Tim Bulu Tangkis Indonesia Tanpa Target di Indonesia Open 2026

- PBSI tidak menetapkan target spesifik untuk Indonesia Open 2026 agar atlet tidak terbebani dan bisa tampil maksimal di Istora Senayan, Jakarta.
- Ketua Umum PBSI menilai peluang juara masih terbuka di semua sektor meski persaingan bulu tangkis dunia kini makin ketat dan merata.
- Fokus utama PBSI adalah memastikan kesiapan teknis, fisik, dan mental para atlet agar mampu tampil optimal selama turnamen berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Tim bulu tangkis Indonesia bersiap melakoni Indonesia Open yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, mulai Selasa (2/6/2026) hingga Minggu nanti. Turnamen tersebut menjadi momen buat tim bulu tangkis Indonesia demi mengangkat kepercayaan diri dengan meraih trofi.
Sayangnya, modal Indonesia cukup buruk di sepanjang musim 2026. Banyak trofi yang gagal diraih, bahkan di Singapore Open 2026, Indonesia gagal meraih gelar. Catatan Pasukan Merah Putih di Indonesia Open juga buruk, karena terakhir kali juara adalah pada 2021, yakni lewat ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo.
1. Tak ada target pasti dari pengurus

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) tak menetapkan target pasti kepada tim bulu tangkis Indonesia. Ketua Umum PP PBSI, M Fadil Imran, menyatakan pihaknya enggan memberikan beban berlebihan kepada para pebulu tangkis. Makanya, Fadil menegaskan tak ada target khusus yang diberikan kepada Fajar Alfian dan kawan-kawan.
"Kalau ditanya apa target PBSI di Indonesia Open 2026, kami tentu berharap seluruh atlet Indonesia dapat memberikan penampilan terbaik. Namun, PBSI tidak ingin membebani atlet dengan target yang berlebihan," kata Fadil dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (1/5/2026).
2. Peluang masih terbuka

Fadil menegaskan, peluang wakil Indonesia menjadi juara di Indonesia Open 2026 masih terbuka di semua sektor. Fadil mengakui persaingan saat ini sudah merata.
"Karena, menurut kami, hasil adalah konsekuensi dari proses dan persiapan yang baik. Dan, kalau ditanya siapa yang paling berpeluang menjadi juara, menurut saya semuanya. Peluang masih terbuka. Persaingan bulu tangkis dunia saat ini sangat ketat dan merata," kata Fadil.
3. Fokus siapkan atlet untuk jadi juara

Fadil sadar nama besar dan reputasi bukan jaminan untuk menjadi juara. Persiapan matang dan kemampuan para pebulu tangkis yang prima, menjadi kunci bagi Indonesia demi meraih trofi.
"Yang paling menentukan bukan nama besar, tetapi siapa yang paling siap secara teknik, fisik, dan mental pada saat pertandingan berlangsung. Karena itu, fokus kami di pengurus adalah membantu anak-anak, semua, untuk mencapai kesiapan terbaik tersebut," kata Fadil.

















