6 Juara Bertahan Piala Dunia yang Mampu Langsung Kembali ke Final

- Argentina kembali ke final Piala Dunia 2026 setelah juara pada 2022, menjadi tim elite yang mampu tampil di dua final beruntun.
- Hanya Italia dan Brasil yang pernah sukses mempertahankan gelar juara secara back-to-back, masing-masing pada era 1930-an dan 1960-an.
- Final 2026 mempertemukan Argentina sebagai juara bertahan melawan Spanyol, kampiun Euro 2024, dalam duel ketat antar pemenang turnamen benua.
Argentina menapaki final kedua Piala Dunia secara beruntun pada 2026. Setelah memenangkannya pada 2022, La Albiceleste kini berkesempatan untuk mempertahankan gelar juara. Tidak banyak tim yang mampu back-to-back ke final Piala Dunia. Argentina masuk daftar elite dalam sejarah sebagai tim yang kembali ke final setelah juara pada edisi sebelumnya.
1. Italia mampu back-to-back juara Piala Dunia 1934 dan 1938
Italia menjadi tim pertama yang sukses juara Piala Dunia dalam dua edisi beruntun. Di Piala Dunia 1934, Italia berstatus tuan rumah. Hal ini membuat mereka diunggulkan. Laju mereka meyakinkan dengan menang 7-1 atas Amerika Serikat pada laga pertama Piala Dunia. Meski susah payah mengalahkan Spanyol, Italia melenggang ke final setelah menang 1-0 atas Austria. Italia akhirnya juara berkat kemenangan 2-1 atas Cekoslovakia.
Pada edisi 1938, Italia melawat ke Prancis yang berstatus tuan rumah. Italia cukup kesulitan ketika mengalahkan Norwegia 2-1 lewat duel 120 menit pada awal turnamen. Di perempat final, Italia menekuk tuan rumah Prancis. Ini disusul kemenangan 2-1 atas Brasil di semifinal. Ketika final, Italia berhasil mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Hungaria 4-2.
2. Brasil juga menjuarai Piala Dunia secara beruntun pada 1958 dan 1962
Setelah kedigdayaan Italia, muncul Brasil yang menyamai prestasi mereka dengan juara Piala Dunia dua edisi beruntun. Kendati Piala Dunia sempat terhenti 12 tahun karena perang, turnamen ini kembali pada 1954. Brasil menunjukkan keperkasaannya pada 1958 dan 1962.
Di Piala Dunia 1958, Brasil digdaya berkat Pele sebagai pemain muda brilian. Ia mencuri atensi berkat performa apiknya sepanjang turnamen dengan enam gol. Di fase grup, Brasil finis teratas setelah 2 kemenangan dan 1 keimbangan. Ketika fase gugur, Brasil mendepak Wales dan Prancis. Brasil meraih trofi Piala Dunia pertama dengan menekuk tuan rumah Swedia 5-2.
Brasil kemudian mempertahankan gelar juara Piala Dunia pada 1962. Dalam perjalanannya, Brasil melaju meyakinkan. Selama fase grup, Brasil mengoleksi 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan 1 kali imbang. Brasil lalu menyingkirkan Inggris dan Chile untuk ke final. Pada partai penentuan juara, Brasil menang 3-1 atas Cekoslovakia untuk merebut trofi Piala Dunia kedua.
3. Juara Piala Dunia 1986, Argentina gagal mempertahankan trofi pada 1990
Argentina pertama kali masuk daftar elite ini setelah penampilan apik pada 1986 dan 1990. Namun, mereka hanya bisa juara pada 1986. Diego Maradona mencuri atensi panggung dunia di turnamen edisi 1986. Gol Tangan Tuhan lahir ketika Argentina menang 2-1 atas Inggris di perempat final. Setelah itu, Argentina bisa juara berkat kemenangan 3-2 atas Jerman Barat.
