Saat Guardiola Kecam Serangan Palestina dan Penembakan di AS

- Pep Guardiola mengutuk kekerasan di Palestina dan penembakan di AS.
- Guardiola berharap agar tercipta situasi keamanan yang lebih baik untuk anak-anak dan keluarga.
- Komentar Guardiola bisa menjadi sindiran bagi Presiden AS, Donald Trump, yang baru saja dianugerahi FIFA Peace Prize.
Jakarta, IDN Times - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tak bisa menahan emosinya ketika bicara di depan media jelang duel kontra Newcastle United, Kamis dini hari WIB (5/2/2026). Guardiola mengecam kekerasan yang terjadi di Palestina akibat serangan Israel ke Gaza dan menewaskan 21 warga Palestina di tengah situasi gencatan senjata.
Bagi Guardiola, kekerasan yang terjadi di Gaza sangat tidak bisa ditolerir. Begitu pula dengan konflik di Sudan, perang Rusia-Ukraina, hingga penembakan dua demonstran oleh agen ICE ketika sedang berunjuk rasa atas isu imigran di Minneapolis, Amerika Serikat.
"Ketika saya melihat fotonya, maaf, menyakitkan. Itu menyakitkan buat saya. Itulah alasannya saya selalu bicara agar tercipta komunitas yang lebih baik dan aman. Saya akan selalu mencoba dan berada di posisi tersebut," kata Guardiola dilansir Daily Mirror.
1. Minta seluruh orang bayangkan orang terdekat jadi korban
Guardiola tak bisa membayangkan jika keluarganya berada dalam posisi tersebut. Dia juga berharap seluruh orang berpikir hal yang sama dengannya agar tercipta situasi keamanan yang lebih baik.
"Ini buat anak-anak, keluarga saya, kalian. Untuk kalian, keluarga kalian, terutama anak-anak. Pemain saya, staf, dan semua yang bisa dilakukan dalam pekerjaan ini, suarakan dan gunakan kekuatan kalian. Dari sudut pandang saya, di mana keadilan?" ujar Guardiola.
2. Insiden di Amerika gak masuk akal
Apa yang terjadi di Amerika Serikat, menurut Guardiola, sangat tak masuk akal. Sebab, salah satu dari korban yang ditembak oleh agen ICE merupakan tenaga kesehatan.
"Makanya, kalian harus bicara, atau ini cuma lewat saja. Di Amerika, Renee Good dan Alex Pretti dibunuh, salah satunya perawat. Bayangkan, salah satunya adalah anggota NHS, lima atau enam orang mengerubungi mereka, menjatuhkannya dan menembak 10 kali. Bagaimana caranya bertahan di situasi itu?" kata pria Spanyol tersebut.
3. Bisa jadi sindiran buat Trump
Komentar Guardiola tentunya bisa menjadi sindiran buat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebab, dia baru saja dianugerahi FIFA Peace Prize oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Akibat penghargaan itu pula, Infantino berada dalam pusaran kontroversi. Dia dikecam karena dianggap telah mencampuradukkan urusan sepak bola dengan politik.


















