Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Format Liga Putri yang Bangkit dari Mati Suri: Bisa Pakai 4 Pemain Asing

Format Liga Putri yang Bangkit dari Mati Suri: Bisa Pakai 4 Pemain Asing
Timnas Putri Indonesia merayakan gol ke gawang Laos. (Dok. PSSI)
  • Indonesia Women's League musim 2025/26 akan dimulai pada Oktober dengan enam klub Jabodetabek.
  • Setiap tim dijadwalkan bermain 15 kali pada fase grup sebelum semifinal dan final.
  • Klub dapat memiliki maksimal empat pemain asing serta wajib menyertakan setidaknya satu pemain Timnas Putri Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aturan IWL mana yang paling menarik menurutmu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia Women's League (IWL) musim 2025/26 akan kick-off pada Oktober mendatang. Kompetisi yang akhirnya hidup dari mati suri ini dipanaskan enam klub Jabodetabek.

Kendati pesertanya tipis, federasi dan pihak operator berupaya untuk tetap memberikan menit bermain melimpah kepada para pemain. Cara itu terlihat dari format kompetisi yang diusung, yaki triple round-robin.

  1. 1. Menganut format triple round-robin dan fase gugur

    Semua tim memiliki kesempatan untuk bersua lima tim lain sebanyak tiga kali. Dengan begitu, terdapat 15 pertandingan yang akan mereka lakoni sepanjang fase grup.

    Peringkat empat teratas akan melaju ke fase gugur, yakni semifinal. Format ini sudah disepakati oleh seluruh klub, yang bertujuan untuk memberikan menit bermain yang banyak kepada para pemainnya.

    "Jadi paling tidak setiap klub akan bermain 15 kali selama satu season, kemudian dilanjutkan dengan babak semi-final dan final. Itu adalah minimum menit bermain yang dimiliki oleh masing-masing klub untuk musim pertama ini," kata CEO IWL, Teddy Tjahjono.

  2. 2. Ada sistem kurasi pemain

    Seluruh tim, disebut Komisaris IWL sekaligus anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, mendapatkan kuota maksimal sebanyak empat pemain asing. Klub juga diizinkan untuk mendatangkan talenta diaspora.

    Pada musim perdana, baru dua pemain diaspora yang telah dikonfirmasi dapat mentas. Mereka adalah Isabelle Nottet dan Estella Loupatty. Keduanya juga masuk dalam kategori marquee player.

    "Nah sisanya kami serahkan kembali ke klub sesuai dengan kemampuannya. Empat pemain asing itulah yang kami sebut sebagai marquee player," ujar Vivin.

    IWL juga menerapkan sistem khusus untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub. Salah satunya melalui proses kurasi dan grading terhadap 250 pemain yang telah dianalisis dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kriteria.

    "Kenapa kami juga melakukan analisa dan kajian dari semua pemain, termasuk grading pemain. Ada sekitar 250-an pemain di mana akhirnya kami grading dengan kriteria yang sudah kami tentukan," ujar Teddy.

  3. 3. Setiap klub wajib punya pemain berlabel Timnas

    Selain itu, setiap klub juga diwajibkan memiliki sedikitnya satu pemain berlabel Timnas Putri Indonesia. Kompetisi ini akan kick-off pada 17 Oktober mendatang, mempertemukan Persita Tangerang kontra Persija Jakarta.

    "Kami melihat bahwa talent pool tahun-tahun belakangan ini makin bertambah, sehingga tahun ini kami memberanikan diri untuk memulai," ujar Vivin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More