3 Faktor Kemenangan Lewis Hamilton di Formula 1 GP Barcelona 2026

- Lewis Hamilton meraih kemenangan perdana bersama Ferrari di GP Barcelona 2026 setelah strategi berani memakai ban soft sejak awal balapan membuahkan hasil positif.
- Duel sengit antara George Russell dan Kimi Antonelli memberi peluang bagi Hamilton untuk mengambil alih posisi terdepan dan memperlebar jarak dengan rivalnya.
- Periode Virtual Safety Car dimanfaatkan Ferrari untuk pit stop ketiga tanpa kehilangan posisi, memastikan Hamilton finis pertama dengan keunggulan lebih dari 19 detik atas Russell.
Penantian Lewis Hamilton untuk mendulang kemenangan bersama Ferrari akhirnya terpecahkan. Pembalap asal Inggris itu naik podium tertinggi di GP Barcelona yang digelar pada Minggu (14/6/2026) malam WIB. Keberhasilan itu sekaligus mengakhiri puasa kemenangan Ferrari yang berlangsung sejak GP Meksiko 2024.
1. Lewis Hamilton dan Ferrari berani memilih ban soft pada stint pertama balapan GP Barcelona 2026
Lewis Hamilton dan Ferrari mengambil langkah berani untuk memulai balapan GP Barcelona 2026. Mereka memutuskan menggunakan ban C4 yang merupakan ban jenis soft. Ban tersebut satu tingkat lebih lunak ketimbang ban jenis soft untuk balapan di Circuit de Barcelona-Catalunya pada musim lalu.
Hamilton menjadi salah satu pembalap pemakai ban soft yang memulai balapan dari posisi sepuluh besar. Max Verstappen dan Nico Huelkenberg juga menggunakan ban berjenis serupa pada stint pertama. Pemilihan ban soft untuk mengawali balapan sejatinya bukan tanpa risiko.
Suhu lintasan saat balapan mencapai 52 derajat Celsius. Selain itu, usia permukaan trek yang sangat tua membuat lapisan aspal menjadi sangat abrasif. Kondisi tersebut tentu berpotensi mempercepat keausan ban, terutama ban soft.
Hamilton memang tak berhasil memanfaatkan daya cengkeram ekstra dari ban soft untuk menyalip George Russell di tikungan pertama pada awal balapan. Walau begitu, ban tersebut setidaknya membuka peluang bagi Hamilton untuk memengaruhi jalannya balapan. Apalagi, sejumlah tim diperkirakan bakal menerapkan dua kali pit stop dengan mengatur pemakaian agar lebih awet.
Hamilton masuk pit pada lap sebelas untuk mengganti ban kepada jenis hard. Pembalap bernomor mobil 44 itu rupanya mampu melaju cepat tepat setelah pergantian ban. Hal itu berhasil memantik Mercedes untuk mengganti ban kepada jenis yang sama pada lap 12.
Strategi tersebut memberi tekanan pertama untuk Russell. Pasalnya, ban hard sedikit lebih awet ketimbang medium saat sesi latihan. Bahkan, ban jenis tersebut lebih rentan selip yang mengakibatkan degradasi ban lebih cepat. Sementara itu, ban medium lebih mendekati kondisi ideal. Ini jelas merugikan Russell karena belum memaksimalkan potensi ban medium akibat masuk pit lebih cepat.
Hamilton memanfaatkan ban hard dengan baik pada stint kedua. Ia bisa membuntuti Russell dengan jarak sekitar 2 detik. Hamilton masuk pit untuk kedua kalinya pada lap 27 untuk mengganti ban kepada jenis medium. Pada lain pihak, Russell masih tetap di lintasan dengan ban hard.
2. Pertarungan George Russell dengan Andrea Kimi Antonelli membuka celah untuk mengambil alih pimpinan balapan
Lewis Hamilton sempat tercecer di posisi ketujuh pada lap 29 setelah mengganti ban kepada jenis medium. Ia tertinggal 23,3 detik dari George Russell. Namun, Hamilton mampu memangkas defisit tersebut dalam waktu 7 lap sehingga berjarak 7,1 detik dari Russell.
Sementara itu, Russell justru menghadapi pertarungan dengan Andrea Kimi Antonelli untuk memperebutkan posisi terdepan. Ini jelas memberi keuntungan berikutnya bagi Hamilton. Jaraknya dengan duo Mercedes menjadi kian terpangkas karena adanya duel antara Russell dan Antonelli.
Russell masuk pit untuk kedua kalinya guna mengganti ban kepada jenis hard pada lap 37. Pembalap bernomor mobil 63 itu turun ke posisi keempat dan tertinggal 17,2 detik dari Hamilton yang naik ke posisi kedua. Tidak berselang lama, Antonelli masuk pit pada lap 38 untuk mengganti ban kepada jenis yang sama. Situasi tersebut menempatkan Hamilton sebagai pemimpin balapan.
Dengan menggunakan ban medium, Hamilton mendapat kesempatan memperlebar jarak dari Russell. Apalagi, ban tersebut dalam kondisi optimal karena telah dipakai dalam waktu cukup lama. Di sisi lain, ban hard milik Russell belum mencapai suhu optimal sehingga menghambatnya memangkas jarak dari Hamilton. Ini menjadi pukulan kedua bagi Russell karena sebelumnya Mercedes terpancing oleh strategi Ferrari pada stint pertama.
3. Virtual safety car memberi ruang untuk melakukan pit stop ketiga untuk Lewis Hamilton tanpa harus kehilangan keunggulan
Ban medium Lewis Hamilton yang sudah dipakai sejak lap 28 tentu tidak akan bertahan lama. Hal ini akan memaksa Ferrari melakukan pit stop terakhir untuk Hamilton. Kondisi demikian sejatinya memberi keuntungan bagi George Russell karena ban hard bisa bertahan hingga akhir balapan.
Akan tetapi, skenario tersebut mengalami perubahan pada lap 40. Mobil Fernando Alonso yang berhenti di tikungan sembilan karena masalah baterai menyebabkan adanya pemberlakukan virtual safety car (VSC). Ferrari memanfaatkan situasi tersebut dengan melakukan pergantian ban kepada jenis hard untuk mobil Hamilton.
Pergantian ban tersebut tak memengaruhi posisi Hamilton. Ia keluar dari pit lane dengan tetap berada di posisi pertama. Periode VSC juga tidak berlangsung lama karena rampung pada akhir lap 42. Keadaan ini jelas menjadi pukulan telak ketiga bagi Russell karena dirinya tidak melakukan pergantian ban pada periode tersebut.
Hamilton mampu memanfaatkan ban hard sebaik mungkin hingga bendera finis berkibar. Ia finis dengan keunggulan 19,561 detik atas Russell. Tambahan 25 poin menempatkan Hamilton di peringkat kedua dalam klasemen pembalap lewat perolehan 115 poin. Ia berjarak 41 poin dari Kimi Antonelli.
Kombinasi ketiga faktor tersebut berbuah manis untuk Lewis Hamilton dan Ferrari. Mereka akhirnya menuntaskan rasa penasaran dengan naik podium tertinggi di GP Barcelona 2026. Capaian mengesankan tersebut juga membuka peluang Hamilton dalam perebutan titel juara Formula 1 musim ini.















