Menanti Konsistensi Habib Diarra sebagai Pemain Termahal Sunderland

- Sunderland memecahkan rekor transfer dengan membeli Habib Diarra dari Strasbourg
- Diarra minim bermain karena cedera dan Piala Afrika 2025, namun tampil menawan saat kembali bermain sebagai starter
- Penampilan kontra Burnley menjadi bukti potensi besar Diarra dan mempertegas statusnya sebagai pemain termahal Sunderland
Sunderland tampil apik di English Premier League (EPL) 2025/2026. The Black Cats bertengger di posisi kedelapan per pekan ke-24. Hasil ini jelas membanggakan mengingat mereka baru kembali bermain di kompetisi teratas sejak 2016/2017.
Performa impresif tersebut tidak terlepas karena kemampuan Regis Le Bris dalam meramu skuadnya. Namun, ada satu pemain yang sebetulnya belum termaksimalkan oleh pelatih asal Prancis itu. Dia adalah Habib Diarra, gelandang dari Senegal yang merupakan pembelian termahal klub.
1. Sunderland memecahkan rekor transfer saat memboyong Habib Diarra dari Strasbourg
Sunderland merekrut Habib Diarra dari Strasbourg pada 1 Juli 2025. Mereka memboyongnya setelah menyerahkan uang sebesar 31,5 juta euro (Rp547,52 miliar). Ini menjadikan pria yang lahir pada 3 Januari 2004 tersebut sebagai pembelian termahal dalam sejarah klub.
Diarra bermain 102 kali bersama Strasbourg. Jumlah yang tinggi untuk pemain seusianya. Penggawa setinggi 1,78 meter itu bahkan bertindak sebagai kapten pada musim terakhirnya yang berujung dengan keberhasilan Strasbourg lolos ke Liga Konferensi Eropa (UECL) 2025/2026. Pengalaman kaya serta kepemimpinan tersebut yang membuat manajemen Sunderland tidak ragu untuk memecahkan rekor transfernya.
2. Habib Diarra minim bermain pada paruh pertama karena cedera dan Piala Afrika 2025
Habib Diarra pun langsung menjadi andalan Regis Le Bris. Pemakai nomor punggung 19 itu membangun trio yang tangguh di lini tengah bersama Granit Xhaka dan Noah Sadiki. Diarra selalu bermain sebagai starter dalam empat pertandingan pertama Sunderland di Premier League 2025/2026 yang menghasilkan 2 kemenangan, 1 kekalahan, dan 1 keimbangan. Daya tarungnya yang tinggi terlihat pada pekan ketiga. Diarra membuat Sunderland mendapat hadiah penalti. Enzo Le Fee memaksimalkan peluang dan gol tersebut menjadi awal dari kemenangan comeback mereka atas Brentford dengan skor 2-1.
Sayangnya, progres positif tersebut terhenti. Diarra mengalami cedera di pangkal paha yang membuatnya absen hingga 12 pertandingan. Diarra akhirnya pulih dan bermain sebagai pengganti selama 26 menit ketika Sunderland menahan Brighton & Hove Albion tanpa gol di Amex Stadium pada 20 Desember 2025. Namun, ia harus kembali absen dalam lima laga berikutnya karena membela Timnas Senegal di Piala Afrika 2025. Tanpa Diarra dan penggawa lain yang terlibat di ajang tersebut, Sunderland cuma meraih 1 kemenangan, 3 keimbangan, dan menelan 1 kekalahan.
3. Habib Diarra tampil menawan saat kembali bermain sebagai starter
Habib Diarra pulang ke Sunderland dari Piala Afrika 2025 sebagai juara. Ia bermain 4 kali dari 7 pertandingan yang dilakoni Senegal di ajang yang berlangsung di Maroko tersebut. Diarra kembali membela Sunderland pada 24 Januari 2026 saat berhadapan dengan West Ham United. Namun, ia hanya tampil sebagai pengganti sejak awal babak kedua. Sunderland kalah 1-3 dan West Ham mencetak seluruh golnya ketika Diarra belum ada di lapangan.
Sunderland memberikan respon yang tepat pada Senin (2/2/2026). Mereka membantai Burnley 3-0. Diarra bermain sebagai starter pada laga ini. Ia membayar kepercayaan dengan mencetak satu gol pada menit 32. Gol pertama yang tercipta pada menit 9 juga sebetulnya berasal dari tendangannya. Namun, Premier League menyatakannya sebagai bunuh diri Axel Tuanzebe. Sementara, gol terakhir dibuat Chemsdine Talbi pada menit 72 dan Diarra mendapat standing applause ketika digantikan Lutsharel Geertruida 8 menit berselang.
Penampilan kontra Burnley tersebut menjadi bukti paling sahih terkait potensi besar Diarra sekaligus mempertegas statusnya sebagai pemain termahal Sunderland. Sayangnya, ia belum bisa menunjukkannya secara konsisten akibat cedera serta keterlibatan di Piala Afrika 2025. Sunderland jelas berharap Diarra mulai bisa melakukannya pada paruh kedua 2025/2026. Dengan bantuannya, bukan tidak mungkin mereka menembus kompetisi Eropa pada 2026/2027.


















