Ottorino Barassi, Petinggi FIFA yang Sembunyikan Trofi Piala Dunia

- Ottorino Barassi dikenal sebagai administrator sepak bola Italia berpengaruh yang berperan besar dalam perkembangan FIFA dan penyelenggaraan Piala Dunia 1934 di Italia.
- Ia turut menjadi bagian dari kejayaan Italia saat menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, serta menerima medali juara sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.
- Pada masa Perang Dunia II, Barassi menyelamatkan trofi Jules Rimet dengan menyembunyikannya di bawah tempat tidurnya agar tidak disita pasukan Nazi.
Piala Dunia telah melahirkan banyak kisah menarik yang terjadi jauh dari sorotan pertandingan. Beberapa di antaranya melibatkan tokoh-tokoh penting yang berperan besar dalam menjaga sejarah dan keberlangsungan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Salah satu nama yang layak mendapat perhatian adalah Ottorino Barassi. Pria asal Italia itu dikenal sebagai administrator sepak bola berpengaruh yang turut berkontribusi dalam perkembangan FIFA dan sepak bola Italia. Selain itu, ia juga pernah menyelamatkan trofi Jules Rimet dari ancaman Perang Dunia II.
1. Ottorino Barassi menjadi sosok penting bagi sepak bola Italia
Ottorino Barassi menyandang status sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan sepak bola Italia pada abad ke-20. Pria yang lahir pada 1898 tersebut memulai kiprahnya dari berbagai peran, mulai dari pemain, wasit, hingga jurnalis sepak bola. Pengalaman yang dimiliki menjadi bekal baginya untuk terjun ke dunia administrasi olahraga.
Pada dekade 1930-an, Barassi menjadi figur penting di Federasi Sepak Bola Italia. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan berperan besar dalam persiapan Piala Dunia 1934 yang digelar di Italia. Kiprahnya membuat namanya semakin dikenal di lingkungan sepak bola internasional.
Pengaruh Barassi tidak hanya hadir di kancah domestik, tetapi juga menjangkau level dunia melalui keterlibatannya di FIFA. Ia menjadi bagian dari jajaran petinggi yang ikut membentuk arah perkembangan sepak bola internasional. Berkat dedikasi dan pengalamannya, Barassi dikenal sebagai salah satu administrator sepak bola paling berpengaruh pada masanya.
2. Ottorino Barassi menjadi bagian dari kejayaan Italia di Piala Dunia
Ottorino Barassi turut merasakan momen bersejarah ketika Italia menjuarai Piala Dunia 1934. Sebagai salah satu sosok yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut, ia memiliki peran penting di balik suksesnya kompetisi. Italia akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Cekoslowakia dengan skor 2-1 pada laga final.
Empat tahun berselang, Italia kembali menunjukkan dominasinya di panggung dunia. Gli Azzurri berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia 1938 setelah menundukkan Hungaria 4-2 di partai puncak. Hasil tersebut membuat Italia menjadi negara pertama yang mampu menjuarai dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Kontribusi Barassi dalam sepak bola Italia mendapat apresiasi melalui pemberian medali juara Piala Dunia 1934 dan 1938. Kedua medali tersebut menjadi simbol keterlibatannya dalam salah satu periode paling sukses dalam sejarah Gli Azzurri. Selain memiliki nilai historis tinggi, medali itu juga menjadi bukti besarnya peran Barassi di balik layar.
3. Ottorino Barassi menyelamatkan trofi Jules Rimet dari ancaman perang
Peran terbesar Ottorino Barassi dalam sejarah sepak bola datang pada masa Perang Dunia II. Saat itu, trofi Jules Rimet yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia disimpan di sebuah brankas bank di Roma. Namun, situasi perang dan pendudukan Nazi membuat trofi tersebut berada dalam ancaman serius.
Barassi khawatir trofi yang terbuat dari emas itu akan ditemukan dan disita oleh pasukan Nazi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, ia diam-diam mengambil trofi dari tempat penyimpanannya. Barassi kemudian menyembunyikannya di dalam sebuah kotak sepatu yang diletakkan di bawah tempat tidurnya.
Keputusan sederhana tersebut terbukti menyelamatkan salah satu benda paling berharga dalam sejarah sepak bola. Trofi Jules Rimet berhasil lolos dari ancaman perang dan tetap terjaga hingga konflik berakhir. Setelah Perang Dunia II usai, trofi itu dapat dikembalikan kepada FIFA dan kembali diperebutkan di Piala Dunia 1950.
Kisah Ottorino Barassi menunjukkan bahwa sejarah sepak bola tidak hanya dibentuk oleh pemain dan pelatih di atas lapangan. Berkat keberanian serta dedikasinya, salah satu simbol terpenting dalam sepak bola dunia berhasil diselamatkan pada masa yang penuh ketidakpastian.




















