Terancam Disanksi PBVSI, Rivan Nurmulki Pasrah

Jakarta, IDN Times - Bintang Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki, terancam mendapat sanksi larangan beraktivitas di ajang profesional selama setahun dari PP PBVSI. Menyikapi itu, dia mengaku hanya bisa pasrah.
Rivan dan perwakilan PP PBVSI dimediasi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo di kantor Kemenpora, Senin (11/9/2023). Harapnya, mediasi itu bisa menghasilkan jalan tengah agar dirinya tak mendapat sanksi yang berat.
"Intinya tadi hasilnya positif, kita tunggu kedepannya bagaimana. Harapan saya cepat selesai ya dan semoga angan sampai begitu (sanksi berat)," kata Rivan ketika ditemui di Kemenpora, Senin (11/9/2023).
1. Rivan hanya bisa main di level tarkam

Disebut Dewan Pengawas PP PBVSI, Bambang Suedi, hukuman tersebut bisa dijatuhkan setelah Rivan melanggar AD/ART Bab III 29. Itu setelah Rivan menolak panggilan Timnas Voli Indonesia untuk mengarungi Kejuaraan Voli Asia 2023 di Iran, pada 19-26 Agustus lalu.
Rivan absen karena harus menyelesaikan urusan pribadi, seperti menemani istrinya lahiran dan menghadiri sidang pemberhentian dari kepolisian.
Setelah urusannya rampung, Rivan bermain untuk Tim Polda Kaltim di Piala Kapolri. Ini yang membuat Rivan berpotensi mendapat sanksi berat dari PP PBVSI dan hanya bisa bermain di level tarung kampung (tarkam).
"Paling tidak boleh main satu tahun. Di tarkam masih bisa. Kalau di Proliga mungkin tidak bisa, mungkin ya, sesuai hasil sidang nanti saja," kata Bambang.
2. Komunikasi antara PP PBVSI dan Rivan kurang baik

Rivan sebenarnya bingung dengan polemik ini, karena minimnya komunikasi dari PP PBVSI. Dia hanya berharap masalah ini bisa cepat selesai.
"Kalau aku sih enggak apa-apa mas, legawa aja sih. Cuma, harapanku kalau sanksi yang lain lah, jangan yang enggak boleh main. Ibaratnya aku kan kerjanya di voli, tapi enggak boleh main voli, itu bagaimana?" kata Rivan.
3. Dibela Menpora Dito

Dalam mediasi tersebut, Menpora Dito meminta kepada PP PBVSI untuk tidak memberikan hukuman yang menghambat karier Rivan. Sanksi tersebut bakal dijatuhkan setelah sidang kode etik yang digelar federasi.
"Belum ada sanksi, tapi ada sidang kode etik melalui mediasi lagi di PBVSI. Menpora bilang sanksinya tidak boleh mutus karier dia. Belum ada hitter (opposite) sebagus dia. Kami sayang sama Rivan, tapi dia sendiri yang begini," ujar Bambang.



















