Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Veda Ega Gak Mau Terbebani dengan Mimpi Tembus MotoGP
Potret pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. (IDN Times/Tino).
  • Veda Ega memilih tidak terbebani target menembus MotoGP karena persaingan menuju kelas utama sangat ketat.

  • Ia ingin fokus menikmati proses dan menjalani setiap tahap kariernya secara bertahap.

  • Veda bertekad menyempurnakan kemampuan di lintasan sebelum memikirkan peluang naik ke MotoGP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?
Vote Now
musim 2022

Lima rookie naik ke kelas MotoGP, yaitu Remy Gardner, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Darryn Binder.

musim 2026

Kelas utama berjumlah 22 pembalap.

9-11 Oktober 2026

MotoGP Indonesia kembali menyapa pencinta balap motor tanah air. Veda Ega akan mengaspal di Pertamina Mandalika International Circuit untuk pertama kalinya sejak berkiprah di Moto3.

MotoGP 2027

Lima pembalap sudah mendapat jaminan naik kelas, yakni David Alonso, Dani Holgado, Izan Guevara, Nicolo Bulega, dan Senna Agius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?
Vote Now
  • What?
    Veda Ega tidak ingin terbebani pertanyaan tentang peluangnya menembus kelas MotoGP pada masa mendatang.
  • Who?
    Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul.
  • Where?
    Pertamina Mandalika International Circuit.
  • When?
    9-11 Oktober 2026.
  • Why?
    Persaingan menuju kelas utama sangat ketat dan jumlah kursinya terbatas.
  • How?
    Veda memilih fokus menikmati proses, menyempurnakan diri di Moto3, lalu bersaing di Moto2 sebelum memikirkan MotoGP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?
Vote Now

Veda Ega adalah pembalap berusia 17 tahun. Ia akan balapan di Mandalika pada Moto3. Banyak orang bertanya apakah ia bisa masuk MotoGP. Veda tidak mau terlalu memikirkan itu. Ia ingin menikmati balapan, belajar sedikit demi sedikit, dan menjadi lebih baik di setiap race.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?
Vote Now

Sikap Veda menunjukkan fokus pada proses dan peningkatan kemampuan di setiap balapan. Dengan tidak terbebani target jangka panjang, ia dapat menjalani tahapan dari Moto3 menuju Moto2 secara bertahap. Pendekatan ini juga membuat persaingan yang berat dipandang sebagai dorongan untuk menyempurnakan diri di atas lintasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - MotoGP Indonesia kembali menyapa pencinta balap motor tanah air pada 9-11 Oktober 2026. Selain kehadiran para bintang seperti Marc Marquez, perhatian publik kali ini juga tertuju kepada Veda Ega Pratama.

Seri ini menjadi momen spesial bagi Veda karena akan mengaspal di Pertamina Mandalika International Circuit untuk pertama kalinya sejak berkiprah di kelas Moto3. Talenta besarnya meningkatkan ekspektasi publik karena sejak debut selalu menjadi bahan pembicaraan.

Namun, pembalap berusia 17 tahun itu rupanya memilih menutup telinga. Veda tidak ingin terbebani oleh pertanyaan apakah dirinya mampu menembus kelas MotoGP atau tidak pada masa mendatang.

1. Persaingannya berat banget!

Veda sadar jalan menuju MotoGP tidak mudah. Jumlah kursi di kelas utama sangat terbatas. Hanya ada 22 pembalap pada musim 2026. Sementara itu, banyak rider dari Moto2 maupun Moto3 yang setiap musim berusaha mendapatkan kesempatan promosi.

Persaingan menuju kelas utama bahkan terlihat dari jumlah rookie yang naik kelas dalam beberapa musim terakhir. Pada MotoGP 2027, baru lima pembalap yang sudah mendapat jaminan, yakni David Alonso, Dani Holgado, Izan Guevara, Nicolo Bulega, dan Senna Agius.

Jumlah tersebut menyamai musim 2022 yang juga diramaikan oleh lima rookie, yaitu Remy Gardner, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Darryn Binder. Sementara itu, pada musim-musim sebelum atau setelahnya jumlah promosinya justru lebih sedikit.

"Kalau ditanya seberapa yakin, enggak tahu. Bayangkan saja, cuma 20 rider yang diambil dari seluruh dunia dan rata-rata semuanya sudah juara dunia. Intinya pasti berat," kata Veda dalam Locker Room by IDN Times.

2. Fokus dan nikmati prosesnya

Karena itu, Veda memilih untuk tidak terlalu memikirkan target jangka panjang tersebut. Anak dari mantan pembalap nasional, Sudarmono, itu ingin fokus dan menikmati prosesnya setahap demi setahap.

"Saya mengikuti apa (alur saja). Saya nggak mau fokus langsung harus ke sana gitu," ujar Veda.

3. Fokus sempurnakan diri untuk bersaing

Persaingan yang ketat itu menyadarkan Veda untuk menyempurnakan dirinya di atas lintasan lebih dulu. Dia harus menaklukkan Moto3, lalu bersaing di Moto2, dan kalau sudah merasa pantas, baru bisa memikirkan MotoGP.

"Kalau saya melakukan yang terbaik di setiap race-nya, insya Allah pasti bisa," kata pembalap asal Gunungkidul tersebut.

Ikuti jajak pendapatnya

Apa fokus terbaik Veda Ega saat ini?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article