Profil Fleetwood, Klub Divisi 4 yang Singkirkan Arsenal di Carabao Cup

Fleetwood menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti setelah bermain 1-1 selama 120 menit di putaran keempat Carabao Cup.
Perbedaan performa dan nilai pasar kedua klub sangat besar, dengan Arsenal berada di papan atas Premier League dan Fleetwood di papan bawah League Two.
Fleetwood memiliki riwayat bermain di League One selama sembilan musim sebelum terdegradasi ke League Two pada 2023/24.
Jakarta, IDN Times - Kejutan besar terjadi di putaran keempat Carabao Cup atau Piala Liga Inggris musim 2026/27, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB. Arsenal, sang juara bertahan Premier League, disingkirkan Fleetwood.
Fleetwood melaju ke putaran berikutnya setelah menang adu penalti (5-3) 1-1 di hadapan publiknya sendiri yang memenuhi tribune Highbury Stadium. Hasil ini terbilang mengejutkan karena Fleetwood merupakan klub yang berkompetisi di divisi keempat.
1. Papan bawah League two vs papan atas Premier League
Secara performa, Arsenal dan Fleetwood bak bumi dan langit. Fleetwood sedang tercecer di posisi ke-18 dalam klasemen League Two, sedangkan Arsenal bertengger di peringkat dua Premier League, menempel ketat Manchester City.
Fleetwood yang sedang dihantui inkonsistensi baru menorehkan 14 poin dari 13 laga. Dalam lima laga terakhirnya, Fleetwood hanya membukukan satu kemenangan, sekali imbang, dan menelan kekalahan lebih banyak.
Namun, motivasi mereka menghadapi tim papan atas Premier League mendongkrak performanya di atas lapangan. Itu terlihat dari daya juang mereka sepanjang 120 menit, hingga akhirnya menyingkirkan Arsenal via tos-tosan.
2. Nilai pasar beda 500 kali lipat
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar skuad Fleetwood mencapai 2,8 juta euro (Rp56,5 miliar). Gelandang Mark Helm menjadi pemain termahal dengan nilai pasar 350 ribu euro (Rp7 miliar), disusul bek kanan Shaun Rooney yang ditaksir sebesar 300 ribu euro (Rp6 miliar).
Selain itu, terdapat 10 pemain Fleetwood yang belum memiliki taksiran nilai pasar di Transfermarkt. Sebagian besar pemain yang belum mendapat taksiran tersebut berusia di bawah 21 tahun.
Di sisi lain, Arsenal yang berstatus juara bertahan Premier League memiliki skuad bertabur bintang dengan total nilai pasar mencapai 1,4 miliar euro (28,2 triliun). Tiga pemain mereka, yakni Declan Rice, Bukayo Saka, dan William Saliba, masing-masing ditaksir memiliki nilai pasar 100 juta euro (Rp2 triliun).
Bahkan, nilai pasar Kepa Arrizabalaga yang menjadi pemain Arsenal dengan taksiran terendah, yakni 5 juta euro (Rp101 miliar), masih lebih tinggi daripada total nilai pasar skuad Fleetwood. Dengan angka tersebut, nilai pasar Arsenal mencapai 500 kali lipat dari Fleetwood.
3. Sempat berjaya di kasta ketiga
Fleetwood Town telah beberapa kali berpindah kasta dalam kompetisi sepak bola Inggris. Mereka sempat berkompetisi di League One atau divisi ketiga selama sembilan musim, yakni dari 2014/15 hingga 2023/24, sebelum terdegradasi ke League Two.
Pada musim 2016/17, Fleetwood bahkan nyaris promosi ke Championship setelah finis di peringkat keempat League One dengan koleksi 82 poin. Namun, mereka gagal mempertahankan konsistensi pada musim-musim berikutnya hingga akhirnya finis di posisi ke-22 pada 2023/24 dan turun kasta.
Perjalanan Fleetwood di League Two juga belum sepenuhnya mulus. Mereka finis di peringkat ke-14 pada 2024/25 dan naik satu posisi ke peringkat ke-15 pada 2025/26. Sementara itu, pada musim 2026/27, Fleetwood masih berjuang di papan bawah dengan menempati peringkat ke-18 berdasarkan klasemen yang ditampilkan.




