Pada edisi 1990, Argentina kembali menapaki final sebagai juara bertahan. Meski melaju ke final dengan kesulitan, Argentina tetap bisa mentas di partai puncak. Sayangnya, Argentina gagal mempertahankan gelar juara. Pada partai final, Jerman Barat membalas dendam atas kekalahan 1986. Argentina harus mengakui keunggulan Jerman Barat usai kalah 0-1.
4. Brasil memenangi Piala Dunia 1994, tetapi kalah di final edisi 1998
Brasil sempat menjadi raksasa yang tertidur setelah meraih trofi ketiga pada 1970. Namun, Selecao kembali mencuat pada dekade 1990-an. Final 1994 menjadi penanda kebangkitan Brasil. Tim Samba merengkuh trofi keempat setelah susah payah mengalahkan Italia. Imbang tanpa gol pada waktu normal dan extra time, Brasil menang adu penalti dengan skor 3-2.
Berselang 4 tahun, Brasil kembali menapakkan kaki di final Piala Dunia. Kali ini, Brasil menghadapi tuan rumah Prancis. Namun, Brasil seperti dibuat tak berkutik. Pada final yang berlangsung di Stade de France, Brasil kalah telak tiga gol tanpa balas. Meski demikian, Brasil mampu mencatatkan hattrick ke final pada 2002. Brasil menebus kekalahan pada 1998 dengan memenangkannya pada 2002. Brasil berhasil menumbangkan Jerman dua gol tanpa balas.
5. Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan tak mampu mengulanginya pada 2022
Prancis menjadi negara keempat yang ke final lagi setelah juara edisi sebelumnya. Di Piala Dunia 2018, Prancis digdaya dengan juara tanpa terkalahkan. Puncaknya, Prancis menang telak 4-2 atas Kroasia untuk merengkuh trofi kedua sepanjang sejarah.
Setelah performa luar biasa di Piala Dunia 2018, Prancis kembali ke final pada 2022. Kali ini, tantangannya melawan Argentina. Final ini dinilai sebagai salah satu pertarungan terbaik. Sayangnya, Prancis gagal mempertahankan gelar juara setelah kalah via adu penalti.
Sempat tertinggal 0-2, Prancis memaksa laga berlanjut ke extra time setelah imbang 2-2. Pada babak tambahan, kedua tim sama-sama mencetak satu gol. Skor 3-3 membuat pemenang ditentukan melalui adu penalti. Namun, Prancis belum sanggup menumbangkan Argentina untuk juara. Prancis harus puas sebagai runner up setelah kalah 2-4 saat adu tos-tosan.
6. Berstatus juara Piala Dunia 2022, Argentina berkesempatan mempertahankannya pada 2026
Argentina kembali melangkah ke final Piala Dunia. Setelah memenangkannya 2022 lalu, Lionel Messi dan kolega punya kans untuk kembali mengangkat trofi pada 2026. Ini menjadi kali kedua Argentina melakukannya setelah edisi 1986 dan 1990. Tentunya, Argentina tidak ingin mengulangi pencapaian pendahulunya dengan kalah pada final kedua mereka.
Namun, Argentina berpotensi kesulitan di final Piala Dunia 2026. Spanyol akan menjadi lawan yang mesti dilewati mereka untuk kembali juara. Spanyol ke final dengan impresif berbekal status sebagai juara Euro 2024. Final kali ini juga bakal menjadi yang pertama mempertemukan pemenang turnamen benua. Selain juara bertahan Piala Dunia, Argentina juga berstatus kampiun Copa America 2024. Ini membuat duel di final Piala Dunia 2026 berpotensi ketat.
Argentina punya kesempatan untuk mempertahankan gelar juara. Pasukan Lionel Scaloni mengincar trofi keempat sepanjang sejarah. Baru ada dua negara yang back-to-back juara, yakni Italia dan Brasil. Namun, Spanyol bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Berbekal pengalaman matang, mampukah Argentina kembali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2026?














