua tim.

Sayangnya, Indonesia kembali kehilangan momentum setelah kalah dua kali beruntun pada partai ketiga dan keempat. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kemudian berhasil menyumbang poin terakhir bagi Indonesia, sehingga skor akhir menjadi 2-3. Meski kalah tipis, hasil ini memastikan tim putri Indonesia lolos ke perempat final dan keluar sebagai runner-up Grup X.

3. Menang tipis atas tim Thailand 3-2 pada perempat final

Pada babak perempat final, tim putri Indonesia berhadapan dengan Thailand yang berstatus sebagai juara grup. Kedua tim sama-sama menurunkan pemain pelapis sehingga pertandingan berlangsung cukup seimbang sejak partai pertama. Thailand berhasil mencuri poin dari sektor tunggal, sementara Indonesia tampil lebih efektif di sektor ganda.

Penentuan kemenangan harus ditentukan hingga partai kelima. Tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo, tampil solid dan mampu mengamankan poin penting bagi tim. Kemenangan tipis 3-2 ini memastikan langkah Indonesia ke babak semifinal BATC 2026.

4. Takluk atas tim Korea Selatan dengan skor 3-1 pada laga semifinal

Pada babak semifinal, tim putri Indonesia menghadapi tantangan berat saat berjumpa Korea Selatan yang turun dengan skuad terbaiknya. Indonesia tertinggal lebih dulu 0-2 setelah kalah pada dua partai awal. Kondisi ini membuat langkah ke final semakin sulit bagi Srikandi Merah Putih.

Namun, Indonesia sempat menjaga asa lewat penampilan tunggal putri kedua, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Ia berhasil menyumbangkan poin dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Sayangnya, ganda putri kedua Indonesia gagal menambah poin, sehingga laga semifinal harus berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Korea Selatan.

Hasil kekalahan di semifinal memastikan langkah tim putri Indonesia terhenti di empat besar BATC 2026. Meski demikian, Indonesia tetap berhak atas medali perunggu dari ajang Kejuaraan Beregu Asia ini. Capaian tersebut menjadi hasil positif mengingat Indonesia tampil dengan komposisi pemain pelapis sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Korea Selatan melaju ke partai puncak dan akan menghadapi China pada laga final. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama menurunkan kekuatan terbaiknya. Sementara bagi Indonesia, raihan medali perunggu ini dapat menjadi bekal berharga untuk evaluasi dan persiapan ke turnamen beregu berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Baru 2 Negara yang Bisa Juara Piala Asia Futsal

08 Feb 2026, 07:00 WIBSport