Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kemenangan Pertama Jepang atas Negara Afrika di Piala Dunia
ilustrasi penggemar timnas sepak bola Jepang (Unsplash/Tommaso Ubezio)
  • Jepang mencatat kemenangan ketiganya atas wakil Afrika di Piala Dunia setelah menaklukkan Tunisia 4-0 pada laga kedua fase grup 2026.
  • Kemenangan sebelumnya diraih Jepang atas Tunisia 2-0 di Piala Dunia 2002 dan atas Kamerun 1-0 di edisi 2010 berkat gol Keisuke Honda.
  • Hasil positif terbaru membuat Jepang mengoleksi empat poin dari dua laga, memperkuat peluang mereka untuk lolos ke fase gugur dengan performa menyerang yang tajam dan pertahanan solid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tim Nasional Jepang menunjukkan penampilan ganas saat bertemu Tunisia pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Setelah hanya meraih satu poin pada laga sebelumnya, Samurai Biru memastikan tiga poin usai membantai negara Afrika tersebut dengan skor empat gol tanpa balas. Dari hasil positif ini, Jepang telah meraih kemenangan atas tim dari Benua Hitam di Piala Dunia dalam tiga laga berbeda per 21 Juni 2026.

1. Timnas Jepang taklukkan Tunisia 2-0 pada 2002

Timnas Jepang melakoni laga penentuan menghadapi Tunisia untuk lolos dari fase grup Piala Dunia 2002. Samurai Biru berhasil mendominasi laga dan meraih kemenangan 2-0. Dengan tambahan tiga poin dari hasil positif ini, Jepang finis sebagai pemuncak klasemen grup H dengan tujuh poin, sementara Tunisia berada di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan satu poin.

Kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol selama babak pertama. Situasi tersebut membuat intensitas duel meningkat pada babak kedua. Jepang lantas membuka keunggulan berkat sepakan kaki kanan Hiroaki Morishima pada menit 48.

Samurai Biru memastikan tiga poin dengan 2-2 menjadi skor akhir pertandingan. Gol kedua hadir lewat Hidetoshi Nakata. Menyambut umpan Daisuke Ichikawa, Nakata membobol gawang lawan dengan sundulan kepala.

2. Gol Keisuke Honda berbuah kemenangan 1-0 atas Kamerun pada 2010

Timnas Jepang meraih hasil positif ketika memulai kiprah mereka di Piala Dunia 2010. Skuad besutan Takeshi Okada layak mendapat tiga poin dengan kemenangan tipis 1-0 atas Kamerun yang dihuni Samuel Eto’o, Joel Matip, dan Eric-Maxim Choupo-Moting. Samurai Biru lantas menutup fase grup dengan finis sebagai runner-up grup E dan lolos ke fase gugur.

Keisuke Honda menjadi pahlawan kemenangan bagi Jepang dalam duel di Free State Stadium pada 14 Juni 2010 tersebut. Berawal dari menguasai bola di sisi kanan, Daisuke Matsui mengecoh satu pemain lawan sebelum melepaskan umpan dengan kaki kiri ke kotak penalti. Honda yang berdiri di tiang jauh mampu menerima bola dengan baik sebelum melepaskan shooting kaki kiri dengan begitu tenang.

3. Timnas Jepang melibas Tunisia 4-0 pada 2026

Timnas Jepang menunjukkan performa mengagumkan dalam dua laga pertama di Piala Dunia 2026. Pada laga pembuka, mereka menahan imbang Belanda 2-2 meski sempat tertinggal dua kali. Kualitas mereka lantas terbukti dengan kemenangan telak empat gol tanpa balas saat bersua Tunisia pada laga kedua. 

Kemenangan atas Tunisia dibuka dengan gol cepat lewat aksi Daichi Kamada pada menit 4. Pemain Crystal Palace tersebut melakukannya dengan sepakan kaki kiri berkat assist Keito Nakamura. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Samurai Biru 2-0 lewat gol dari Ayase Ueda dalam skema counter attack pada menit 31.

Jepang mempertahankan intensitas serangan hingga unggul lebih jauh berkat sepakan kaki kanan Junya Ito yang melalui assist Ueda pada menit 69. Ueda menjadi pencetak gol penutup Jepang pada menit 83. Kali ini, ia melakukannya dengan sundulan kepala berkat umpan Kaishu Sano.

Kemenangan atas Tunisia membawa Jepang mengoleksi 4 poin dari 2 pertandingan di fase grup Piala Dunia 2026. Hasil itu sekaligus mempertegas kemampuan Samurai Biru ketika berhadapan dengan wakil Afrika di panggung Piala Dunia. Ketajaman lini depan dan solidnya pertahanan menjadi modal berharga bagi Jepang untuk menatap laga terakhir fase grup. Mereka kini hanya membutuhkan satu hasil positif lagi demi menjaga asa melangkah ke fase gugur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article