Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Pemain yang Bermain Lebih Oke di Tim Nasional daripada di Klub

7 Pemain yang Bermain Lebih Oke di Tim Nasional daripada di Klub
Lukas Podolski (web.facebook.com/EURO2024)

Panggilan memperkuat timnas negara biasanya datang ketika penampilan pemain dinilai baik dan konsisten di level klub. Bahkan, sejumlah pesepak bola mampu mentransfer performa apik mereka di klub ketika mengenakan seragam timnas negaranya.

Namun, ada beberapa pemain yang sebenarnya tidak cukup oke ketika merumput untuk klub yang dibelanya, tetapi menonjol saat mengenakan jersei negaranya. Siapa saja mereka dan apa saja pencapaian yang dibuat untuk timnas?

1. Lukas Podolski

Lukas Podolski (twitter.com/podolski10)
Lukas Podolski (twitter.com/podolski10)

Lukas Podolski sempat menjadi idola di FC Koln. Namun, kariernya dapat dikatakan menurun saat pindah ke Bayern Munich dengan cuma membuat 15 gol dalam 71 pertandingan liga. Performanya di Arsenal pun tidak begitu memuaskan dengan mencetak 19 gol dalam 60 laga Premier League.

Namun, saat berseragam Timnas Jerman, siapa pun tahu sepak terjang Podolski. Ia mencatatkan 130 caps dan membuat 39 gol untuk Die Mannschaft. Sempat menjadi Pemain Muda Terbaik di World Cup 2006, Podolski mengantarkan Jerman juara Piala Dunia 2014.

2. Asamoah Gyan

Asamoah Gyan (twitter.com/SaddickAdams)
Asamoah Gyan (twitter.com/SaddickAdams)

Asamoah Gyan sempat membela sejumlah klub Eropa, seperti Udinese, Rennes, dan Sunderland. Namun, penampilannya sebagai penyerang tidak cukup impresif di tiga tim tersebut. Bahkan, Gyan baru bisa memperoleh gelar bergengsi saat berseragam Al Ain di Uni Emirat Arab.

Performa Gyan jauh lebih baik saat mengenakan jersey Timnas Ghana meski gagal memberikan trofi bergengsi. Ia mencatatkan 51 gol dalam 109 penampilan untuk negaranya selama kurun waktu 2003 hingga 2019. Gyan juga tampil di Piala Dunia edisi 2006, 2010, dan 2014.

3. Fabio Grosso

Fabio Grosso (twitter.com/fifacom)
Fabio Grosso (twitter.com/fifacom)

Nama Fabio Grosso selamanya lebih dikenal sebagai pencetak gol kemenangan Italia atas Jerman di semifinal Piala Dunia 2006. Di turnamen yang sama, ia juga menjadi penentu kemenangan Gli Azzurri dalam adu tendangan penalti melawan Prancis di partai pamungkas.

Lalu, bagaimana karier Grosso di tingkat klub? Sempat berkibar bersama Palermo, ia sebenarnya tidak terlalu menonjol. Grosso cuma cadangan saat membela Inter Milan. Cedera lantas menghantuinya saat di Lyon. Ia pun pernah dibekukan Juventus karena menolak dijual.

4. Sergio Romero

Sergio Romero (twitter.com/fifaworldcup)
Sergio Romero (twitter.com/fifaworldcup)

Sergio Romero harus rela menjadi cadangan abadi bagi David de Gea saat membela Manchester United. Kariernya bersama Sampdoria pun tidak lebih baik karena harus menjadi pilihan kedua setelah Emiliano Viviano. Di AS Monaco, ia adalah ban serep bagi Danijel Subasic.

Meski bukan pilihan utama di klub, itu tidak menghalangi kariernya bersama Timnas Argentina. Mantan kiper AZ Alkmaar tersebut tercatat tampil dalam 96 pertandingan resmi bersama Tim Tango. Prestasi terbaiknya tentu saja medali emas Olimpiade 2008 dan finalis Piala Dunia 2014.

5. Eduardo Vargas

Eduardo Vargas (lanacion.cl)
Eduardo Vargas (lanacion.cl)

Apakah kamu pernah mengingat karier seorang Eduardo Vargas di level klub? Ia sempat bermain di Serie A bersama Napoli, Premier League bareng Queens Park Rangers, dan Bundesliga dengan Hoffenheim. Sayangnya, namanya tidak terlalu berkibar di tiga tim tersebut.

Berbeda saat berseragam Timnas Chile, penyerang kelahiran Santiago ini hampir selalu menjadi pilihan utama sejak debut pada 2009. Ia tercatat memainkan 106 laga untuk negaranya dan mencetak 40 gol. Vargas menjadi bagian La Roja juara Copa America edisi 2015 dan 2016.

6. Paulinho

Paulinho (twitter.com/laligaen)
Paulinho (twitter.com/laligaen)

Sebelum didatangkan Barcelona, siapa yang mengikuti karier Paulinho di level klub? Ia sempat membela Tottenham Hotspur, tetapi kerap dilupakan. Pindah ke Guangzhou Evergrande dan tiga kali juara liga domestik, ia ditarik Barca pada Agustus 2017, tetapi cuma bertahan semusim.

Berbeda saat berseragam Timnas Brasil, peran mantan pemain Corinthians ini cukup menonjol. Debut pada 2011, ia mencatatkan 56 caps dan membuat 13 gol untuk tim Samba. Paulinho turut mengantarkan negaranya memenangkan trofi FIFA Confederations Cup edisi 2013.

7. Joel Campbell

Joel Campbell (twitter.com/joel_campbell12)
Joel Campbell (twitter.com/joel_campbell12)

Beroperasi di lini serang sebagai winger, keran gol Joel Campbell di level klub sangat minim. Bahkan, mungkin tidak banyak yang ingat kalau dia pernah membela Arsenal walau kerap dipinjamkan. Pindah ke Frosinone dan Leon tidak membuat ketajaman Campbell membaik.

Namun, beda cerita saat berseragam Timnas Kosta Rika. Debut pada 2011, ia sejauh ini sudah membuat 118 caps dan 25 gol. Prestasi terbaik Campbell adalah mengantarkan Kosta Rika menembus delapan besar Piala Dunia 2014 dan cuma kalah adu penalti melawan Belanda.

 

Membawa nama negara di pentas internasional memang menjadi tujuan utama banyak pemain bola. Karena itu, tidak heran panggilan timnas datang mereka akan tampil lebih habis-habisan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Binar
EditorBinar
Follow Us

Latest in Sport

See More

Daftar 14 Pemain Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026

03 Apr 2026, 17:48 WIBSport