Comscore Tracker

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah Putih

Kholidin adalah potret perjuangan yang harus diteladani

Jakarta, IDN Times - Pagi itu, tangan Kholidin begitu lincah mengaduk mangkuk demi mangkuk bubur. Dia juga tampak terampil memasukkan sejumlah topping ke dalam satu mangkuk bubur, mulai dari bawang goreng, suwiran ayam, kerupuk, hingga potongan cakwe.

Ya, itulah sejatinya kebiasaan Kholidin setiap pagi. Dia berjualan bubur di daerah Sarinah, tepat di seberang Bakmi GM. Gerobak buburnya tertata rapi sejak pukul enam pagi, beserta kursi-kursi yang jadi tempat duduk bagi para pelanggan.

Namun siapa sangka, di balik itu, Kholidin atau akrab disapa Bang Udin ini, merupakan atlet yang mewakili Indonesia di ajang ASEAN Paragames 2022. Tidak tanggung-tanggung, dia sukses menyabet tiga medali dari tiga nomor berbeda di ajang itu.

Kisah Kholidin sempat viral di media sosial. Semua bermula dari sebuah utas yang dibuat oleh pelanggannya yang juga penyiar dan presenter, Cisca Becker. Kala itu, Cisca sadar kalau foto atlet yang ada di sebuah surat kabar, ternyata adalah Kholidin, tukang bubur langganannya. Akhirnya, Kholidin pun makin dikenal publik.  

Pada Rabu (10/8/2022) pagi, IDN Times berkesempatan berbincang dengan sosok yang memiliki kepribadian hangat ini. Dia menjamu kami dengan semangkuk bubur, yang tentunya sangat pas menemani obrolan kami di pagi yang cerah itu.

Mulai berjualan bubur di Sarinah ini sejak kapan, pak?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin, penjual bubur peraih tiga medali ASEAN Paragames 2022. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Nama lengkap saya Kholidin, asal dari Pekalongan, dan saya tinggal di Jakarta itu sejak 1992. Ya, sudah hampir 30 tahun lah ya, saya di sini.

Saya jualan bubur sejak 1994 tuh, sudah 20 tahun lebih lah ya jualan di sini. Awalnya saya jualan itu di depan Bakmi GM, persis di depan trotoarnya Bakmi GM.

Tapi, pas 2015 itu ada perbaikan untuk trotoar Jakarta, terus saya dan beberapa pedagang lain termasuk kena penggusuran lah, kena imbasnya. Kami kan warga yang taat, ya, jadi ikut saja lah.

Setelah tiga bulan dari penggusuran itu saya berdoa tiap hari. Saya sempat kan tiga bulan tidak berdagang. Jadi setiap hari saya berdoa, minta tempat yang terbaik. Alhamdulillah dapat di sini, dikasih tempat sama Pak David yang punya gedung.

Makanya saya berterima kasih kepada Pak David, sudah memberikan saya tempat berjualan di sini (depan Wisma Geha). Jadi mulai dari 2015 saya berdagang di sini sampai sekarang.

Baca Juga: Kisah Penjual Bubur di Sarinah Sabet Emas ASEAN Para Games

Sudah banyak pelanggan dong ya, pak, kalau sejak 1994?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin, penjual bubur peraih tiga medali ASEAN Paragames 2022. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Alhamdulillah, apalagi waktu sebelum ada COVID-19 kan, anak-anak kantor sekitar sini seperti Sinar Mas, Sarinah, anak-anak radio, langganan di sini. Tetapi setelah COVID-19 itu ya, apalagi pas pandemiknya itu sepi banget.

Saya bahkan dagang itu sering nombok, apalagi kondisinya itu kan serba dibatasi semua. Terus dagang juga ya bersyukur saja, sempat muter-muter juga, yang penting bersyukur bisa makan sehari-hari.

Tapi kan, dari jualan bubur, kok bisa kenal panahan?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin, penjual bubur yang sabet tiga medali di ASEAN Para Games 2022. (apg2022.com)

Ya jadi 2015 adik saya sudah panahan duluan, 2016 saya diajak gabung klub. Alhamdulillah saya bergabung dengan klub, terus mulai ikut event-event. Sudah mulai bagus, sering juara, pas 2017 itu saya mengalami kecelakaan.

Jadi, pas saya pulang kampung ke Pekalongan, saya jatuh dari pohon kelapa sembilan meter. Dari situ saya mulai bangkit lagi untuk coba berusaha panahan lagi, mulai berlatih, saya akhirnya masuk ke Pelatda DKI, gabung NPC (National Paralympic) DKI.

