4 Juara Piala Dunia yang Gagal Menang pada Laga Pertama

- Empat juara dunia, yakni Inggris 1966, Italia 1982, Spanyol 2010, dan Argentina 2022 sempat gagal menang di laga pembuka namun akhirnya menjuarai Piala Dunia.
- Inggris dan Italia memulai turnamen dengan hasil imbang beruntun, sementara Spanyol serta Argentina justru kalah pada pertandingan pertama mereka.
- Kisah empat tim ini menunjukkan bahwa awal yang sulit tidak selalu menentukan akhir, karena evaluasi dan kebangkitan bisa membawa mereka menuju gelar juara dunia.
Brasil dan Spanyol merupakan dua tim yang dijagokan menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, mereka hanya imbang pada laga pertama. Meski begitu, Brasil dan Spanyol tidak perlu panik. Sebab, sepanjang sejarah Piala Dunia sebelum edisi kali ini, terdapat empat tim yang pada akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun meski gagal menang pada pertandingan perdana. Dua di antaranya bahkan menelan kekalahan.
1. Inggris imbang tanpa gol melawan Uruguay pada 1966
Juara Piala Dunia pertama yang gagal menang pada laga perdana adalah Inggris. The Three Lions meraih trofi Piala Dunia satu-satunya sejauh ini ketika menjadi tuan rumah pada 1966. Namun, tim yang saat itu dilatih Alf Ramsey tersebut hanya imbang tanpa gol melawan Uruguay pada partai pembuka yang berlangsung di Wembley Stadium pada 11 Juli.
Inggris akhirnya menang 2-0 atas Meksiko pada pertandingan kedua fase grup. Mereka kemudian menutup babak ini dengan skor yang sama kontra Prancis. Kompetisi langsung berlanjut ke perempat final dan Inggris mengalahkan Argentina 1-0. Bobby Moore dan kolega lantas menang 2-1 atas Portugal pada semifinal dan 4-2 lewat babak tambahan versus Jerman Barat pada final.
2. Italia imbang tiga kali beruntun pada 1982
Italia menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun pada 1934 dan 1938. Setelah penantian panjang, mereka akhirnya bisa merasakan lagi mengangkat trofi teragung ini pada 1982. Menariknya, skuad yang saat itu diasuh Enzo Bearzot tersebut memulai kompetisi dengan sangat mengecewakan. Azzurri cuma imbang dalam tiga laga perdana. Dino Zoff dan kolega seri 0-0 dengan Polandia dan 1-1 melawan Peru serta Kamerun.
Kamerun sebetulnya memiliki poin dan selisih gol yang sama. Namun, Italia berhak menjadi runner-up grup 1 karena mencetak lebih banyak gol, yaitu 2 berbanding 1. Mereka pun melaju ke fase grup kedua. Pada babak ini, Italia sukses menaklukkan juara bertahan, Argentina, dengan skor 2-1 dan menang 3-2 atas Brasil. Hasil tersebut meloloskan Italia ke semifinal. Mereka kembali bertemu Polandia dan unggul 2-0. Pada partai penentuan, Italia membekuk Jerman Barat 3-1.
3. Spanyol kalah dari Swiss pada 2010
Spanyol merupakan negara teranyar yang mampu menjuarai Piala Dunia ketika melakukannya pada 2010. Saat itu, mereka memang menguasai dunia sepak bola. La Roja memenangkan EURO 2 tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, Barcelona mendominasi level klub dengan permainan memukau di bawah asuhan Pep Guardiola. Spanyol menerima manfaatnya karena banyak personel Barca merupakan pria lokal, seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Carlos Puyol.
Namun, pada laga perdana di Piala Dunia 2010, Spanyol secara mengejutkan kalah 0-1 dari Swiss. Mereka kecolongan pada menit 52 akibat Gelson Fernandes yang berhasil memaksimalkan kemelut di depan gawang. Setelahnya, tim asuhan Vicente del Bosque mampu menyapu bersih dua pertandingan pada babak grup dengan kemenangan 2-0 atas Honduras dan 2-1 kontra Chile. Iker Casillas dan kolega kemudian keluar sebagai juara usai selalu menang 1-0 pada fase gugur. Mereka menyingkirkan Portugal, Paraguay, Jerman, dan Belanda pada partai penentuan lewat gol Iniesta pada menit 116.
4. Argentina dibekuk Arab Saudi pada 2022
Sebelum 2026, Piala Dunia juga dimenangkan terakhir kali oleh tim yang kalah pada pertandingan pertamanya. Argentina menyerah 1-2 dari Arab Saudi pada edisi 2022 yang berlangsung di Qatar. Mereka sebetulnya unggul dulu lewat tendangan penalti Lionel Messi. Tim asuhan Lionel Scaloni terjungkal akibat gol Saleh Al-Shehri dan Salem Al-Dawsari pada awal babak kedua.
Argentina kemudian bangkit pada dua laga fase grup terakhir dengan menang 2-0 atas Meksiko dan Polandia. Mereka menaklukkan Australia 2-1 pada 16 besar. La Albiceleste lantas lolos dari perempat final usai mengalahkan Belanda lewat adu penalti. Pada semifinal, Argentina membantai Kroasia 3-0. Mereka akhirnya menjadi juara setelah kembali menang adu penalti melawan Prancis.
Kegagalan menang pada laga pertama memang mengecewakan. Namun, hasil tersebut juga memberikan evaluasi yang besar. Empat tim di atas mampu memaksimalkannya sampai akhirnya berhasil menjuarai Piala Dunia. Akankah skenario ini terulang pada 2026?














