Comscore Tracker

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama Sekali

Performa pabrikan Jepang jeblok dalam dua balapan terakhir

Yamaha mengikuti jejak Honda di MotoGP 2022 ini. Pada GP Jerman, Honda tak membawa pulang satu poin pun. Seminggu berikutnya, pada gelaran GP Belanda, giliran Yamaha yang menghasilkan poin nihil dalam balapan.

Tiga dari empat pembalap Yamaha tak mampu menuntaskan balapan karena terjatuh. Sedangkan, satu pembalap lainnya finis di luar zona poin.

1. Ini pertama kalinya Yamaha tak mendulang poin pada era MotoGP

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama SekaliFabio Quartararo (motogp.com)

Hasil buruk Yamaha ini terjadi pertama kalinya sejak era MotoGP diperkenalkan pada 2002. Pabrikan Iwata sejatinya sudah mengoleksi 8 gelar juara dunia dan 9 kali runner-up di kelas premier selalu mengemas poin pada setiap Grand Prix.

Sayangnya, balapan di Sirkuit Assen pada Minggu (26/6/2022) jadi noda bagi Yamaha. Baik pembalap di tim pabrikan maupun tim satelit tak mampu membawa pulang poin. Apa yang sebenarnya terjadi?

2. Fabio Quartararo DNF pertama kalinya musim ini

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama SekaliFabio Quartararo (motogp.com)

Sejak awal musim, Yamaha bisa dibilang hanya bertumpu kepada performa apik Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha). Juara dunia bertahan ini selalu finis di posisi sepuluh besar. El Diablo merebut 6 podium yang 3 di antaranya adalah kemenangan.

Ia pun selalu menuntaskan balapan. Tak ada yang menduga jika Quartararo tak bisa melewati garis finis pada seri balapan ke-11 di Belanda.

Quartararo yang sedang berjuang di posisi ke-3 terjatuh saat mencoba menyalip Aleix Espargaro di lap 5 tikungan 5. Meski berusaha untuk melanjutkan balapan, ia kembali terjatuh untuk kedua kalinya dan terpaksa harus berstatus did not finish (DNF).

“Aku membuat kesalahan seorang rookie. Aku terlalu menekan sejak awal balapan. Namun, itu sudah terjadi, dari kesalahan seperti ini kami belajar untuk masa depan. Hanya saja, ini benar-benar kesalahan bodoh,” ungkap Quartararo dilansir The Race.

Baca Juga: Insiden Fabio Quartararo jadi Panjang, Yamaha Bawa ke Pengadilan

3. Franco Morbidelli punya masalah lebih besar

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama SekaliFranco Morbidelli (motogp.com)

Hanya tiga putaran setelah Fabio Quartararo terjatuh, giliran Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha) yang tersungkur ke gravel Sirkuit Assen. Sebelumnya, ia berada di posisi ke-23 setelah menjalani long lap penalty.

Sepanjang musim, pembalap berusia 27 tahun itu memang tak sedang dalam performa terbaiknya. Ia kebanyakan finis di posisi belasan. Tak heran, saat terjatuh di Belanda, ia mengungkapkan bahwa Yamaha sebenarnya punya masalah yang lebih besar.

“Kecelakaan ini bukan masalah terbesar kami saat ini. Kami harus bisa lebih cepat, tetapi untuk melakukannya aku harus lebih agresif. Hanya saja, saat ini gaya balapku tak cukup agresif untuk melaju kencang di atas motor,” kata Morbidelli dikutip Speedweek.

4. Darryn Binder pun terjatuh di Belanda

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama SekaliDarryn Binder (motogp.com)

Pembalap rookie dari tim WithU Yamaha RNF, Darryn Binder, juga terjatuh di Sirkuit Assen. Ia terjatuh pada lap yang sama dengan Morbidelli. Balapan ini jadi salah satu momen tersulitnya di MotoGP.

“Assen adalah akhir pekan yang sulit untukku. Aku merasa kami seperti selalu berada selangkah di belakang tempat yang kami inginkan. Kami selalu tertinggal. Aku coba untuk maju dan menjadi lebih cepat, tetapi aku tak bisa mengambil langkah secepat yang aku mau,” kata Darryn dilansir Speedweek.

5. Andrea Dovizioso kehilangan banyak waktu

Yamaha Nestapa di MotoGP Belanda, Tak Meraih 1 Poin Sama SekaliAndrea Dovizioso (motogp.com)

Di antara semua pembalap Yamaha, hanya Andrea Dovizioso (WithU Yamaha RNF) yang mampu menyentuh garis finis. Sayangnya, Dovizioso hanya finis di posisi ke-16 sehingga tak berhak mendapat poin.

Assen menambah rentetan hasil buruk Dovizioso sepanjang musim ini. Ia masih belum bisa beradaptasi dengan YZR-M1.

“Sejak awal musim, aku tak bisa mengerem motor seperti yang seharusnya. Aku tak bisa berkendara secara agresif atau mengeluarkan potensiku. Pada 5 lap pertama, aku kehilangan 12 detik hanya karena aku berada di belakang dan itu buruk,” ungkap Dovizioso dikutip Corsedimoto.

Meski Yamaha nestapa di Belanda, Fabio Quartararo masih memuncaki klasemen sementara dengan raihan 172 poin. Tersisa sembilan balapan pada paruh kedua musim, bisakah Yamaha mempertahankan gelar juara dunia?

Baca Juga: 5 Persamaan MotoGP Belanda Musim 2008 dan 2022, Balapannya Ducati!

Ryan Budiman Photo Verified Writer Ryan Budiman

Hola... jadipunya.id

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya