Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Head-to-Head Prancis vs Spanyol: Kental Aroma Balas Dendam

Head-to-Head Prancis vs Spanyol: Kental Aroma Balas Dendam
Striker Prancis, Kylian Mbappe, usai jebol gawang Maroko (AFP / Odd Anderson)
Intinya Sih
  • Pertemuan Prancis dan Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 sarat nuansa balas dendam, dengan rekor historis yang lebih berpihak pada Spanyol.
  • Didier Deschamps menegaskan Prancis tak terpengaruh catatan buruk masa lalu dan fokus menatap laga demi tiket ke final.
  • Luis de la Fuente menilai rekor head-to-head tak relevan, menekankan semangat timnya untuk tampil maksimal tanpa tekanan favorit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Duel Prancis versus Spanyol dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Rabu dini hari WIB (15/7/2026), dipenuhi dengan aroma dendam. Bukan tanpa alasan, karena Prancis memang memiliki rekor buruk saat jumpa Spanyol.

Sepanjang sejarahnya, Prancis dan Spanyol sudah jumpa 38 kali di berbagai ajang. Dalam momen itu, keduanya cuma menghasilkan tujuh hasil imbang.

Sementara, Spanyol lebih sering menang, yakni 18 kali. Lalu, Prancis baru mampu mengalahkan Spanyol dalam 13 kesempatan.

1. Spanyol memang digdaya atas Prancis

Ditinjau dari 10 laga terakhir, Spanyol juga masih unggul atas Prancis. Sebab, mereka bisa memenangkan 10 pertemuan dengan Prancis.

Tapi, Spanyol patut waspada. Sebab, dalam lima pertemuan terakhir di berbagai ajang, Prancis bisa mencuri dua kemenangan, dengan tiga sisanya direbut Spanyol.

2. Prancis ogah ambil pusing

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengaku tak terlalu khawatir dengan rekor yang menyelimuti timnya. Bagi Deschamps, rekam jejak Prancis yang buruk hanya menjadi sejarah dan bukan patokan untuk laga nanti.

"Masa lalu biarlah berlalu. Spanyol sering menang dulu, tapi kami siap menatap laga nanti. Kami ada di level berbeda sekarang, menargetkan ke final," kata Deschamps, dilansir BBC Sport.

3. Tak berarti apa-apa buat Spanyol

Sementara itu, entrenador Spanyol, Luis de la Fuente, merendah dan sepakat dengan Deschamps terkait rekor head-to-head. Bagi De la Fuente, head-to-head yang muncul tak berarti apa-apa dan laga nanti akan berlangsung panas.

"Ada dua tim nasional yang berhadapan satu sama lain. Antara kami favorit atau bukan, tak jadi tekanan. Kami sudah mendapatkan tekanan, karena mau melakukan yang terbaik buat negara," ujar De la Fuente.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More