Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Momen yang Bikin Pertemuan Inggris vs Argentina Panas di Piala Dunia
Aksi Diego Maradona di laga perempat final Piala Dunia Meksiko 1986 antara Argentina melawan Inggris. (Wikimedia Commons)
  • Pertemuan Inggris dan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 kembali memanaskan rivalitas panjang kedua negara yang sudah berlangsung sejak dekade 1960-an.
  • Insiden Antonio Rattin pada Piala Dunia 1966 dan gol 'Tangan Tuhan' Maradona tahun 1986 menjadi simbol ketegangan abadi antara dua kekuatan sepak bola dunia ini.
  • Drama kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998 menambah daftar momen panas, memperkuat citra laga Inggris vs Argentina sebagai duel penuh emosi dan sejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Laga panas akan tersaji dalam semifinal Piala Dunia 2026. Bertempat di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, Argentina akan bersua Inggris.

Rivalitas Argentina dan Inggris adalah salah satu yang terpanas di kancah sepak bola internasional. Setidaknya, ada tiga momen yang membuat rivalitas keduanya panas, apalagi jika mereka jumpa di Piala Dunia.

1. Insiden Antonio Rattin padaa 1966

Sebelum perjumpaan pada 1966, Inggris dan Argentina sempat jumpa pada Piala Dunia 1962. Namun, justru perjumpaan di Piala Dunia 1966-lah yang jadi awal mula rivalitas Inggris dan Argentina.

Kedua tim berjumpa pada perempat final Piala Dunia 1966 di Wembley. Kontroversi besar di laga ini melibatkan Antonio Rattin, sosok yang kala itu jadi kapten Argentina. Dia menolak keluar lapangan meski wasit sudah menyuruhnya keluar.

Penyebabnya, Rattin dan wasit yang memimpin laga, Rudolf Kreitlein, terkendala masalah bahasa. Rattin meminta penerjemah, tetapi pada akhirnya dia dan seluruh skuad Argentina dicap tak patuh aturan.

Laga sempat tertunda hingga delapan menit, sampai akhirnya Rattin keluar. Ketika dia keluar pun, dia sempat duduk sebentar di karpet merah, yang sejatinya diperuntukkan bagi Ratu Elizabeth II.

Gara-gara kejadian ini, sistem kartu kuning dan kartu merah mulai diperkenalkan pada Piala Dunia 1970. Sekadar informasi, saat Rattin keluar, tak ada kartu sama sekali yang dikeluarkan wasit.

2. Insiden Tangan Tuhan Maradona pada 1986

Selepas insiden Rattin pada 1966, pertemuan Inggris dan Argentina berlangsung panas lagi pada perempat final Piala Dunia 1986. Kekalahan di Perang Falklands mewarnai skuad Argentina kala itu.

Diego Armando Maradona jadi pusat perhatian. Di laga ini, dia mencetak dua gol. Satu gol kontroversial, sementara satu gol lain sensasional.

Yang kontroversial adalah gol pertama. Menerima bola di kotak penalti, Maradona kedapatan memukul bola dengan tangannya, melewati adangan kiper Inggris Peter Shilton. Gol yang Maradona sebut sebagai 'Tangan Tuhan'.

Yang sensasional adalah gol kedua. Menerima bola di tengah lapangan, Maradona dengan lincah melewati para pemain Inggris, mengelabui Shilton, lalu mencetak gol yang jadi salah satu gol terbaik di Piala Dunia.

Dalam satu laga yang sama, Maradona jadi penjahat sekaligus pahlawan. Dia adalah penjahat bagi Inggris, tetapi pahlawan bagi Argentina yang baru saja kalah di Perang Falklands.

3. Beckham jadi pesakitan di Piala Dunia 1998

Pada Piala Dunia 1998, Inggris dan Argentina jumpa lagi di 16 besar. Laga ini memiliki makna yang spesial bagi seorang David Beckham. Dia menjadi pesakitan dan dianggap biang kekalahan Inggris.

Skor menunjukkan angka 2-2, ketika laga masuk babak kedua. Dua gol dari Alan Shearer dan Michael Owen, berhasil Argentina samakan via Gabriel Batistuta dan Javier Zanetti.

Ketika Inggris tengah ciamik, Beckham justru melakukan kesalahan. Dia terkena kartu merah, lantaran kedapatan menendang Diego Simeone. Main dengan 10 orang, Inggris benar-benar kesulitan.

Laga berlanjut ke adu penalti, yang berujung kekalahan 3-4 untuk Inggris. Beckham jadi pesakitan, dan baru pada Piala Dunia 2002, dia membayar hal tersebut usai bikin Argentina gugur dari fase grup lewat golnya.

Banyak momen yang menjadikan pertemuan Inggris dan Argentina di kancah internasional begitu panas dan penuh tensi. Nah, di semifinal Piala Dunia 2026, akankah ada drama tersaji lagi?

Curated For You

Editorial Team

Related Article