Mengutip Yahoo Sports, Fernando Alonso bisa mengakhiri karier di Formula 1 dengan beralih sebagai penasihat eksekutif di Alpine. Peran terbaru itu memungkinkan dirinya memberikan arahan strategis bagi tim asal Enstone ini. Langkah transformatif itu menjanjikan stabilitas kepemimpinan dalam fase restrukturisasi besar-besaran manajemen tim.
Manajemen Alpine ingin menduplikasi keberhasilan Niki Lauda yang pernah menjadi kekuatan pemandu bagi Mercedes. Analisis tajam Fernando Alonso tentang strategi balapan memberikan nilai tambah sangat krusial untuk pengembangan mobil balap mereka. Kemampuan komunikasi itu menghubungkan kepentingan jajaran direksi dengan kebutuhan teknis pembalap.
Kehadiran Fernando Alonso di Alpine akan memastikan departemen teknik menghasilkan mobil balap kompetitif. Oleh karena itu, wajar saja kalau Flavio Briatore berencana mempersiapkan kursi pimpinan administratif bagi Alonso. Sinergi dua tokoh berpengaruh itu berpotensi membangun fondasi kuat untuk kejayaan tim ini di Formula 1 2027.
Bagaimana pun, keputusan untuk kembali membalap bagi Alpine berisiko menjerat Fernando Alonso dalam siklus pembangunan tim yang melelahkan. Dirinya mesti menanggalkan helm balapnya untuk mengambil peran strategis sebagai penasihat eksekutif yang lebih berdaya guna. Langkah visioner itu akan membawa dia keluar dari jebakan nostalgia sehingga bisa berfokus terhadap babak terbaru kejayaan Alpine.