Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Musim Pertama Liverpool Kalah dalam 2 Leg di Fase Gugur UCL

4 Musim Pertama Liverpool Kalah dalam 2 Leg di Fase Gugur UCL
Anfield Stadium (unsplash.com/Nathan Wong)
Intinya Sih
  • Liverpool tersingkir di perempat final Liga Champions 2025/2026 setelah kalah dua leg dari PSG dengan skor identik 0-2, meski sudah diperkuat pemain baru hasil belanja besar.
  • Sejak era Liga Champions dimulai pada 1992/1993, Liverpool empat kali kalah dalam dua leg fase gugur, termasuk melawan Benfica (2005/2006), Atletico Madrid (2019/2020), dan Real Madrid (2022/2023).
  • Kekalahan beruntun di fase gugur menunjukkan tantangan konsistensi Liverpool di kompetisi Eropa, meski sempat tampil dominan di beberapa musim sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liverpool gagal melangkah ke semifinal Liga Champions Eropa 2025/2026. Perjuangan The Reds terhenti usai kalah dalam dua leg dari Paris Saint-Germain (PSG) di perempat final. Skuad besutan Arne Slot selalu takluk dengan skor 0-2 dalam laga tandang dan kandang.

Kegagalan ini menghadirkan beberapa fakta menarik. Sejak kompetisi ini berganti nama pada 1992/1993, Liverpool telah mengalami kekalahan dalam 2 leg pada fase gugur dalam 4 edisi berbeda. Sebelum PSG, ada 2 tim dari Spanyol dan 1 tim dari Portugal.

1. Liverpool kalah 0-1 dan 0-2 dari Benfica pada 2005/2006

Liverpool dipertemukan dengan Benfica pada babak 16 besar usai keluar sebagai juara grup di Liga Champions 2005/2006. Pada leg pertama, The Reds gagal menaklukkan As Aguias di Estadio da Luz. Skuad besutan Rafael Benitez kalah dengan skor tipis 0-1 oleh gol tunggal Luisao pada menit 84.

Dengan kekalahan tipis pada pertemuan pertama, Liverpool masih menjaga peluang yang cukup terbuka untuk membalikkan keadaan dan melaju ke fase berikutnya. Sayangnya, skuad yang dipimpin Steven Gerrard gagal merealisasikan hal tersebut. Liverpool kalah dengan skor yang lebih besar (0-2) oleh gol Simao dan Fabrizio Miccoli.

2. Liverpool kalah dramatis dari Atletico Madrid pada babak 16 besar Liga Champions 2019/2020

Liverpool bermain tandang ke markas Atletico Madrid terlebih dahulu pada babak 16 besar Liga Champions 2019/2020. Skuad besutan Juergen Klopp telah kecolongan oleh gol Saul Niguez pada menit 4. Usaha The Reds untuk mencetak gol tak menemui hasil hingga menutup laga dengan kekalahan 0-1.

Duel di Anfield pada leg kedua menyajikan pertarungan yang menarik. Peluang Liverpool untuk merebut satu tempat di perempat final terbuka lebar ketika gol Georginio Wijnaldum (43’) dan Roberto Firmino (94’) membuat mereka unggul agregat 2-1. Namun, Atletico Madrid berhasil comeback hingga mencetak tiga gol lewat aksi Marcos Llorente (97’ dan 106’) dan Alvaro Morata (120+1’).

3. Liverpool kalah agregat 2-6 dari Real Madrid pada 2022/2023

Liverpool memulai laga dengan baik ketika menjamu Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2022/2023. Mereka mampu unggul 2-0 lebih dahulu lewat gol Darwin Nunez (4’) dan Mohamed Salah (14’). Namun, tim tamu menunjukkan mental tangguh hingga membalas dengan lima gol lewat Vinicius Junior (21’ dan 36’), Eder Militao (47’), dan Karim Benzema (55’ dan 67’). 

Dua tim tersebut menyajikan pertarungan sengit di Santiago Bernabeu pada pertemuan kedua. Ambisi The Reds untuk comeback gagal dengan Real Madrid meraih kemenangan tipis 1-0. Satu-satunya gol dicetak oleh Karim Benzema.

4. Liverpool selalu kalah 0-2 dari Paris Saint-Germain dalam dua laga pada 2025/2026

Liverpool harus mengakui ketangguhan Paris Saint-Germain yang tampil di markas sendiri pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Pada babak pertama, mereka tertinggal 0-1 oleh gol Desire Dour pada menit 11. Kemudian, tuan rumah menambah satu gol lagi lewat aksi Khvicha Kvaratskhelia pada menit 65.

Dengan kekalahan tersebut, The Reds mengusung misi comeback saat tampil di hadapan pendukung sendiri pada leg kedua. Sayangnya, skuad besutan Arne Slot kembali gagal menjebol gawang PSG. Tuan rumah mencetak dua gol yang seluruhnya diciptakan Ousmane Dembele.

Kegagalan di Liga Champions 2025/2026 menjadi catatan tersendiri bagi Liverpool. Apalagi, mereka melakukan belanja besar-besaran pada awal musim. Hadirnya beberapa rekrutan mahal nyatanya tak berdampak instan terhadap prestasi yang didapat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More