Manchester United dalam tren buruk dengan menelan enam kekalahan pada awal 2026/2027 menurut data Transfermarkt. Keenam kekalahan itu diraih saat bermain di English Premier League (EPL), Liga Champions Eropa (UCL), dan EFL Cup. Statistik mengecewakan membuat tim asuhan Michael Carrick mendapat sorotan tajam per 28 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.
6 Kekalahan Perdana Manchester United pada 2026/2027, Inkonsisten

Take a Deeper Read
1. Hull City mempermalukan Manchester United pada pembukaan EPL 2026/2027
Manchester United mendapatkan pil pahit saat mengawali EPL 2026/2027. Ini karena Bruno Fernandes dkk kalah memalukan dari tim promosi, Hull City, dengan skor akhir 2-0. Kedua gol tersebut sukses dicetak Semi Ajayi dan Nobel Mendy pada babak pertama pertandingan.
Michael Carrick sejak babak pertama langsung menurunkan para pemain baru, seperti Andrey Santos dan Youri Tielemans. Kendati demikian, kehadiran mereka tidak memberikan efek yang positif bagi permainan. Mereka bahkan tidak bermain hingga pertandingan tersebut berakhir.
2. Kalah dengan skor tipis saat bentrok dengan Manchester City
Manchester United takluk atas Manchester City pada pekan ke-4 EPL 2026/2027. Pertemuan yang berlangsung di Old Trafford tersebut berakhir tipis 0-1. Erling Haaland menjadi pahlawan bagi The Citizens karena gol tunggalnya membantu timnya sukses membawa pulang tiga poin.
Manchester United mencatatkan penguasaan bola hingga 54,7 persen pada pertandingan itu. Mereka lebih banyak memberikan ancaman yang terlihat dari 16 tembakan. Sayangnya, hanya 3 tembakan mengarah ke gawang Gianluigi Donnarumma tanpa menciptakan ancaman besar.
3. Disingkirkan Brighton and Hove Albion dari EFL Cup
Manchester United tersingkir dari EFL Cup 2026/2027. Ini terjadi usai tidak mampu mengatasi perlawanan sengit yang diberikan Brighton and Hove Albion. Mereka saat itu sempat unggul terlebih dahulu melalui 2 gol cepat Shea Lacey dan Mason Mount pada menit ke-8 dan ke-10.
Kendati demikian, skor tersebut gagal dipertahankan hingga akhirnya tim tamu dapat berbalik unggul. Brighton saat itu berhasil menorehkan tiga gol yang bertahan hingga pertandingan itu berakhir. Kekalahan dramatis ini tidak terlepas dari rapuhnya lini belakang Manchester United.
4. Menelan kekalahan dari Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano
Manchester United bertandang ke Riyadh Air Metropolitano untuk melawan Atletico Madrid pada pertandingan ke-2 UCL 2026/2027. Mereka dikejutkan gol cepat Pablo Barrios pada menit ke-1. Ademola Lookman kemudian melengkapi kemenangan timnya pada menit ke-79.
Itu merupakan kekalahan pertama bagi Manchester United di UCL 2026/2027. Padahal, tim berjuluk The Red Devils tersebut pada pertandingan sebelumnya berhasil menekuk Sabah FK dengan empat gol tanpa balas. Namun, itu yang lawan mudah karena dari luar liga top Eropa.
5. Manchester United harus mengakui keunggulan Como di UCL 2026/2027
Manchester United belum dapat mengakhiri catatan buruk di UCL 2026/2027. Ini terjadi saat mereka harus menyerah atas wakil dari Italia, Como 1907, pada pertandingan ke-3. Uniknya, itu merupakan pertemuan perdana di antara kedua tim di semua ajang sepak bola profesional.
Manchester United kalah dominan dari Como pada pertandingan tersebut. Ini terlihat dari 46 persen dalam penguasaan bola. Selain itu, mereka juga hanya mencatatkan 89 persen akurasi operan dengan 493 kali operan di antaranya yang berhasil dilakukan Joshua Zirkzee dkk.
6. AFC Bournemouth masih menjadi batu sandungan bagi Manchester United
Manchester United masih kesulitan dalam menghadapi AFC Bournemouth. Ini tercermin saat kedua tim bentrok pada pekan ke-8 EPL 2026/2027. The Red Devils yang bermain di kandang sendiri harus tersungkur malu usai kebobolan sebanyak tiga kali oleh tim asuhan Marco Rose.
Hasil ini memperpanjang catatan Manchester United tidak pernah menang atas The Cherries sejak 20 Mei 2023. Mereka setelah pertandingan itu lebih banyak menelan kekalahan dan seri. Sementara itu, kemenangan terakhir diraih saat The Red Devils masih dilatih Erik ten Hag.
Manchester United bersama Michael Carrick belum menemukan skema permainan terbaik yang terlihat dari rangkaian kekalahan pada awal 2026/2027. Padahal, mereka sempat tampil sangat menjanjikan pada paruh kedua 2025/2026 lalu. Mampukah mereka bangkit? Menarik untuk dinantikan.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Tunggal Putri yang Menjuarai 4 Turnamen BWF World Tour Super 1000 202628 Oct 2026, 07:34 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- 5 Gol Terakhir Rasmus Hojlund di Timnas Denmark per Oktober 202628 Oct 2026, 06:34 WIB
- 4 Pemain yang Menjalani Debut pada Pekan 8 Ligue 1 2026/202728 Oct 2026, 05:34 WIB