Performa 4 Pemain Unggulan Indonesia di Singapore Open 2026, Ada RU!

Singapore Open 2026 telah resmi berakhir di Singapore Indoor Stadium pada 26–31 Mei 2026. Indonesia belum berhasil meraih gelar juara di turnamen BWF Super 750 tersebut. Meski begitu, beberapa wakil unggulan tetap menunjukkan performa yang cukup kompetitif sepanjang turnamen.
Dari total empat pemain Indonesia yang berstatus unggulan, perjalanan mereka di Singapore Open 2026 menghasilkan catatan yang beragam di tiap sektor. Salah satu wakil bahkan berhasil melangkah hingga babak final, namun harus puas menjadi runner-up setelah kalah di pertandingan puncak. Lalu, bagaimana detail performa keempat pemain unggulan Indonesia di Singapore Open 2026 kali ini?
1. Jonatan Christie [5] langsung angkat koper pada laga perdana
Jonatan Christie langsung harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di Singapore Open 2026 setelah tersingkir pada babak pertama. Tunggal putra Indonesia yang berstatus unggulan kelima itu kalah dari wakil India, HS Prannoy, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-10, 12-21, dan 18-21 dalam durasi 1 jam 1 menit. Hasil ini membuat Jonatan gagal melangkah lebih jauh di turnamen BWF Super 750 tersebut.
Pertandingan ini menjadi pertemuan ke-11 antara Jonatan Christie dan HS Prannoy di level internasional. Meski harus mengakui kekalahan kali ini, Jonatan masih unggul dalam rekor pertemuan dengan skor 7-4 atas wakil India tersebut. Hasil ini sekaligus menambah catatan ketat rivalitas keduanya di sektor tunggal putra.
2. Putri Kusuma Wardani [5] juga takluk atas wakil India di babak pertama
Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tampil di Singapore Open 2026. Namun, langkahnya harus terhenti lebih cepat setelah kalah di babak pertama. Ia menghadapi wakil India, Pusarla Venkata Sindhu, dalam laga yang berlangsung ketat.
Putri harus mengakui keunggulan Sindhu dalam dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 18-21. Pertandingan tersebut berlangsung selama 44 menit dengan reli-reli panjang di beberapa momen penting. Hasil ini sekaligus membuat rekor pertemuan keduanya kini menjadi imbang 3-3.
3. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri [3] harus puas menjadi runner-up
Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu pasangan ganda putra Indonesia yang tampil sebagai unggulan di Singapore Open 2026. Keduanya berhasil melangkah hingga babak final sebelum akhirnya harus menghadapi wakil India, Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty. Laga ini menjadi penentu gelar juara di sektor ganda putra turnamen BWF Super 750 tersebut.
Pertandingan final berlangsung ketat dan harus diselesaikan melalui tiga gim dengan skor 21-18, 17-21, dan 21-17 dalam durasi 1 jam 13 menit. Fajar/Fikri sempat memberikan perlawanan kuat, namun akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kehilangan gim penentu. Hasil tersebut juga membuat rekor pertemuan kedua pasangan kini kembali imbang dengan skor 2-2.
4. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani [6] keok di babak kedua
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga datang ke Singapore Open 2026 dengan status sebagai salah satu pasangan unggulan di sektor ganda putra. Namun, langkah mereka harus terhenti di babak kedua setelah gagal melanjutkan tren positif. Hasil tersebut membuat Indonesia kembali kehilangan satu wakil di sektor ganda putra pada fase ini.
Sabar/Reza kalah dari pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 17-21. Pertandingan tersebut hanya berlangsung selama 38 menit dan berjalan cukup ketat di poin-poin akhir. Dengan hasil ini, catatan pertemuan kedua pasangan kini kembali berimbang 1-1.
Hasil di Singapore Open 2026 menunjukkan bahwa para pemain unggulan Indonesia belum mampu melangkah konsisten hingga akhir turnamen. Dari empat wakil unggulan, hanya satu pasangan yang berhasil mencapai final meski akhirnya harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, tiga wakil lainnya terhenti lebih cepat di babak awal hingga babak kedua.
Secara keseluruhan, hasil ini menjadi catatan evaluasi bagi sektor tunggal maupun ganda Indonesia di level BWF Super 750. Persaingan ketat dengan para wakil India dan Malaysia juga terlihat menjadi tantangan tersendiri sepanjang turnamen.


















