Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang Berkecamuk, Bisakah Piala Dunia 2026 Batal Digelar?

Perang Berkecamuk, Bisakah Piala Dunia 2026 Batal Digelar?
Mural yang menunjukkan hitung mundur 100 hari Piala Dunia 2026 (AFP / Ulises Ruiz)
Intinya Sih
  • Perang di Timur Tengah memicu ketidakpastian penyelenggaraan Piala Dunia 2026, terutama setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran yang menimbulkan dampak politik dan keamanan global.
  • Iran mempertimbangkan mundur dari turnamen karena situasi perang menghambat persiapan, sementara Irak meminta penundaan laga play-off akibat jalur udara tertutup hingga awal April 2026.
  • COO Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan turnamen tetap dijalankan meski risiko tinggi, karena pembatalan atau penundaan akan berdampak besar secara komersial dan logistik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kini menjadi tanda tanya, menyusul perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, sederet sentimen muncul, baik dari segi politik maupun keamanan.

Beberapa tim bahkan diisukan mau mundur dari turnamen, menyusul konflik di Timur Tengah. Dari rumor yang berkembang, mereka tak mau meramaikan Piala Dunia karena digelar di Amerika Serikat. Tapi, berita ini belum terkonfirmasi dan baru Iran yang menyatakan ada kemungkinan untuk mundur akibat tensi meningkat.

Iran lewat Presiden Federasi Sepak bola, Mehdi Taj, menyatakan tak mungkin ikut Piala Dunia 2026 di tengah situasi perang karena persiapannya tak maksimal.

1. Kini, Irak minta laga play-off ditunda

-
Potret duel Timnas Irak vs Timnas Indonesa di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 12 Oktober 2025. (Dok. PSSI).

Masalah baru muncul dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Irak, kontestan play-off interkontinental, malah meminta agar laga melawan Suriname atau Bolivia di Monterrey, 31 Maret 2026, diundur.

Manajemen Irak merasa kesulitan untuk bepergian ke Meksiko karena jalur udara ditutup sampai 1 April 2026 akibat konflik berkepanjangan. Bahkan, Arnold juga masih tertahan di Dubai, Uni Emirat Arab, dan susah masuk ke Irak.

"Tolong kami untuk laga ini karena sulit membawa pemain keluar dari Irak," kata pelatih Irak, Graham Arnold, dilansir Goal International.

2. Mustahil ditunda

Keamanan di Meksiko juga sebenarnya masih dipertanyakan. Pasca kericuhan yang muncul imbas dari kematian bos kartel Jalisco New Generation, Nemesio Oseguera alias El Mencho, kondisi keamanan di Meksiko masih dipertanyakan oleh berbagai pihak dan banyak yang meminta jaminan atas situasi ini.

Dengan sederet kasus tersebut, banyak yang meminta agar Piala Dunia 2026 ditunda. Sebab, situasi secara geopolitik dan lokal begitu berbahaya.

"Jika punya bola kristal, pasti saya sudah kasih tahu apa yang akan terjadi. Tapi, situasi teris berkembang dari hari ke hari. Kami terus memantaunya. Kami bekerja sama dengan seluruh partner federal dan internasional, mengevaluasi situasi, dan pada dasarnya dari hari ke hari di momen tertentu, kami punya resolusi," ujar COO Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, dilansir CBC.

3. Konsekuensinya besar

Menurut Schirgi, terlalu riskan jika Piala Dunia 2026 ditunda atau dibatalkan. Sebab, skala turnamennya terlalu besar dan akan ada konsekuensi secara komersial yang muncul akibat penundaan atau pembatalan.

"Piala Dunia akan berlangsung, bukan? Terlalu besar risikonya andai Piala Dunia ditunda dan kami berharap semua yang sudah lolos bisa berpartisipasi," ujar Schirgi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More