Rapor Spanyol pada Perempat Final Piala Dunia per 2026, Menang 2 Kali

Spanyol menaklukkan Belgia 2-1 pada perempat final Piala Dunia 2026, memastikan tempat di semifinal dan mengakhiri catatan buruk mereka pada fase delapan besar.
Dalam sejarah enam kali tampil pada perempat final, Spanyol baru dua kali menang: pertama pada 2010 saat menjadi juara dunia, dan kedua pada edisi 2026 ini.
Kemenangan terbaru ditentukan oleh gol Mikel Merino menit ke-88 setelah Fabian Ruiz membuka skor dan Charles De Ketelaere sempat menyamakan kedudukan untuk Belgia.
Tim Nasional Spanyol menutup pertarungan dengan Belgia pada perempat final Piala Duina 2026 dengan kemenangan. La Furia Roja berhasil mengunci satu tempat pada semifinal usai unggul 2-1 atas Belgia. Dengan demikian, catatan negatif mereka pada fase ini tak bertambah. Dalam enam laga berbeda pada perempat final Piala Dunia, Spanyol kini telah menang dua kali.
1. Spanyol disingkirkan Italia pada 1934
Spanyol melaju ke perempat final Piala Dunia 1934 usai menyingkirkan Brasil pada fase sebelumnya. Untuk mengunci satu tempat pada semifinal, mereka harus melewati perlawanan Italia. Lewat dua pertemuan, La Furia Roja harus mengakui keunggulan Gli Azzurri.
Pertemuan pertama yang berakhir dengan skor imbang 1-1 membuat kedua tim harus kembali bertemu. Dalam duel kedua, Italia berhasil menutup laga dengan kemenangan tipis 0-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Spanyol dicetak Giuseppe Meazza.
2. Langkah Spanyol dihentikan Belgia pada 1986
Spanyol membutuhkan waktu lebih dari 5 dekade untuk kembali mencapai perempat final Piala Dunia. Mereka tampil pada fase tersebut edisi 1986 usai melewati perlawanan Denmark dengan skor telak 5-1. Namun, permainan dominan tersebut tak berlaku ketika bertemu Belgia dalam perebutan satu tempat semifinal.
Setelah tertinggal lebih dahulu pada menit 35, Spanyol membalas gol Belgia lewat aksi Juan Senor pada menit 85. Namun, La Furia Roja harus menyerah 4-5 dalam adu penalti. Eloy Olaya menjadi satu-satunya pemain Spanyol yang gagal.
3. Bertemu Italia pada 1994, Spanyol kalah 1-2
Spanyol kembali menembus perempat final Piala Dunia pada 1994. Namun, kejadian pada 1934 kembali terulang pada edisi ini. La Furia Roja gagal menembus semifinal lantaran kalah 1-2 dari Italia.
Pada babak pertama, Spanyol yang ditangani Javier Clemente tertinggal 0-1 oleh gol Dino Baggio. Usaha Spanyol untuk menyamakan kedudukan menemui hasil lewat aksi Jose Luis Caminero pada menit 58. Sayangnya, gawang Spanyol dibobol Roberto Baggio pada menit 87 yang sekaligus memastikan kemenangan Italia.
4. Perjalanan Spanyol dihentikan tuan rumah pada 2002
Setelah menyingkirkan Irlandia lewat adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2002, Spanyol dipertemukan dengan tuan rumah Korea Selatan. Duel pada perempat final berlangsung sengit. Kedua tim harus melakoni adu penalti untuk menentukan pemenang.
Lima eksekutor Korea Selatan berhasil menjebol gawang La Furia Roja. Sementara itu dari empat penendang Spanyol, ada satu pemain yang gagal. Sepakan Joaquin sebagai eksekutor keempat Spanyol berhasil diantisipasi kiper lawan.
5. Usai menyingkirkan Paraguay pada perempat final, Spanyol melaju ke final dan juara pada 2010
Spanyol mencetak sejarah pada di Piala Dunia 2010. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka meraih kemenangan pada perempat final. Melalui duel sengit kontra Paraguay pada 3 Juli 2010, La Furia Roja unggul 1-0 lewat gol tunggal David Villa pada menit 81.
Hasil positif Spanyol berlanjut pada semifinal dengan mengalahkan Jerman 1-0 berkat gol Carlos Puyol. La Furia Roja lantas merengkuh gelar juara usai menang 1-0 atas Belanda pada partai puncak. Satu-satunya gol itu dicetak Andres Iniesta pada babak tambahan waktu.
6. Spanyol membungkam Belgia pada 2026
Spanyol berhasil unggul lebih dahulu ketika bertemu Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026. Gol pemecah kebuntuan hadir lewat Fabian Ruiz yang berhasil menyambar bola rebound hasil sepakan Dani Olmo dengan sontekan kaki kanan. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan selama 11 menit dengan Charles De Ketelaere menjadi pencetak gol penyama kedudukan.
Luis de la Fuente melakukan pergantian pemain jitu dengan memasukkan Mikel Merino pada menit 86. Hasilnya, pemain Arsenal tersebut hanya butuh 2 menit untuk mencetak gol yang sekaligus menjadi penentu kemenangan Spanyol. Memanfaatkan kesalahan Senne Lammens, Merino berhasil mengonversi bola rebound menjadi gol.
Kemenangan atas Belgia sekaligus mengakhiri penantian panjang Spanyol untuk kembali merasakan manisnya kemenangan pada perempat final Piala Dunia sejak 2010. Hasil ini juga menegaskan kemampuan La Furia Roja dalam mematahkan kutukan yang sempat menghantui mereka pada fase delapan besar. Dengan performa yang semakin meyakinkan, Spanyol berpeluang besar untuk kembali mengincar gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.
















