Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lionel Scaloni: Kami Tim yang Unik, Bukan Arogan

Lionel Scaloni: Kami Tim yang Unik, Bukan Arogan
Duel Inggris (jersei putih) vs Argentina (jersei biru) pada semifinal Piala Dunia 2026
Intinya Sih
  • Argentina berhasil menembus final Piala Dunia 2026 setelah comeback dramatis 2-1 atas Inggris, lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir laga.
  • Lionel Scaloni menegaskan timnya unik bukan karena arogan, melainkan berkat komitmen, pengorbanan, dan mentalitas juang tinggi yang selalu membuatnya kagum setiap pertandingan.
  • Scaloni mengapresiasi dukungan ribuan suporter Argentina di Stadion Atlanta yang menjadi energi tambahan bagi pemain untuk terus percaya hingga memastikan tiket ke final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Lionel Scaloni tak lagi mampu membendung emosinya. Pelatih Argentina itu tampak berkaca-kaca setelah timnya melakukan comeback dengan menumbangkan Inggris 2-1, sekaligus mengamankan tiket final Piala Dunia 2026.

Berduel di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026), La Albiceleste sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Anthony Gordon (55'), sebelum akhirnya mencetak dua gol melalui Enzo Fernandez (85') dan Lautaro Martinez (90+2').

Di tengah euforia kemenangan, Scaloni melontarkan satu kalimat yang langsung menjadi sorotan dunia sepak bola.

"Kami adalah tim yang unik, dan itu bukan bentuk aroganisme," ujar Scaloni usai laga, dikutip BeIN Sports.

1. Argentina menunjukkan mental juara

Keberhasilan Argentina menembus final bukan sekadar hasil sebuah pertandingan. Mereka kembali menunjukkan mental juara dengan bangkit pada momen-momen krusial.

Mereka juga berhasil memperpanjang peluang mempertahankan gelar Piala Dunia, sekaligus mendekatkan Scaloni pada sejarah sebagai pelatih yang mampu membawa Argentina meraih dua trofi dunia secara beruntun.

Usai pertandingan, Scaloni mengaku sulit mengungkapkan apa yang dirasakannya. Air mata yang nyaris jatuh menjadi gambaran betapa besar kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain yang tak pernah menyerah hingga menit terakhir.

Pelatih berusia 48 tahun itu kini hanya berjarak satu kemenangan dari pencapaian bersejarah.

2. La Albiceleste kerap membuat Scaloni terkejut

Dengan suara bergetar, Scaloni menilai skuad Argentina terus membuatnya kagum karena selalu menemukan cara untuk bangkit, bahkan saat berada dalam tekanan paling besar.

"Tim ini tidak pernah berhenti membuat saya terkejut," kata Scaloni.

Iajuga menyebut Argentina sebagai tim yang berbeda.

"Kami adalah tim yang unik, dan itu bukan bentuk arogansi," bebernya.

Menurutnya, pernyataan tersebut bukan untuk meninggikan diri. Kalimat itu merupakan bentuk penghargaan atas komitmen, pengorbanan, dan mentalitas para pemain yang terus bertarung demi lambang Argentina di dada mereka.

3. Apresiasi ribuan suporter yang memberi semangat

Scaloni menilai karakter seperti itu tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata. Namun, setiap pertandingan selalu membuktikan satu hal, yakni timnya tidak pernah berhenti percaya hingga peluit akhir dibunyikan.

Ia juga menegaskan seluruh pemain memahami besarnya tanggung jawab saat mengenakan seragam Timnas Argentina. Kesadaran itu membuat setiap laga dijalani dengan totalitas, terlebih saat membawa nama salah satu negara dengan tradisi sepak bola terbesar di dunia.

Mental juara tersebut kembali terlihat pada semifinal melawan Inggris. Ketika peluang lolos ke final mulai dipertanyakan, Argentina justru mampu membalikkan situasi dan menorehkan salah satu comeback paling berkesan di Piala Dunia 2026.

Scaloni turut mengapresiasi ribuan suporter Argentina yang memenuhi Atlanta Stadium. Dukungan tanpa henti dari tribun, menurutnya, menjadi tambahan energi yang menjaga semangat para pemain hingga berhasil memastikan kemenangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More