Saya pun disiapkan kemarin untuk ikut ajang Peparnas 2021 di Papua. Di ajang itu, Alhamdulillah saya dapat emas, akhirnya setelah itu selang dua bulan saya dipanggil ikut pelatnas oleh NPC Indonesia, untuk persiapan ASEAN Paragames dan Asian Paragames.

Memang prosesnya seperti itu, jadi yang berprestasi di PON atau Peparnas, itu diambil untuk diseleksi lagi, untuk ikut pelatnas. Ada degradasi juga, yang nanti dikeluarkan dari pelatnas. Di situ persaingannya untuk jadi atlet nasional.

Ada beda proses latihan tidak pak, waktu sebelum dan sesudah kecelakaan itu?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihSetiawan, rekan yang membantu Kholidin dalam menyabet medali emas APG 2022. (apg2022.com)

Jadi kalau yang dulu kan, pas masih normal, saya pakai tangan, nah kalau sekarang ya gunakan gigi, mulut. Nah, ini yang butuh pengorbanan, apalagi waktu awal-awal saya sempat susah makan, sampai tiga hari tidak bisa makan.

Gigi saya juga ini sampai berdarah-darah, ya terus itu saya tidak mau berhenti di situ, terus berusaha pakai gigi dan mulut. Alhamdulillah mulai terbiasa dan mulai kuat. Prosesnya panjang banget.

Nah, sekarang, membagi waktu antara latihan dan berdagang bagaimana?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin/Setiawan sabet medali emas di ASEAN Para Games 2022. (apg2022.com)

Jadi ya, seperti biasa saya sehari-hari, pagi jualan bubur sampai siang. Saya istirahat pulang ke rumah, makan, salat, segala macam, baru saya nanti siangnya latihan di NPC DKI.

Seperti itu terus sehari-hari. Jadi, saya sempat di klub di Pulomas, setelah itu, masuk NPC DKI, baru saya ke Pelatnas sekarang.

Boleh diceritakan pak waktu yang dapat tiga medali?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin, penjual bubur peraih tiga medali ASEAN Paragames 2022. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Dapat saya tiga medali di ASEAN Paragames 2022. Pertama, saya dapat medali perunggu dari nomor perorangan, lalu perak di nomor mixed team, baru dapat emas di nomor double putra. Alhamdulillah saya tiga kategori dapat medali semua.

Saya sangat senang. Apalagi, ini adalah medali event internasional pertama saya untuk nomor recurve (nomor yang digeluti Bang Udin). Cuma sebelumnya saya memang pernah ke Republik Ceko, untuk memperebutkan tiket ke Paralimpiade Tokyo.

Memang, untuk event internasional itu butuh jam terbang. Sebab, pesaing-pesaing saya itu berat. Pesaing saya kemarin di ASEAN Paragames 2022 saja, dari Thailand dan Malaysia sudah pernah tampil di Paralimpiade.

Alhamdulillah, di ASEAN Paragames 2022 kemarin saya diberi kemudahan, bisa menang. Saya juga bangga bisa mempersembahkan medali dan mengibarkan bendera Merah Putih juga.

Pengen pak, main di Paralimpiade?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah Putihparalympic.org

Wah, itu memang tujuan saya ya. Siapa sih yang gak pengen main lebih tinggi lagi? Apalagi kan Paralimpiade itu sudah setingkat dengan Olimpiade juga. Bukan atlet sembarangan yang bisa main di situ.

Mudah-mudahan saya bisa sampai ke sana, dan dimudahkan. Pengalamannya harus banyak, dan tentunya persaingannya di sana lebih ketat. Kita harus lebih giat lagi latihannya.

Terakhir nih pak, kalau makna kemerdekaan sendiri buat bapak, apa sih?

Kholidin, Antara Gerobak Bubur Sarinah dan Kebanggaan Merah PutihKholidin, penjual bubur peraih tiga medali ASEAN Paragames 2022. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ya, Alhamdulillah 17 Agustus itu hari kelahiran saya. Pas banget saya di ulang tahun kemerdekaan ke-77 ini, semoga Indonesia semakin dipandang oleh dunia internasional, mempunyai harga diri tinggi.

Kemerdekaan itu adalah kebanggaan bagi seluruh rakyatnya, dan semoga, Indonesia bisa jauh lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames 2022

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya