Comscore Tracker

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi Suzuki

Kru Suzuki tetap profesional di tengah ketidakpastian

Suzuki angkat kaki dari MotoGP jadi salah satu kabar menghebohkan pada musim ini. Tak ada yang menyangka para petinggi Suzuki akan membuat keputusan radikal dengan hengkang dari ajang Grand Prix.

Livio Suppo juga kaget dengan keputusan itu. Padahal, ia baru beberapa bulan menjabat sebagai manajer tim Suzuki Ecstar. Suppo sendiri sebenarnya punya kontrak tiga tahun dengan pabrikan Hamamatsu. Ia bertekad menyelesaikan musim ini dengan baik.

1. Para kru Suzuki MotoGP risau dengan masa depan mereka

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi SuzukiJoan Mir dan kru mekaniknya (motogp.com)

Banyak pihak di garasi balap Suzuki kecewa dengan keputusan sepihak ini. Para petinggi Suzuki di Jepang secara mendadak memberikan kabar ini saat mereka sedang sibuk menjalani sesi tes resmi MotoGP di Sirkuit Jerez awal Mei 2022 lalu.

Sebagian besar risau dengan ketidakpastian mengenai masa depannya lantaran kehilangan pekerjaan. Bagi Joan Mir dan Alex Rins, keduanya masih sangat mungkin untuk bisa mendapatkan kursi di tim lain. Beda cerita dengan para teknisi, mekanik, atau pekerja lainnya.

2. Livio Suppo dan krunya ingin memberi tamparan moral bagi para petinggi Suzuki

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi SuzukiAlex Rins (motogp.com)

Sudah melakoni sepertiga jumlah balapan, MotoGP musim ini harus tetap dituntaskan. Ada keinginan dari para penghuni paddock Suzuki untuk memberikan tamparan di wajah para petinggi pabrikan Hamamatsu. Bukan secara fisik, tetapi secara moral dengan memenangkan gelar juara dunia musim ini.

“Kami tetap fokus pada pekerjaan kami meski tentu saja ada keputusan tertentu yang dibuat di atas kami. Misi kami tetap memenangkan kejuaraan dunia. Itu jadi misi kami sampai saat ini. Kami punya dua motor dan pembalap yang kompetitif, kami akan melakukan yang terbaik,” kata Suppo dikutip Corsedimoto.

Baca Juga: Suzuki Punya Tim Satelit MotoGP dan Tim Moto2? Ini Kata Livio Suppo

3. Suzuki salah satu tim MotoGP yang terorganisasi dengan baik

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi SuzukiJoan Mir dan Alex Rins (motogp.com)

Livio Suppo sudah puluhan tahun berkarier di MotoGP. Manajer kawakan ini sudah pernah mengurusi tim-tim besar bergelar juara dunia, seperti Ducati dan Honda. Bagi Suppo, hengkangnya Suzuki dari MotoGP sangat menyedihkan.

“Suzuki adalah tim yang fantastis. Aku sudah berada di lingkungan (MotoGP) ini selama lebih dari dua puluh tahun dan aku bisa katakan bahwa ini adalah tim yang sangat terorganisasi dengan baik. Sayang sekali tim ini tak bisa berlanjut, kita akan lihat apa yang bisa kami dapatkan,” ungkap Suppo.

4. Livio Suppo tak yakin slot Suzuki akan digantikan pabrikan lain

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi SuzukiAlex Rins dan Joan Mir (motogp.com)

Keluarnya Suzuki dari MotoGP akan meninggalkan satu slot kosong untuk tim pabrikan. Dengan keputusan yang mendadak, Livio Suppo sangat meragukan ada pabrikan lain yang mampu menggantikan Suzuki untuk musim depan.

“Jika sebuah pabrikan tak berencana untuk memasuki MotoGP beberapa tahun sebelumnya, tak mungkin sekarang mereka bisa langsung melakukannya,” kata manajer asal Italia itu dikutip Corsedimoto.

5. Suppo hanya ingin menyelesaikan musim 2022 dengan hasil baik

Cabut dari MotoGP, Livio Suppo Ingin Beri Balasan bagi Petinggi SuzukiJoan Mir (motogp.com)

Livio Suppo pun tak menampik kemungkinan Suzuki digantikan tim satelit. Beredar rumor di paddock MotoGP bahwa tim Leopard menaruh minat untuk tampil di kelas MotoGP. Namun, mengenai hal ini Suppo tak berkomentar banyak.

“Tim satelit? Struktur kami terorganisasi dengan sangat baik. Itu adalah tim yang bekerja dengan bagus, tetapi prioritas kami adalah menyelesaikan musim ini dan melakoni MotoGP dengan cara tertentu,” kata Suppo dilansir Corsedimoto.

 

Mundurnya Suzuki akan membuat MotoGP kehilangan salah satu tim yang paling kompetitif. Suzuki telah membuktikan bahwa mereka bisa sangat mumpuni di lintasan balap. Mereka pun bisa merebut gelar juara dunia 2020 lewat Joan Mir. Untuk musim ini, mungkinkah Mir atau Alex Rins kembali merebut titel tersebut?

Baca Juga: Catatan dari Para Petinggi di MotoGP Terkait Keputusan Suzuki

Ryan Budiman Photo Verified Writer Ryan Budiman

Hola... jadipunya.id

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya