Sumardji Dapat Sanksi Berat dari FIFA, Denda Ratusan Juta

- Sumardji melanggar Kode Disiplin FIFA
- Sanksi berat dijatuhkan setelah investigasi mendalam
- Sumardji mundur dari kursi manajer Timnas Indonesia
Jakarta, IDN Times - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mendapat sanksi berat dari FIFA. Sumardji tak boleh mendampingi laga Timnas Indonesia dan harus membayar denda ratusan juta rupiah.
Hukuman itu buntut sikap Sumardji saat mendampingi Timnas sebagai manajer di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada Oktober 2025 lalu. Saat melawan Irak, Sumardji mendorong wasit Ma Ning.
1. Langgar Kode Disiplin FIFA

Dalam berkas yang dirilis FIFA, Sumardji dinyatakan melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (I) Kode Disiplin FIFA (FDC). Petinggi Bhayangkara FC itu dilarang mendampingi Pasukan Garuda sebanyak 20 laga, sesuai Pasal 69 FDC.
Sumardji juga harus membayar denda sebesar 15 ribu swiss franc, atau senilai Rp324,5 juta. Sumardji harus menuntaskan pembayaran ini hingga 30 hari setelah keputusan dirilis.
"Apabila setelah batas waktu tersebut Termohon tetap tidak melaksanakan atau tidak memenuhi keputusan ini secara penuh, Komite Disiplin FIFA dapat menjatuhkan sanksi tambahan," bunyi pernyataan Komite Disiplin FIFA.
2. Pelanggaran Sumardji sudah diinvestigasi

Sanksi berat itu dijatuhkan anggota Komdis FIFA, Jorge Palacio, Alejandro Jose Piera, dan Paola Lopez Barraza. Sidang dilakukan pada 18 November 2025.
Keputusan ini diambil setelah melakukan kajian secara mendalam. FIFA juga menerima laporan wasit, pengawas pertandingan, rekaman video, serta foto yang diserahkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
3. Sumardji sudah mundur dari kursi manajer

Di sisi lain, Sumardji memang tidak akan lagi mendampingi Timnas di bangku cadangan. Itu karena pria 53 tahun tersebut telah mundur dari kursi manajer Pasukan Garuda demi fokus di BTN.
"Saya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab baik itu senior, kelompok umur, termasuk SEA Games diserahkan ke Ketum PSSI supaya manajer Timnas dicarikan sosok paling tepat, ikhlas dan tanggung jawab," ujar Sumardji di Kantor I.League, Selasa (16/12/2025).


















