Fase akhir persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 (dok. InJourney)
Dari sisi sirkuit, progres kesiapan terus berjalan menuju homologasi FIM Grade A. Civil works telah mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen, dan race electronic 60 persen. Sementara sejumlah pekerjaan seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit, dan common garage telah mencapai 100 persen.
Selain kondisi fisik lintasan, kesiapan race electronic turut diperkuat melalui penyempurnaan sejumlah sistem pendukung operasional balap, termasuk light system, lap counter, controller digital flag, video matrix wall, CCTV track, serta perangkat komunikasi.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan kesiapan lintasan dan seluruh sistem pendukung race menjadi prioritas menjelang homologasi dan race week.
“Track inspection hari ini menjadi bagian dari pengecekan kesiapan lintasan menuju homologasi. Kami memastikan pekerjaan track maintenance, fasilitas keselamatan, race electronic, hingga seluruh sistem pendukung terus berjalan sesuai kebutuhan. Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap. Keselamatan dan pemenuhan standar penyelenggaraan menjadi prioritas utama,” ujar Ananda.
Dari sisi sumber daya race, sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober 2026, terdiri dari dua hari in-class training dan dua hari pelatihan lapangan.
Pergerakan logistik internasional juga telah dimulai. Dari total 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba, sementara lima air freight flight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober 2026. Kru, Dorna, dan racers akan mulai berdatangan pada awal Oktober.
Di luar race operation, kesiapan penyelenggaraan turut mencakup mobilitas penonton, pengamanan, dan layanan kesehatan. Sebanyak 118 shuttle disiapkan untuk mobilitas di dalam kawasan pada 9–11 Oktober 2026, ditambah kebutuhan dukungan 35 shuttle Pemprov NTB untuk transportasi luar kawasan.
Dari sisi pengamanan, ITDC menyiapkan 170 personel security dan 550 personel crowd control yang akan bekerja secara terintegrasi bersama stakeholder terkait. Kesiapan medis race dan non-race mencakup personel dan peralatan medis, heli medis, layanan rujukan hingga kebutuhan Mini ICU VIP.
Komitmen menghadirkan pengalaman wisata kelas dunia juga diperkuat melalui kolaborasi antara InJourney, Pemerintah Provinsi NTB, ITDC, serta pelaku industri pariwisata. Kolaborasi ini menjadi penting untuk memastikan peningkatan kunjungan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat diimbangi dengan kesiapan ekosistem pariwisata, mulai dari akomodasi, konektivitas, layanan, hingga berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan tingkat okupansi akomodasi di NTB menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 telah mendekati 100 persen dan diperkirakan terus meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan event.
“Tingkat okupansi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah nyaris mencapai 100 persen dan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan event. Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan,” ujar Ni Ketut Wolini.
Menurutnya, tingginya permintaan akomodasi tersebut menjadi momentum bagi pelaku pariwisata untuk memastikan kualitas layanan sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke NTB.
Kolaborasi lintas stakeholder dan pelaku industri pariwisata tersebut diharapkan dapat memastikan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak berhenti pada pengalaman di sirkuit, tetapi juga mendorong wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi, produk ekonomi kreatif, kuliner, serta pengalaman budaya yang ditawarkan NTB.