Veddriq Leonardo: Saya Masih Bisa Bersaing

- Veddriq Leonardo kembali naik podium dengan meraih perunggu di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026, menandai kebangkitannya setelah lama absen dari tiga besar.
- Pelatih Galar Pandu Asmoro menilai capaian Veddriq sebagai sinyal positif dan bukti bahwa ia masih layak bersaing di level dunia serta menjadi andalan speed putra Indonesia.
- Sebelum meraih perunggu, Veddriq sempat mengalami cedera jari dan gagal masuk tiga besar di lima turnamen berturut-turut sejak kemenangan emas Olimpiade Paris 2024.
Jakarta, IDN Times - Veddriq Leonardo menyatakan dirinya masih belum habis untuk bersaing di level tertinggi dunia. Hal ini disampaikan Veddriq usai membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Panjat Tebing Asia (World Climbing Asia Championship Meishan) 2026 di China beberapa waktu lalu.
Ini pertama kali Veddriq kembali naik podium setelah lama tak menjadi tiga terbaik di sejumlah turnamen yang diikutinya. Veddriq mengaku, capaian ini membuatnya lebih percaya diri.
1. Veddriq masih bisa bersaing

Kembali menginjakkan kaki di podium kejuaraan, Veddriq menegaskan dirinya masih mampu bersaing. Perunggu tersebut bermakna besar bagi peraih emas Olimpiade 2024 Paris tersebut.
“Yang pasti sih, kayak saya lebih percaya diri lagi. Walaupun memang banyak tantangan, ya, banyak hal yang terjadi sebelum event itu. Ya, saya masih di speed climbing, salah satu yang andalan Indonesia. Jadi kayak, ya sudah, masih bisa buat bersaing dan siap kapan pun kalau disuruh bertanding,” kata Veddriq ditemui di Pelatnas Panjat Tebing, Bekasi, Jumat (17/4/2026).
2. Pelatih masih berharap pada Veddriq

Pelatih speed putra, Galar Pandu Asmoro, menegaskan keberhasilan Veddriq menembus podium di Kejuaraan Asia 2026 menjadi sinyal positif, terutama untuk speed putra Indonesia.
“Berarti kan ini sinyal positif buat kami ya bahwa Veddriq siap untuk menjadi Olympian berikutnya gitu. Berarti belum selesai gitu, dia. Masih bersaing,” kata Galar.
Secara terbuka, Galar mengaku tim pelatih masih menaruh harapan besar pada Veddriq. Meskipun, Galar mengakui persaingan di speed putra begitu ketat.
“Kita tetap menaruh harapan besar pada dia (Veddriq) dan juga adik-adiknya yang di bawah ini. Jadi, kalau memang mereka ini semua rata-rata bersaing, kita tuh memilih siapa pun, ya, insyaallah itu yang terbaik,” kata Galar.
3. Lama tak naik podium

Veddriq cukup lama tak naik podium dalam turnamen yang diikutinya. Sejak meraih emas Olimpiade 2024 Paris, Veddriq menjadi yang terbaik di IFSC Madrid Speed 2024 pada Oktober 2024 lalu.
Veddriq sempat berjuang melawan cedera di bagian jarinya. Ini membuat performa Veddriq juga ikut menurun. Veddriq sempat turun di lima turnamen tanpa meraih hasil masuk jajaran tiga besar sebelum mengantongi perunggu dari Kejuaraan Asia 2026.



















