Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tinjau Pelatnas PBSI, CdM Pastikan Kesiapan Atlet Tatap YOG 2026
CdM Ita Yuliati pantau kesiapan atlet bulu tangkis untuk YOG 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • CdM Indonesia Ita Yuliati meninjau Pelatnas PBSI untuk memastikan kesiapan atlet bulutangkis menuju YOG 2026 di Dakar, Senegal, yang berlangsung 31 Oktober hingga 13 November.

  • Indonesia akan mengirim 12 atlet putra-putri di sembilan cabang olahraga; tim CdM juga telah meninjau atletik, equestrian, dan renang sebagai bagian pemantauan persiapan kontingen.

  • YOG 2026 diposisikan sebagai pembinaan menuju Olimpiade 2032, dengan tim CdM dan KBRI Senegal menyiapkan kenyamanan atlet junior terkait perjalanan, cuaca, makanan, serta kebutuhan pertandingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Youth Olympic Games (YOG) 2026, Ita Yuliati, meninjau persiapan atlet bulutangkis di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet sekaligus memberikan dukungan YOG 2026 yang akan dihelat di Dakar, Senegal, pada 31 Oktober hingga 13 November 2026.

Untuk ajang tersebut, Indonesia akan mengirimkan 12 atlet putra dan putri yang berkompetisi di sembilan cabang olahraga (cabor), yakni bulutangkis, balap sepeda, judo, triathlon, equestrian, atletik, renang, wushu, dan skateboard.

Sebelum mengunjungi Pelatnas PBSI, Ita telah meninjau persiapan atlet dari cabang olahraga atletik, equestrian, dan renang. Kunjungan ke pelatnas bulutangkis menjadi bagian dari upaya tim CdM memastikan kesiapan seluruh atlet yang akan mewakili Indonesia.

1. Ita menilai persiapan atlet bulutangkis berjalan baik

Atlet bulu tangkis Indonesia untuk YOG 2026, Rayhan Pandu Aksara. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ita mengapresiasi persiapan yang dilakukan PBSI, termasuk penyesuaian kebutuhan gizi atlet. Menurutnya, dukungan menyeluruh dari lingkungan pelatihan menjadi salah satu faktor penting untuk membantu kesiapan atlet.

"Kami sudah berbicara dengan atlet dan mereka sudah sangat siap. Persiapan di PBSI juga luar biasa karena sudah ada penyesuaian dari gizi dan lain-lain. Semoga dengan ekosistem ini saya yakin cabor bulutangkis akan meningkat," tutur Ita kepada awak media, Selasa (13/10/2026).

Untuk target medali di ajang ini, Ita menegaskan semua berada di bawah arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tim CdM berfokus memastikan persiapan kontingen berjalan dengan baik.

"Kalau target mengikuti arahan Kemenpora karena di tim CdM hanya untuk melaksanakan persiapan kontingen. Tapi melihat (persiapan) atletik di Asian Youth Games mendapatkan medali, kemudian renang juga telah mencapai waktu terbaiknya. Judo sekarang latihan di Jepang, rasanya persiapannya sudah sangat maksimal," ungkap Ita.

2. YOG 2026 menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju Olimpiade 2032

Atlet bulu tangkis Indonesia untuk YOG 2026, Miftaqul Putri Ayudis. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Keikutsertaan di YOG 2026 bukan sekadar tentang perolehan medali. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda Indonesia agar memiliki pengalaman untuk bersaing di Olimpiade 2032.

Karena itu, persiapan jangka panjang tetap menjadi perhatian. Para atlet diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman bertanding di Dakar sebagai bekal untuk perkembangan karier mereka ke depan.

3. Tim CdM siapkan dukungan khusus untuk atlet junior

Atlet bulu tangkis Indonesia untuk YOG 2026, Rayhan Pandu Aksara. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Selain kesiapan teknis, Ita menyoroti pentingnya memberikan perhatian khusus kepada atlet junior. Berbeda dengan atlet senior, sebagian atlet muda belum memiliki banyak pengalaman bertanding di luar negeri. Oleh karena itu, tim CdM ingin memastikan mereka merasa nyaman selama perjalanan maupun saat mengikuti pertandingan.

Ita menyebut tim CdM bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Senegal untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari kondisi cuaca hingga makanan.

"Berbeda dengan senior, kami ingin beri motivasi dan rasa nyaman. Perjalanan ini akan jauh ke Senegal, saya sendiri belum pernah ke sana. Jadi, bagaimana kondisi, cuaca, makanan, di lapangan seperti apa, kami bekerja sama dengan KBRI di sana. Sebab, kami ingin semua terlaksana dengan baik," kata Ita.

Ita mengaku persiapan tim Indonesia menuju YOG 2026 menjadi pengalaman pertama yang menantang. Meski begitu, ia berharap seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan pertandingan dapat berjalan lancar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article