Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Rekan Setim F1 yang Didiskualifkasi pada Balapan yang Sama

ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya sih...
  • Enrique Bernoldi dan Heinz-Harald Frentzen didiskualifikasi di GP Australia 2002 karena masuk ke lintasan secara ilegal
  • Ralf Schumacher dan Juan Pablo Montoya didiskualifikasi di GP Kanada 2004 karena masalah rem
  • Cristiano di Matta dan Olivier Panis juga didiskualifikasi di GP Kanada 2004 karena alasan serupa
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

McLaren mendapat hasil buruk di Formula 1 GP Las Vegas 2025, Minggu (23/11/2025). Tim yang bermarkas di Woking, Inggris, tersebut gagal mendulang poin setelah Lando Norris dan Oscar Piastri sama-sama didiskualifikasi dari balapan. Diskualifikasi tersebut disebabkan skid block kedua mobil tersebut tak memenuhi batas ketebalan minimum.

Diskualifikasi terhadap dua pembalap merupakan sebuah pukulan telak bagi suatu tim. Hal tersebut tak hanya pernah dialami McLaren. Berikut sembilan rekan setim Formula 1 yang pernah didiskualifikasi pada balapan yang sama per 29 November 2025.

1. Enrique Bernoldi dan Heinz-Harald Frentzen didiskualifikasi di GP Australia 2002 karena masuk ke lintasan secara ilegal

GP Australia berakhir buruk bagi dua pembalap Arrows, Enrique Bernoldi dan Heinz-Harald Frentzen. Keduanya didiskualifikasi dari balapan karena dua alasan berbeda. Itu merupakan kali pertama dua rekan setim didiskualifikasi pada balapan yang sama.

Mobil kedua pembalap tersebut sempat mengalami masalah sebelum balapan dimulai. Alhasil, keduanya masuk pit lane sebelum balapan dimulai. Bernoldi didiskualifikasi karena melakukan pergantian mobil tanpa persetujuan dari stewards. Sementara, Frentzen didiskualifikasi karena meninggalkan pit lane ketika lampu masih berawarna merah.

2. Ralf Schumacher dan Juan Pablo Montoya didiskualifikasi di GP Kanada 2004 karena masalah rem

Williams melakukan modifikasi pada rem mobil mereka untuk menghadapi GP Kanada 2004. Hal itu dilakukan karena Sirkuit Gilles Villeneuve memiliki banyak titik pengereman keras. Namun, keputusan tersebut justru membuat kedua pembalapnya, Ralf Schumacher dan Juan Pablo Montoya, didiskualifikasi dari balapan.

Williams sebenarnya tampil solid dalam balapan tersebut. Schumacher berhasil menempati podium kedua, sementara Montoya finis kelima. Sayang, diskualifikasi tersebut membuat Williams pulang dengan tangan hampa.

3. Cristiano di Matta dan Olivier Panis juga didiskualifikasi di GP Kanada 2004 karena alasan serupa

Williams bukan satu-satunya tim yang didiskualifikasi dari GP Kanada 2004. Hal serupa juga dialami dua pembalap Toyota, Cristiano di Matta dan Olivier Panis. Sama seperti Williams, keduanya juga dianggap menggunakan sistem pengereman ilegal.

Performa Toyota sebenarnya tak terlalu buruk pada balapan tersebut. Di Matta berhasil mendulang poin setelah finis kedelapan. Sementara, Panis gagal masuk zona poin karena hanya mampu finis kesepuluh.

4. Jenson Button dan Takuma Sato didiskualifikasi di GP San Marino 2005 karena masalah sistem bahan bakar ilegal

British American Racing (BAR) tampil solid di GP San Marino 2005 setelah Jenson Button finis ketiga dan Takuma Sato finis kelima. Namun, mobil milik Button diketahui tak memenuhi batas minimum berat mobil. Sementara, mobil milik Sato tak ditemukan pelanggaran serupa.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mobil BAR diketahui menggunakan sistem bahan bakar ilegal. Hal itu membuat Sato pada akhirnya juga didiskualifikasi dari balapan tersebut. Pelanggaran tersebut bahkan membuat BAR dilarang balapan pada dua seri berikutnya.

