Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tekad Charles Leclerc Bawa Ferrari Berjaya di Formula 1 2026

Charles Leclerc saat menjalani pekan balap GP Jepang 2025.
Charles Leclerc saat menjalani pekan balap GP Jepang 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Charles Leclerc melihat Ferrari punya peluang tampil lebih baik di Formula 2026
  • Charles Leclerc senang bisa mengemudikan SF-26 pada sesi shakedown Formula 1 2026
  • Charles Leclerc menyoroti titik lemah SF-25 yang membuatnya gagal meraup kemenangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ferrari merupakan salah satu tim dengan sejarah panjang di Formula 1. Tim berlogo kuda jingkrak itu telah berkompetisi sejak 1950. Sebanyak 15 gelar juara pembalap dan 16 gelar juara konstruktor adalah bukti nyata prestasi Ferrari.

Namun, pencapaian Ferrari belum bertambah dalam 18 tahun terakhir. Bahkan, mereka terlempar dari posisi tiga besar dalam klasemen konstruktor musim lalu. Situasi tersebut menjadi perhatian Charles Leclerc. Ia bertekad ingin membawa Ferrari berjaya pada musim ini.

1. Charles Leclerc melihat Ferrari punya peluang tampil lebih baik di Formula 2026

Charles Leclerc antusias menyambut Formula 1 2026. Pembalap asal Monako itu menyadari adanya tantangan besar dengan pemberlakuan regulasi baru. Walau begitu, ambisinya mengantarkan Ferrari ke posisi teratas tak padam. Leclerc melihat Ferrari punya peluang yang sama seperti tim lain asalkan bisa beradaptasi dengan perubahan regulasi.

"Tahun ini adalah peluang besar bagi tiap tim melakukan sesuatu yang berbeda dan mungkin mendapatkan keuntungan lebih besar ketimbang yang kita lihat dalam beberapa tahun terakhir. Aku berharap kami adalah tim yang berhasil membuat perbedaan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan Ferrari ke puncak. Aku berharap tahun ini adalah milik kami," kata Charles Leclerc dilansir Formula 1.

2. Charles Leclerc senang bisa mengemudikan SF-26 pada sesi shakedown Formula 1 2026

Charles Leclerc mendapat kesempatan turun lebih dulu pada hari kedua sesi shakedown yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada Selasa (27/1/2026) pagi waktu setempat. Ia mengemudikan SF-26 dalam kondisi trek basah akibat hujan. Motorsport melansir, Leclerc menyelesaikan 64 putaran dengan catatan waktu 1 menit 20,578 detik.

"Senang bisa kembali mengemudikan mobil. Mobil kali ini benar-benar berbeda dari yang kami kemudikan sejauh ini. Saat ini, semuanya tentang mencoba memahami apakah segala sesuatunya bekerja dengan baik dan sepertinya memang begitu. Ini bukan kondisi terbaik karena adanya hujan pada pagi hari. Namun, kami sebenarnya tetap menjalankan program kami karena kami sama sekali tidak berfokus kepada performa," jelas Charles Leclerc dikutip Formula 1.

Sesi shakedown merupakan momen saat tim menguji mobil yang telah mereka kembangkan selama libur kompetisi. Tim tidak akan terlalu berfokus kepada kecepatan. Mereka lebih mengutamakan pengecekan komponen serta sistem mesin baru guna memastikan semuanya berjalan sesuai harapan.

3. Charles Leclerc menyoroti titik lemah SF-25 yang membuatnya gagal meraup kemenangan

Charles Leclerc memperkuat Ferrari sejak 2019. Pembalap bernomor mobil 16 itu telah mempersembahkan 50 podium dan 8 kemenangan untuk tim asal Italia tersebut. Sayangnya, Leclerc belum mampu menorehkan gelar juara.

Prestasi terbaik Leclerc adalah peringkat kedua di klasemen pembalap Formula 1 2022. Ia bersaing dengan Max Verstappen sebelum akhirnya menutup musim dengan ketertinggalan 146 poin. Selepas itu, Leclerc tak berhasil menduduki peringkat yang sama.

Pada 2025, Leclerc gagal meraup satu pun kemenangan. Prestasi terbaiknya adalah finis kedua di GP Monako dan Meksiko. Leclerc bertengger di peringkat kelima dalam klasemen akhir setelah mengumpulkan 242 poin.

Leclerc menyoroti penurunan pencapaiannya dibandingkan pada 2024. Ia menilai Ferrari telah berusaha meningkatkan performa SF-25. Sayangnya, kecepatan mobil tersebut tetap tertinggal dari kompetitor.

"Kami mungkin lebih konsisten. Sayangnya, kami selalu tertinggal dari pembalap yang ada di barisan depan. Itu hanya masalah performa secara keseluruhan. Aku pikir McLaren berhasil mengambil langkah maju sepanjang musim dingin 2024 dan Red Bull juga berkembang sepanjang 2025. Mereka membuat jarak yang tidak bisa kami tutupi," jelas Charles Leclerc dilansir Racing News 365.

Ferrari berkesempatan kembali ke posisi teratas pada era regulasi baru musim ini. Itu bisa terwujud apabila mereka berhasil mengembangkan SF-26 dengan optimal. Jika tidak, Ferrari akan kembali tertinggal dari pesaing mereka di kejuaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Dampak Serius akibat Mengabaikan Pemanasan sebelum Olahraga

30 Jan 2026, 15:38 WIBSport