Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perjalanan Nurisa Dian Ashrifah Meraih Emas Asian Games 2026

4 min read
Perjalanan Nurisa Dian Ashrifah Meraih Emas Asian Games 2026
ilustrasi panahan (pexels.com/Zhengyang Tian)
  • Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 melalui nomor compound individu putri, sekaligus menjadi emas panahan pertama Indonesia dalam sejarah Asian Games.
  • Memulai kualifikasi di peringkat kedelapan dengan 701 poin, Nurisa kemudian menyingkirkan Madeleine Xue Li Ong dan Viktoriya Lyan pada fase eliminasi.
  • Nurisa mengalahkan unggulan India Chikitha Taniparthi, Kang Yeon Seo dari Korea Selatan, lalu Amaya Amparo Cojuangco 139-137 pada final di Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia mengamankan emas kelima di Asian Games 2026. Emas tersebut diraih Nurisa Dian Ashrifah dari cabor panahan nomor individual compound putri. Nurisa memastikan emas kelima untuk Indonesia setelah memenangkan laga final yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026), di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Sq., Jepang.

Emas dari Nurisa terasa istimewa karena ini merupakan emas pertama Indonesia dari panahan sepanjang keikutsertaanya di Asian Games. Tentu perjalanan Nurisa tidak mudah untuk meraih emas bersejarah ini. Berikut rekap perjalanan Nurisa Dian Ashrifah dalam meraih emas di Asian Games 2026.

  1. 1. Hanya finis di peringkat delapan saat kualifikasi

    Nurisa Dian Ashrifah memulai perjalanan emasnya di Asian Games 2026 dari babak kualifikasi. Pada babak ini, Nurisa bukanlah pemanah yang finis di posisi tertinggi. Ia hanya berakhir di urutan ke-8 dengan total 701 poin. Jumlah itu didapat dari babak pertama dengan 348 poin serta babak kedua dengan 353 poin. Sepanjang kualifikasi, Nurisa melepaskan anak panah tepat di area lingkaran X sebanyak 21 kali. Ia juga berhasil melepaskan anak panah yang mengenai area dengan 10 poin (di luar lingkaran X) sebanyak 32 kali. Hasil itu langsung membawa Nurisa ke babak kedua atau 32 besar eliminasi tanpa bertanding terlebih dulu pada babak pertama.

  2. 2. Menyingkirkan pemanah SIngapura pada babak kedua

    Nurisa Dian Ashrifah dihadapkan dengan pemanah Singapura pada babak kedua Asian Games 2026. Ia bersua Madeleine Xue Li Ong yang pada babak kualifikasi finis di peringkat 31 dengan 689 poin. Nurisa tampil luar biasa pada babak ini. Ia mencatatkan poin yang nyaris sempurna untuk mengalahkan Ong. Sepanjang laga, Nurisa hanya 1 kali gagal mendapatkan 10 poin. Pertandingan ini berakhir dengan keunggulan 149-142 untuk Nurisa.

  3. 3. Memulangkan pemanah Kazkahstan pada babak ketiga

    Nurisa Dian Ashrifah terus menunjukkan performa yang stabil pada babak ketiga Asian Games 2026. Pada babak 16 besar ini, ia dihadapkan dengan pemanah Kazkahstan, yakni Viktoriya Lyan. Nurisa memenangkan duel ini dengan skor 148-145. Sepanjang laga, ia nyaris selalu mendapatkan 10 poin. Nurisa hanya gagal 2 kali meraih 10 poin yang membuatnya lebih unggul dari Lyan.

  4. 4. Menaklukkan unggulan pertama pada perempat final

    Nurisa Dian Ashrifah mencatatkan kejutan besar pada perempat final Asian Games 2026. Ia menaklukkan unggulan pertama sekaligus favorit juara asal India, Chikitha Taniparthi. Duel Nurisa kontra peraih emas nomor beregu putri dan campuran itu berlangsung sangat sengit. Nurisa dipastikan menjadi pemenang setelah unggul tipis dengan skor 144-143. Meskipun unggul tipis, Nurisa sejatinya nyaris selalu unggul di setiap game. Ia hanya satu kali mengalami ketertinggalan, yakni pada game keempat.

  5. 5. Menumbangkan unggulan asal Korea Selatan pada semifinal

    Kejutan yang diciptakan Nurisa Dian Ashrifah tidak berhenti pada perempat final. Memasuki semifinal, Nurisa kembali menumbangkan pemanah unggulan. Kali ini, ia mengalahkan Kang Yeon Seo asal Korea Selatan yang merupakan unggulan keempat. Dalam laga ini, ia menang dengan skor yang meyakinkan 147-143. Awalnya, pertandingan berlangsung sengit pada game pembuka. Namun, pada empat game setelahnya, Nurisa menguasai jalannya laga.

  6. 6. Mengatasi pemanah Filipina pada final

    Pada laga final atau perebutan emas, Nurisa Dian Ashrifah dihadapkan dengan pemanah lainnya yang juga mencatatkan beberapa kejutan, yakni Amaya Amparo Cojuangco asal Filipina. Cojuangco sendiri tidak termasuk pemain unggulan. Namun, ia berhasil melesat ke final dengan mengalahkan beberapa unggulan, seperti unggulan kedua asal Iran pada perempat final dan unggulan ketiga pada semifinal.

    Duel final antara Nurisa dan Cojuangco ini berlangsung sengit. Keduanya silih berganti memimpin perolehan poin. Namun, Nurisa tampil lebih stabil dan mendulang lebih banyak poin pada game terakhir. Ia akhirnya menang dengan skor 139-137 untuk memastikan emas.

    Panahan Indonesia masih memiliki potensi untuk menambah medali. Tim recurve putri Indonesia yang diperkuat Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, serta Fathiyya Erista Maharani masih akan bertanding pada semifinal. Srikandi Merah Putih itu dijadwalkan berhadapan dengan tim unggulan pertama, yakni Korea Selatan, hari ini, Jumat (2/10/2026).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More