5. Christijan Albers dan Tiago Monteiro didiskualifikasi di GP Jerman 2006 karena menggunakan sayap ilegal

Stewards mendiskualifikasi dua pembalap Midland, Christijan Albers dan Tiago Monteiro, di GP Jerman 2006. Keduanya diketahui menggunakan sayap belakang yang tidak sesuai regulasi. Sayap belakang yang ada pada mobil Midland dianggap terlalu fleksibel.

Hukuman tersebut sebenarnya tak terlalu memengaruhi hasil yang diraih Midland. Sebab, kedua pembalapnya sama-sama gagal mendulang poin karena finis di urutan ke-13 dan ke-14. Keduanya bahkan tertinggal hingga dua putaran dari posisi terdepan.

6. Sergio Perez dan Kamui Kobayashi didiskualifikasi di GP Australia 2011 karena menggunakan sayap ilegal

Debut Sergio Perez di GP Australia 2011 bersama Sauber berakhir dengan tragis. Pembalap asal Meksiko tersebut didiskualifikasi setelah mobilnya kedapatan menggunakan sayap belakang ilegal. Hal serupa juga menimpa rekan setim Perez, Kamui Kobayashi.

Hasil itu membuat Perez gagal menjadi pembalap Meksiko pertama yang meraih poin di Formula 1 dalam 30 tahun. Perez berhasil finis ketujuh dalam balapan tersebut. Sementara, Kobayashi tepat satu posisi di belakang Perez.

7. Daniel Ricciardo dan Nico Huelkenberg didiskualifikasi di GP Jepang 2019 karena menggunakan sistem pengereman ilegal

Renault gagal mendulang poin di GP Jepang 2019 setelah dua pembalapnya, Daniel Ricciardo dan Nico Huelkenberg, didiskualifikasi. Keduanya didiskualifikasi karena dianggap menggunakan sistem pengereman ilegal. Sebelumnya, Ricciardo berhasil finis ketujuh dan Huelkenberg kesepuluh.

Pelanggaran tersebut awalnya dilaporkan Racing Point yang melihat keanehan pada sistem pengereman Renault. Kemudi milik Renault terlihat bergerak sendiri tanpa adanya masukan dari sang pembalap. Stewards yang menanggapi laporan tersebut akhirnya mendiskualifikasi tim asal Prancis tersebut.

8. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton didiskualifikasi di GP China 2025 karena berat mobil dan ketebalan skid block

Charles Leclerc dan Lewis Hamilton berhasil finis kelima dan keenam di GP China 2025. Namun, kedua pembalap Ferrari tersebut gagal mendapat poin karena didiskualifikasi. Keduanya didiskualifikasi dengan dua alasan yang berbeda.

Leclerc didiskualifikasi karena mobilnya tak memenuhi berat minimum ketika dilakukan pengecekan setelah balapan berakhir. Sementara, Hamilton didiskualifikasi karena skid block miliknya tak memenuhi batas ketebalan minimum. Hasil tersebut jelas mengecewakan bagi Hamilton yang sebelumnya menjuarai sesi sprint race.

9. Lando Norris dan Oscar Piastri didiskualifikasi di GP Las Vegas 2025 karena masalah pada skid block

McLaren dipastikan pulang tanpa poin di GP Las Vegas 2025. Hal itu karena kedua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, didiskualifikasi dari balapan karena tak memenuhi batas ketebalan minimum pada bagian skid block. Sebelumnya, Norris menempati urutan kedua dan Piastri keempat.

Keputusan tersebut cukup berpengaruh terhadap perebutan gelar juara dunia. Norris yang seharusnya unggul 42 poin dari Verstappen kini tinggal menyisakan 24 poin. Sementara, poin Piastri menjadi sama dengan Verstappen. McLaren tak boleh mengulangi hal serupa pada dua balapan tersisa jika masih ingin meraih gelar juara dunia.

Sembilan rekan setim di atas pernah didiskualifikasi pada balapan yang sama. Kebanyakan dari mereka didiskualifikasi karena menggunakan komponen ilegal atau mobil yang tak sesuai regulasi. Diskualifikasi tersebut jelas menjadi pukulan telak bagi timnya karena gagal mendulang poin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Xabi Alonso Ubah Pendekatan, Konflik Real Madrid Mulai Reda

29 Nov 2025, 19:17 WIBSport