4 Team Principal yang Memimpin Aston Martin di Formula 1

Aston Martin merupakan tim yang tergolong baru di Formula 1. Tim milik Lawrence Stroll tersebut pertama kali masuk ke Formula 1 pada 2021. Sejak saat itu, Aston Martin lebih sering menjadi penghuni papan tengah yang bisa tampil mengejutkan dalam beberapa balapan.
Aston Martin terhitung memiliki cukup banyak team principal meski belum lama masuk ke Formula 1. Terbaru, mereka telah menunjuk Adrian Newey sebagai team principal mulai 2026. Desainer mobil legendaris tersebut menggantikan posisi yang saat ini dipegang Andy Cowell. Berikut empat team principal yang pernah memimpin Aston Martin setidaknya hingga 2026.
1. Otmar Szafnauer merupakan team principal pertama Aston Martin
Otmar Szafnauer merupakan sosok yang terbilang senior di Formula 1. Kariernya sudah dimulai sejak 1998 ketika bergabung dengan British American Racing (BAR). Szafnauer kemudian sempat bergabung dengan Honda sebelum akhirnya menetap bersama Force India pada 2009. Pada 2018, Szafnauer diangkat sebagai team principal Force India.
Jabatan tersebut terus melekat pada Szafnauer ketika tim tersebut berubah menjadi Racing Point pada 2019 dan Aston Martin pada 2021. Szafnauer dianggap sebagai jembatan bagi Lawrence Stroll untuk membuat tim yang kompetitif. Terbukti, Force India dan Racing Point mampu beberapa kali tampil mengejutkan di bawah pimpinan Szafnauer.
Szafnauer merupakan sosok yang berjasa mendatangkan empat kali juara dunia, Sebastian Vettel. Vettel kemudian memberikan podium pertama bagi Aston Martin di GP Azerbaijan 2021. Setelah semusim memimpin Aston Martin, Szafnauer memilih bergabung dengan Alpine sebagai team principal pada 2022.
2. Mike Krack sempat membawa Aston Martin berjaya pada 2023
Aston Martin menunjuk Mike Krack sebagai pengganti bagi Otmar Szafnauer pada 2022. Krack sebelumnya memiliki pengalaman di Formula 1 bersama BMW Sauber. Ia juga pernah menangani beberapa divisi balap BMW lainnya seperti Formula E hingga GT Racing.
Pada 2023, Krack berhasil menggaet Fernando Alonso sebagai pengganti Sebastian Vettel yang memutuskan pensiun. Pada musim yang sama, Aston Martin mencapai puncak performa di Formula 1. Tim dengan warna dominan hijau tua tersebut berhasil delapan kali naik podium yang semuanya dipersembahkan oleh Alonso.
Sayang, performa Aston Martin tak lagi sama pada 2024 dengan tak sekalipun meraih podium. Kedatangan sosok kunci seperti Andy Cowell dan Adrian Newey semakin mempersempit ruang gerak Krack. Ia akhirnya diturunkan sebagai chief trackside officer sebelum musim 2025 dimulai.
3. Andy Cowell hanya semusim menjabat sebagai team principal Aston Martin
Andy Cowell menggantikan posisi Mike Krack sebagai team principal Aston Martin pada awal 2025. Cowell yang bergabung dengan Aston Martin pada 2024 sebelumnya menjabat sebagai chief executive officer. Sebelum bergabung dengan Aston Martin, Cowell merupakan sosok dibalik kesuksesan mesin turbo hybrid Mercedes yang mendominasi Formula 1 pada 2014--2020.
Performa Aston Martin terbilang cukup menurun pada 2025. Mereka menempati urutan kedelapan dengan 72 poin hingga GP Las Vegas. Padahal, Aston Martin selalu menempati posisi kelima dalam 2 musim sebelumnya.
Cowell akan mengemban posisi sebagai chief strategy officer mulai 2026. Ia dianggap lebih cocok dengan posisi tersebut karena pengalamannya dalam mengembangkan mesin Mercedes. Terlebih Aston Martin akan bekerja sama dengan Honda sebagai penyuplai mesin mulai 2026 menggantikan Mercedes.
4. Adrian Newey menjadi team principal baru Aston Martin mulai 2026
Aston Martin memutuskan untuk menunjuk Adrian Newey sebagai team principal baru menggantikan Andy Cowell mulai 2026. Keputusan tersebut terbilang sedikit mengejutkan karena Newey selama ini lebih dikenal sebagai desainer mobil Formula 1. Pria berusia 66 tahun tersebut juga belum pernah mengemban jabatan sebagai team principal suatu tim sebelumnya.
Berbicara mengenai pengalaman, tak perlu meragukan seorang Adrian Newey. Ia sudah berkecimpung di Formula 1 sejak memperkuat March pada 1988. Setelah itu, Newey membela berbagai tim papan atas seperti Williams, McLaren, hingga Red Bull. Mobil buatan Newey tercatat telah meraih 14 gelar juara dunia pembalap, 12 gelar juara dunia konstruktor, serta 223 kemenangan per 2025.
Posisi Newey sebagai team principal membuatnya memiliki kekuasaan lebih besar dalam pengembangan mobil. Tugas yang sudah diemban Newey sejak bergabung dengan Aston Martin pada Maret 2025 lalu. Musim 2026 terbilang krusial karena adanya perubahan regulasi cukup besar pada bagian sasis dan mesin. Newey diharapkan bisa membawa Aston Martin menuju era baru yang bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Aston Martin telah memiliki empat team principal berbeda setidaknya hingga 2026. Lantas, apakah penunjukkan Adrian Newey sebagai team principal baru bisa membuat Aston Martin tampil lebih kompetitif? Kita lihat saja musim depan.

















