Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
12 Adu Penalti Sepanjang Sejarah Final UCL per 2025/2026
ilustrasi penalti (pixabay.cm/planet_fox)
  • Final Liga Champions 2025/2026 berakhir lewat adu penalti, dengan PSG menaklukkan Arsenal setelah skor imbang 1-1 selama 120 menit dan kegagalan Gabriel Magalhaes sebagai penendang terakhir.
  • Sejak pertama kali digunakan pada final 1983/1984 antara Liverpool dan AS Roma, total sudah ada 12 final UCL yang ditentukan melalui adu penalti hingga musim 2025/2026.
  • Beberapa momen ikonik adu penalti di final UCL termasuk kemenangan Liverpool atas AC Milan (2004/2005), Chelsea atas Bayern Muenchen (2011/2012), serta Real Madrid atas Atletico Madrid (2015/2016).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Final Liga Champions Eropa (UCL) kembali menghadirkan adu penalti pada 2025/2026. Paris Saint-Germain (PSG) keluar sebagai pemenang usai unggul atas Arsenal. Sejak UCL berlangsung pada 1955, ini merupakan final ke-12 yang berlangsung sampai adu penalti.

1. Arsenal kalah adu penalti pada 2025/2026 setelah Gabriel Magalhaes gagal mencetak gol

Paris Saint-Germain dan Arsenal imbang 1-1 selama 120 menit pada final Liga Champions 2025/2026. PSG menjadi juara setelah Gabriel Magalhaes sebagai penendang terakhir Arsenal gagal menjalankan tugasnya. Sebelumnya, ada dua pemain dari masing-masing tim yang juga tidak mampu mencetak gol, yaitu Eberechi Eze dan Nuno Mendes.

2. Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid pada 2015/2016

Sebelum 2025/2026, final Liga Champions terakhir yang tuntas dengan adu penalti terjadi pada 2015/2016. Real Madrid menang atas Atletico Madrid usai imbang 1-1 pada waktu normal. Juanfran Torres merupakan satu-satunya yang gagal mencetak gol pada adu penalti.

3. Chelsea mengalahkan Bayern Muenchen pada 2011/2012

Chelsea meraih trofi Liga Champions pertamanya pada 2011/2012 usai mengalahkan Bayern Muenchen pada final lewat adu penalti. Imbang 1-1 pada waktu normal, mereka sebetulnya tertinggal dulu akibat eksekusi penalti Juan Mata yang gagal. The Blues kemudian menjadi pemenang setelah Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger bernasib sama seperti Mata.

4. Chelsea kalah pada 2007/2008 lewat adu penalti

Kemenangan Chelsea pada final Liga Champions 2011/2012 lewat adu penalti sekaligus mengubur memori kelam pada 2007/2008. Sebab, itu merupakan final UCL pertama mereka dan berakhir dengan kekalahan dengan adu penalti. John Terry dan Nicolas Anelka gagal mencetak gol yang membuat trofi menjadi milik Manchester United. Laga berakhir 1-1 pada waktu normal.

5. Liverpool menaklukkan AC Milan pada 2004/2005

Liverpool menang adu penalti atas AC Milan pada final Liga Champions 2004/2005. Serginho, Andrea Pirlo, dan Andriy Shevchenko gagal mencetak gol untuk Milan. Pertandingan berakhir dengan skor 3-3. Liverpool sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama.

6. AC Milan menang atas Juventus pada 2002/2003

Sebelum kalah dari Liverpool pada 2004/2005, AC Milan lebih dulu memenangkan final Liga Champions lewat adu penalti pada 2002/2003. Mereka menaklukkan sesama tim Italia, Juventus. Tidak ada gol yang tercipta pada waktu normal. Laga kemudian berakhir 3-2. Clarence Seedorf dan Kakhaber Kaladze merupakan dua eksekutor yang gagal di kubu Milan. Sementara, tiga pemain yang mengalaminya di Juventus adalah David Trezeguet, Marcelo Zalayeta, dan Paolo Montero.

7. Bayern Muenchen menjadi juara pada 2000/2001 usai hujan penalti pada final

Final Liga Champions 2000/2001 antara Bayern Muenchen dan Valencia dihujani adu penalti. Kedua tim bermain 1-1 setelah sama-sama mencetak gol lewat tendangan penalti. Bayern mendapat satu hadiah penalti lain, tetapi gagal memanfaatkannya. Pertandingan kemudian tuntas setelah babak adu penalti berlangsung hingga 14 penendang. Bayern keluar sebagai pemenang berkat tiga pemain Valencia yang tidak mampu menjalankan tugasnya, yaitu Zlatko Zahovic, Amedeo Carboni, dan Mauricio Pellegrino. Mereka sebetulnya sempat tertinggal dua kali akibat kegagalan Paulo Sergio dan Patrik Andersson.

8. Juventus unggul atas Ajax Amsterdam pada 1995/1996

Juventus mengungguli Ajax Amsterdam pada final Liga Champions 1995/1996 lewat adu penalti. Mereka meraih trofi setelah Edgar Davids dan Sonny Silooy gagal mencetak gol. Pertandingan sendiri tuntas dengan skor 1-1.

9. Red Star Belgrade merupakan kampiun UCL 1990/1991

Red Star Belgrade mengangkat trofi Liga Champions 1990/1991 setelah mengalahkan Olympique Marseille lewat adu penalti. Manuel Amoros maju sebagai eksekutor pertama Marseille dan menjadi satu-satunya yang gagal mencetak gol pada adu penalti. Pertandingan pada waktu normal berakhir 0-0.

10. PSV Eindhoven menjuarai UCL 1987/1988

PSV Eindhoven menang atas Benfica pada final Liga Champions 1987/1988 lewat adu penalti. Imbang 0-0, lima penendang pertama kedua tim lantas berhasil menjalankan tugasnya. Anton Janssen sebagai eksekutor keenam PSV mampu melanjutkan tren tersebut. Mereka akhirnya menjadi pemenang setelah Veloso gagal mencetak gol.

11. Barcelona sial pada final UCL 1985/1986

Barcelona berhadapan dengan Steaua Bucharest pada final Liga Champions 1985/1986. Mereka gagal mencetak satu gol pun, bahkan sampai adu penalti. Empat pemain yang tidak mampu menjalankan tugasnya tersebut adalah Jose Ramon Alexanko, Angel Pedraza, Pichi Alonso, dan Marcos Alonso. Mihail Majearu dan Ladislau Boloni sebagai dua eksekutor pertama Steaua sebetulnya bernasib sama. Namun, mereka akhirnya menjadi juara berkat sepakan Marius Lacatus dan Gavril Balint.

12. Liverpol membekuk AS Roma pada 1983/1984

Adu penalti perdana pada final Liga Champions terjadi pada 1983/1984. Liverpool merupakan pemenangnya. Mereka unggul atas AS Roma. Kedua tim seri 1-1 pada waktu normal. Steve Nicol sebagai penenang pertama Liverpool sebetulnya gagal mencetak gol. Beruntung, eksekusi Bruno Conti dan Francesco Graziani meleset.

Adu penalti mulai dipakai secara resmi di dunia pada 1970. Namun, terdapat satu pengecualian di UCL pada final 1973/1974. Bayern Muenchen menjadi juara usai mengalahkan Ateltico Madrid lewat pertandingan reply.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article