Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AC Milan Pecat Allegri dan Jajaran Direksi, Dianggap Gagal Total
ilustrasi AC Milan (pixabay.com/chatst2)

Jakarta, IDN Times - AC Milan menjalani musim yang kurang konsisten. Mereka gagal lolos ke Liga Champions karena hanya finis di peringkat kelima, yang membuat mereka akan bermain di Liga Europa musim depan.

Manajemen Rossoneri pun langsung mengambil langkah serius untuk membenahi tim. Tak sampai 24 jam setelah musim berakhir, Milan memecat Massimiliano Allegri dari kursi pelatih, pada Senin (25/5/2026) waktu setempat.

1. Sejumlah jajaran direksi juga didepak, Cardinale pertahankan Zlatan Ibrahimovic

Allegri tak dipecat sendirian. Milan juga mendepak Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, dan Kepala Pemandu Bakat Geoffrey Moncada. Langkah ini membuktikan kalau bos besar klub, Gerry Cardinale, tak main-main dalam menyikapi kegagalan musim ini.

Dari seluruh jajaran petinggi di departemen olahraga, Cardinale hanya menyisakan Zlatan Ibrahimovic yang menjabat sebagai penasihat khusus. Keputusan ini mengakhiri masa bakti Allegri dan Tare yang baru seumur jagung.

2. Rilis pemecatan yang brutal

Pihak klub mengumumkan pemecatan massal ini dengan bahasa yang amat tajam. Dalam rilis tersebut, manajemen menyebut hasil akhir musim ini sebagai sebuah kegagalan yang nyata.

Wajar manajemen kecewa, mengingat Milan sempat berada di posisi dua teratas klasemen cukup lama. Namun, rentetan performa buruk di giornata-gioarnata terakhir membuat target wajib lolos Liga Champions menguap seketika.

"Kekalahan mengecewakan tadi malam di pertandingan terakhir telah mengubah musim ini menjadi kegagalan yang nyata. Kini saatnya untuk melakukan perubahan dan reorganisasi komprehensif pada operasi sepak bola," bunyi pernyataan Milan.

3. Revolusi baru Cardinale bersama Zlatan Ibrahimovic

Dengan kepergian nama-nama besar tersebut, Cardinale kini akan dibantu Ibrahimovic untuk membangun ulang struktur klub. Mereka dituntut bergerak cepat mencari CEO, Direktur Olahraga, dan pelatih baru yang sejalan dengan visi Rossoneri.

Kepergian Furlani sebenarnya sudah diprediksi karena ia merupakan representasi dari mantan pemilik klub sebelumnya, Elliott Management. Setelah Cardinale sukses membiayai kembali pinjaman dari Elliott, keberadaan Furlani di kursi CEO dianggap tak lagi dibutuhkan.

Editorial Team

Related Article