Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adu Mulut dengan Messi Viral, Ini Penjelasan Jude Bellingham
Aksi Jude Bellingham saat menggiring bola dalam pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris kontra Ghana di Stadion Boston, Foxborough, pada 23 Juni 2026. Gelandang bernomor punggung 10 itu menjadi salah satu pemain kunci The Three Lions. (Foto: CHARLY TRIBALLEAU/AFP)
  • Jude Bellingham menjelaskan adu mulutnya dengan Lionel Messi di semifinal Piala Dunia 2026 hanya soal perbedaan pendapat terkait pelanggaran, bukan konflik pribadi.
  • Bellingham menegaskan tetap menghormati Messi dan menganggap kesempatan bermain melawannya sebagai kehormatan meski Inggris gagal ke final.
  • Lionel Messi menjadi sorotan utama setelah memberi dua assist yang membawa Argentina menang 2-1 atas Inggris dan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jude Bellingham akhirnya memberikan penjelasan mengenai momen adu mulutnya dengan Lionel Messi. Insiden yang sempat viral di media sosial itu memicu berbagai spekulasi, namun gelandang Inggris tersebut memastikan tidak pernah terjadi konflik pribadi dengan kapten Argentina.

Momen itu terjadi saat laga Argentina vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026).

Reaksi Messi yang sempat menatap tajam Bellingham usai keduanya berdebat menjadi salah satu momen paling banyak dibahas setelah pertandingan. Namun, pemain Real Madrid itu menegaskan perdebatan tersebut hanyalah bagian dari dinamika pertandingan dengan tensi tinggi.

1. Bellingham beberkan penyebab adu mulut dengan Messi

Gelandang Inggris, Jude Bellingham (kiri), merayakan gol pertama timnya bersama rekan setimnya, Harry Kane (kanan), selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Estadio Azteca, Mexico City, pada 6 Juli 2026. (AFP/Yuri Cortez)

Bellingham menjelaskan, perdebatan itu berawal dari perbedaan pandangan mengenai sebuah pelanggaran di tengah pertandingan. Menurutnya, percakapan tersebut sama sekali tidak mengarah pada perselisihan yang serius.

"Kami sedang membahas sebuah pelanggaran, sebenarnya. Tidak ada hal buruk. Saya yakin semua orang akan membuatnya menjadi masalah besar. Tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa. Saya merasa sebelumnya ada pelanggaran, lalu dia berkata, 'Kalau begitu bagaimana dengan pelanggaran terhadap saya?' Saya kemudian mengatakan, 'Kamu cukup kuat untuk mengatasinya,' mengerti maksud saya?" kata Bellingham, dikutip dari USA Today.

Bellingham menegaskan banyak orang salah menafsirkan momen tersebut. Menurutnya, adu argumen seperti itu merupakan hal yang lumrah terjadi dalam pertandingan sebesar semifinal Piala Dunia

2. Tetap menaruh respek besar kepada Lionel Messi

Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)

Meski Inggris harus mengubur mimpi tampil di final, Bellingham menegaskan rasa hormatnya kepada Messi tak pernah berubah. Ia menyebut bisa berhadapan langsung dengan peraih banyak gelar Ballon d'Or itu sebagai pengalaman yang akan selalu dikenangnya.

"Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan Messi. Tidak ada apa pun yang saya rasakan terhadap dirinya. Tentu saya berada di pihak yang kalah dan itu sangat menyakitkan, tetapi merupakan sebuah kehormatan bisa berhadapan dengannya," ujar Bellingham.

Gelandang berusia 23 tahun itu menilai persaingan sengit di atas lapangan tidak mengurangi rasa saling menghormati antarpemain setelah pertandingan berakhir.

3. Lionel Messi jadi pembeda kemenangan Argentina

Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)

Lionel Messi kembali membuktikan pengaruh besarnya dalam permainan Argentina saat menghadapi Inggris. Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, kapten La Albiceleste tampil sebagai pemain terbaik berkat kontribusi krusialnya sepanjang pertandingan.

Dua assist Messi menjadi kunci kemenangan dramatis Argentina 2-1. Umpannya diselesaikan Enzo Fernandez pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+2.

Hasil tersebut mengantar Argentina melaju ke Final Piala Dunia 2026, sementara Inggris harus mengakhiri perjuangannya di babak semifinal. Penampilan Messi pun kembali mempertegas perannya sebagai motor permainan tim dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article