Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mosi Tak Percaya Pada FIFA, Turnamen Tandingan Berpeluang Muncul

Mosi Tak Percaya Pada FIFA, Turnamen Tandingan Berpeluang Muncul
Potret kantor FIFA di Indonesia. (IDN Times/Tino).
  • AFC, CONCACAF, dan UEFA mengirim surat bersama yang mengutuk integritas FIFA di bawah Gianni Infantino, memicu mosi tidak percaya terhadap federasi tersebut.
  • Rusia sempat merencanakan Piala Dunia tandingan pada November 2025 bagi negara yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi rencana itu tidak terealisasi.
  • UEFA pernah mengusulkan Global Nations League sebagai pesaing Piala Dunia; isu turnamen tandingan dan usul penjualan saham Piala Dunia menekan posisi Infantino.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Saat ini, FIFA tengah dirundung mosi tidak percaya dari berbagai konfederasi. Seiring dengan hal tersebut, muncul juga ragam rencana soal turnamen tandingan untuk Piala Dunia.

Terbaru, tiga konfederasi yakni AFC, CONCACAF, dan UEFA menulis sebuah surat bersama. Dalam surat itu, sikap mereka jelas, yaitu mengutuk buruknya integritas FIFA di bawah pimpinan Gianni Infantino.

Ternyata, kritik untuk FIFA itu tak cuma secara tertulis dan lisan saja. Ada dua turnamen tandingan yang berpotensi mengguncang Piala Dunia gubahan FIFA.

  1. 1. Rusia akan gelar Piala Dunia tandingan

    Dilansir World Soccer Talk, pada November 2025 lalu Rusia disebut-sebut akan menggelar Piala Dunia tandingan. Mereka sempat berencana mengundang negara-negara yang gagal lolos Piala Dunia 2026 untuk bergabung.

    Rusia saat ini masih dalam sanksi FIFA, usai agresi militer mereka ke Ukraina pada Februari 2022 silam. Memang, akhirnya rencana ini tak terealisasi dan menguap begitu saja.

    Namun, turnamen ini sejatinya sudah memiliki konsep,plus format yang jelas. Memang tujuan akhirnya adalah visibilitas Rusia di mata internasional, tetapi ini bisa jadi alarm bagi FIFA bahwa turnamen tandingan itu berpeluang terjadi.

  2. 2. Global Nations League gubahan UEFA

    Beberapa hari lalu, ada rencana dari UEFA yang bocor ke publik. Mereka dikabarkan sudah mempersiapkan sebuah turnamen baru yang akan menandingi Piala Dunia. Turnamen itu bernama Global Nations League.

    Dilansir Sky Sports, usulan soal turnamen ini sudah digaungkan UEFA sejak 2017, sejak Infantino menjadi Presiden FIFA. Secara format, ajang ini juga terasa lebih adil ketimbang Kualifikasi Piala Dunia.

    Global Nations League dirancang digelar pada tahun-tahun ganjil ketika tidak ada Piala Dunia maupun Euro. Turnamen tersebut diawali dengan babak kualifikasi regional sebelum memasuki putaran final yang diikuti delapan tim.

    Selain turnamen utama, juga direncanakan penyelenggaraan mini Piala Dunia di beberapa negara tuan rumah, dengan setiap kompetisi dimulai langsung dari babak perempat final.

    Putaran final divisi tertinggi akan diikuti tiga wakil Eropa, dua dari Amerika Selatan, serta masing-masing satu wakil dari Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Sementara itu, Oseania hanya akan mendapat tempat di putaran final divisi keempat.

    Namun, rencana tersebut tidak pernah direalisasikan setelah Infantino memilih melanjutkan proyek perluasan format Piala Dunia Antarklub FIFA.

  3. 3. Akankah Infantino lengser dari FIFA

    Adanya embusan kabar soal ajang-ajang tandingan ini adalah sinyal bahaya bagi Infantino. Hal itu tak lepas dari usulannya soal menjual saham Piala Dunia, yang disebut mencederai muruah sepak bola.

    Dengan adanya mosi tidak percaya dari AFC, CONCACAF, dan UEFA, hal itu tentu akan berpengaruh pada turnamen-turnamen yang FIFA gelar ke depan. Lebih jauh, hal ini bisa saja melengserkan posisi Infantino sebagai presiden.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More