Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Performa Tunggal Putri Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games

3 min read
Performa Tunggal Putri Indonesia dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Saif71.com)
Share Article

Tunggal putri menjadi salah satu sektor dengan hasil kurang memuaskan bagi bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026. Dari nomor individu, sektor ini menjadi satu dari dua nomor yang gagal menyumbangkan medali untuk Merah Putih.

Hasil tersebut kembali menambah catatan perjalanan tunggal putri Indonesia di Asian Games. Lantas, bagaimana performa sektor tunggal putri Indonesia dalam lima edisi terakhir Asian Games per 2026?

  1. 1. Tumbang sebelum perempat final di Asian Games 2010

    Tunggal putri Indonesia diwakili Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti di Asian Games 2014. Keduanya gagal meraih medali. Mereka bahkan sama-sama gugur sebelum perempat final. Maria Febe Kusumastuti tersingkir terlebih dulu pada babak pertama. Ia kalah dari tunggal putri Taiwan, Pai Hsiao Ma, 2 game langsung dengan skor 16-21 dan 11-21. Sementara itu, Adriyanti Firdasari sukses melewati babak pertama. Namun, ia langsung tumbang pada babak kedua saat berhadapan dengan Wong Mew Choo asal Malaysia yang saat itu diunggulkan di urutan kedelapan. Ia tumbang 2 game langsung dengan skor tipis 19-21 dan 18-21.

  2. 2. Gagal menyumbang medali di Asian Games 2014

    Lindaweni Fanetri dan Bellaetrix Manuputty menjadi ujung tombak Indonesia di sektor tunggal putri Asian Games 2014. Dua tunggal putri itu meraih hasil yang berbeda. Lindaweni Fanetri langsung angkat koper pada babak pertama setelah kalah di tangan unggulan kedua asal China, Wang Yi Han, yang akhirnya merebut emas. Ia takluk 2 game langsung dengan skor 16-21 dan 16-21. Di sisi lain, Bellaetrix Manuputty melaju lebih jauh meskipun gagal meraih medali. Ia menembus perempat final sebelum diadang Li Xue Rui yang merupakan unggulan pertama. Dalam pertarungan 2 game langsung, ia kalah dengan skor 9-21 dan 19-21.

  3. 3. Gugur pada babak kedua di Asian Games 2018

    Tunggal putri Indonesia mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani saat menjadi tuan rumah di Asian Games 2018. Sayangnya, keduanya kompak gugur pada babak kedua setelah kalah dari tunggal putri andalan India. Fitriani mengakhiri langkahnya lebih dulu setelah kalah dari Saina Nehwal. Ia tunduk 2 game langsung dengan skor telak 6-21 dan 14-21. Hasil itu kemudian diikuti Gregoria Mariska Tunjung dua jam setelahnya. Gregoria juga kalah 2 game langsung dari Pusarla Venkata Sindhu dengan skor 12-21 dan 15-21.

  4. 4. Gagal meraih medali di Asian Games 2022

    Di Asian Games 2022, tunggal putri Indonesia diwakili Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Keduanya sama-sama gagal meraih medali, tetapi Gregoria melaju lebih jauh dibandingakn Putri. Putri Kusuma Wardani tersingkir pada babak ketiga setelah kalah dari unggulan ketujuh asal India, Pusarla Venkata Sindhu. Ia keok 2 game langsung dengan skor 16-21 dan 16-21. Sementara itu, Gregoria melenggang hingga perempat final. Sayangnya, ia gagal ke zona medali setelah dikalahkan Aya Ohori asal Jepang 2 game langsung dengan skor 10-21 dan 19-21.

  5. 5. Pulang tanpa medali di Asian Games 2026

    Tunggal putri Indonesia lagi-lagi gigit jari di Asian Games 2026. Pada edisi ini, Merah Putih diwakili Putri Kusuma Wardani dan Talitha Ramadhani Wiryawan. Keduanya gagal menyumbangkan medali untuk Indonesia. Talitha Ramadhani Wiryawan lebih dulu kalah pada babak kedua. Ia takluk di tangan tunggal putri Vietnam, Nguyen Thuy Linh, 2 game langsung dengan skor 15-21 dan 10-21. Di sisi lain, Putri Kusuma Wardani melesat satu langkah di depan Talitha. Ia yang diunggulkan secara mengejutkan gugur pada babak ketiga dari Unnati Hooda asal India 2 game langsung dengan skor 19-21 dan 13-21.

    Melihat lima edisi terakhir Asian Games per 2026, tunggal putri Indonesia masih belum mampu berbicara banyak di ajang empat tahunan ini. Dari rentang waktu tersebut, bahkan tidak ada satu pun medali yang berhasil diraih. Hasil terbaik masih berkutat di perempat final.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More